Amien Rais: People power `enteng-entengan` bukan untuk ganti rezim
Elshinta
Sabtu, 25 Mei 2019 - 06:56 WIB |
Amien Rais: People power `enteng-entengan` bukan untuk ganti rezim
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5). Sumber foto: https://bit.ly/30ELAda

Elshinta.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Rakyat (PAN) Amien Rais yang diperiksa lebih dari 10 jam sebagai saksi kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana dan dicecar 37 pertanyaan soal people power yang sempat ia ucapkan sebagai people power `enteng-entengan` bukan untuk mengganti rezim.

"Yang saya katakan adalah people power enteng-entengan. Jadi bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden. Jauh itu, sama sekali bukan," kata Amien Rais di depan Gedung Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5).

Amien menjelaskan people power yang dimaksudkan olehnya adalah langkah konstitusional demokratis dan dijamin oleh prinsip HAM juga. Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa jika gerakan rakyat itu sampai menimbulkan kerugian bentrok atau kehancuran bagi negara, dirinya tidak setuju.

"Yang saya katakan kalau sampai terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, masif dan sistematik maka tentu kita tidak perlu lagi mengakui hasil KPU itu, namun jika gerakan rakyat itu menimbulkan kerugian besar, itu jelas gak boleh," ucapnya, seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Amien sendiri pada panggilan pertama yang dijadwalkan pada Senin (20/5) pukul 10.00 WIB tidak hadir yang ia sebut karena alasan kesibukan. Namun, saat calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan beberapa tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Mapolda Metro Jaya, Amien terlihat hadir.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Empat oknum polisi pemeras jalani sidang perdana
Rabu, 18 September 2019 - 18:11 WIB
Elshinta.com - Empat oknum polisi yang bertugas di Polsek Medan Area, yakni Jenli Hendra Damanik, ...
KPK tetapkan Menpora tersangka kasus suap KONI
Rabu, 18 September 2019 - 17:53 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)...
Projo sebut revisi UU KPK membawa optimisme dalam pemberantasan korupsi
Rabu, 18 September 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pida...
Kapolda tegaskan langsung tangani berbagai kejahatan di NTT
Rabu, 18 September 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Hamidin mengatakan berbagai bentuk kej...
KPK bentuk tim transisi identifikasi dampak pengesahan revisi UU KPK
Rabu, 18 September 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah membentuk tim transisi untuk m...
KPK panggil 2 pejabat Kemendag 
Rabu, 18 September 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil 2 pejabat Kementerian Perd...
Diduga pegawainya coba bunuh diri, Polisi panggil Transjakarta
Rabu, 18 September 2019 - 14:18 WIB
Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Timur melakukan pemanggilan kepada PT Transportasi Jakarta (Tr...
Akademisi: Apa urgensinya Dewan Pengawas KPK?
Rabu, 18 September 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) telah disahkan oleh Dewan Perwaki...
IPW apresiasi DPR sahkan revisi UU KPK
Rabu, 18 September 2019 - 12:29 WIB
Elshinta.com - Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada Rapat Paripurna DPR RI yang tel...
Gerindra usul Dewan Pengawas KPK juga dilakukan DPR
Rabu, 18 September 2019 - 12:01 WIB
Elshinta.com - Partai Gerindra mendukung uji materi terhadap perubahan ke-2 Undang-Undang Komisi Pem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)