Bisa sebabkan kanker, KLHK: Sampah plastik cenderung meningkat
Elshinta
Selasa, 28 Mei 2019 - 17:44 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Bisa sebabkan kanker, KLHK: Sampah plastik cenderung meningkat
Sampah plastik. Sumber foto: https://bit.ly/30J0MpP

Elshinta.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Rosa Vivien Ratnawati mengemukakan, komposisi sampah plastik menunjukan trend meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, dari 11 persen di tahun 2005 menjadi 15 persen di tahun 2015.

Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

“Dari total timbunan sampah plastik, yang didaur ulang diperkirakan baru 10-15 persen saja, 60-70 persen ditimbun di TPA, dan 15-30 persen, belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut,” kata Rosa Vivien Selasa (28/5).

Menurut Dirjen Kementerian LHK, sampah yang dibuang dan ditimbun di tanah akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi sehingga berpotensi mencemari tanah. Yang lebih berbahaya, menurut Rosa Vivien, adalah berasal dari senyawa logam berat yang bersifat racun (toxic) dan penyebab kanker (carsinogen) seperti merkuri, timbal, dan cadmiun.

Sementara, sampah yang dibuang ke sungai, danau, atau laut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan menjadi penyebab kematian binatang air yang terperangkap sampah plastik. Khusus untuk saluran dan sungai, sambung Rosa, sampah menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan dan banjir karena tumpukan sampah menyumbat aliran air.

“Pendekatan yang tepat yang selama ini dijalankan adalah dengan mengimplementasikan pendekatan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), tanggung jawab produsen yang diperluas (extended producer responsibility, EPR), pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya, baik sebagai bahan baku maupun sumber energi terbarukan, serta pemrosesan akhir sampah di TPA yang berwawasan lingkungan,” tutur Rosa. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hadapi persoalan sampah, Pemkot Cirebon gunakan TPS mobil
Selasa, 16 Juli 2019 - 22:13 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Jawa Barat melakukan berbagai terobosan dalam me...
Bupati Garut: Pengiriman air bersih siap 24 jam
Selasa, 16 Juli 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menjamin ketersediaan air bersih bag...
Bareskrim perangi perdagangan satwa liar ilegal
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:02 WIB
Elshinta.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri akan terus perang...
Musim kemarau, BPBD imbau masyarakat waspada karhutla
Senin, 15 Juli 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang mengimbau masyar...
Diduga tercemar, Sungai Langsur berwarna hijau kebiruan
Senin, 15 Juli 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Warga di bantaran Sungai Langsur, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa...
Halal bihalal, relawan bersama TNI-Polri bersih-bersih Masjid Agung Kudus
Minggu, 14 Juli 2019 - 21:50 WIB
Elshinta.com - Ratusan relawan dari berbagai komunitas, organisasi masyarakat, Polri dan T...
KLHK targetkan pengelolaan sampah 100 persen pada 2025
Sabtu, 13 Juli 2019 - 12:51 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menargetkan dapat mengelol...
Kementerian PUPR sebut lahan pertanian beririgasi teknis tak terdampak kekeringan
Sabtu, 13 Juli 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU...
Pemprov DKI Jakarta canangkan peta jalan atasi pencemaran udara
Jumat, 12 Juli 2019 - 17:55 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup mencanangkan peta...
1.500 personel diterjunkan untuk cegah karhutla Riau
Kamis, 11 Juli 2019 - 10:47 WIB
Elshinta.com - Sekitar 1.500 personel gabungan diterjunkan untuk mencegah terjadinya kebakaran ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)