Jumat, 16 November 2018 | 19:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

1001 Alasan Bangga Indonesia : #0028

Kisah nanas Indonesia dan ekspor terbesar ketiga dunia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Wawa    |    Editor : Administrator
GoodnewsfromIndonesia.org
GoodnewsfromIndonesia.org
<p>Siapa sangka ternyata minat pasar mancanegara terhadap nanas Indonesia begitu tinggi. Sehingga Indonesia menjadi salah satu negara yang mengekspor&nbsp;nanas kalengan&nbsp;terbesar ke tiga di dunia.</p><p>Informasi ini disampaikan oleh Saleh Husein, Menteri Perindustrian. Saleh mengatakan jika Indonesia merupakan negara terbesar ke tiga di dunia dalam hal ekspor nanas kalengan. Usaha yang memiliki prospek masa depan ini dijalankan oleh perusahaan Great Giant Pineapple yang berlokasi di Lampung.</p><p>Hal ini merupakan cerminan dari arti nama perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan yang besar dan hebat. Kondisi seperti ini dibuktikan dengan jumlah produksi nanas kalengan dari lahan pemerintah hingga lahan petani nanas.</p><p>Informasi lebih detail tentang perusahaan ini disampaikan langsung oleh Ruslan Krisno, Direktur Sustainability Great Giant Pineapple. Ruslan mengatakan jika perusahaan Great Giant Pineapple mampu memproduksi nanas kalengan sebesar 200 ton setiap harinya.</p><p>Cakupan produksi nanas kalengan yang begitu banyak membuat perusahaan bisa memperkerjakan 16 ribu pegawai. Untuk menunjang keberlangsungan proses produksi, terdapat nilai investigasi sebesar 500 milliar rupiah.</p><p>Ruslan juga mengatakan jika dengan olahan produksi sebesar itu, terjadi transaksi perdagangan sebesar US$ 220 juta atau jika dirupiahkan senilai 2,6 triliun rupiah.</p><p><img src="http://www.asiaproductsupply.com/images/coconut%20filling.JPG" alt="" width="700" height="266" data-lazy-loaded="true" class="fr-dii fr-fin"></p><p>Nanas kalengan yang dalam jumlah besar tersebut dihasilkan dari tanah pertanian seluas 33 ribu hektar. Perusahaan Great Giant Pineapple bisa mencapai target produksi nanas kalengan yang berupa sari nanas hingga jus nanas ke 60 negara seperti Amerika, Eropa, Afrika, Asia Pasifik dan Timur Tengah.</p><p>Oleh sebab itulah pemerintah akan betul – betul mendukung perusahaan Great Giant Pineapple agar bisa memproduksi nanas dalam jumlah yang lebih besar lagi. Lantaran, selain menguntungkan untung negara, keberhasilan bisnis nanas kalengan ini bisa menyerap tenaga kerja yang banyak.</p><p>Bila masyarakat memiliki pekerjaan, ini artinya kemiskinan yang ada di Indonesia sedikit demi sedikit bisa terselesaikan. Sehingga kesejahteraan rakyat Indonesia pastinya menjadi lebih.</p><p>Mengingat dampak yang begitu besar terhadap kemajuan Indonesia, maka pemerintah akan melakukan upaya untuk membuat bisnis nanas kalengan Indonesia ini benar – benar bisa merajai pasar ekspor di dunia.</p><p><br></p><p>Sumber: Goodnewsfromindonesia.org (<small>Written by&nbsp;</small>Akhyari Hananto,&nbsp;<small>Administrator&nbsp;at GNFI)</small></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 16 November 2018 - 19:47 WIB

Ini kronologis pembunuhan satu keluarga di Bekasi

Aktual SDGs | 16 November 2018 - 19:35 WIB

Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs

Lingkungan | 16 November 2018 - 19:24 WIB

Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir

Megapolitan | 16 November 2018 - 19:13 WIB

YLKI: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun

Kecelakaan | 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

<p>Siapa sangka ternyata minat pasar mancanegara terhadap nanas Indonesia begitu tinggi. Sehingga Indonesia menjadi salah satu negara yang mengekspor&nbsp;nanas kalengan&nbsp;terbesar ke tiga di dunia.</p><p>Informasi ini disampaikan oleh Saleh Husein, Menteri Perindustrian. Saleh mengatakan jika Indonesia merupakan negara terbesar ke tiga di dunia dalam hal ekspor nanas kalengan. Usaha yang memiliki prospek masa depan ini dijalankan oleh perusahaan Great Giant Pineapple yang berlokasi di Lampung.</p><p>Hal ini merupakan cerminan dari arti nama perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan yang besar dan hebat. Kondisi seperti ini dibuktikan dengan jumlah produksi nanas kalengan dari lahan pemerintah hingga lahan petani nanas.</p><p>Informasi lebih detail tentang perusahaan ini disampaikan langsung oleh Ruslan Krisno, Direktur Sustainability Great Giant Pineapple. Ruslan mengatakan jika perusahaan Great Giant Pineapple mampu memproduksi nanas kalengan sebesar 200 ton setiap harinya.</p><p>Cakupan produksi nanas kalengan yang begitu banyak membuat perusahaan bisa memperkerjakan 16 ribu pegawai. Untuk menunjang keberlangsungan proses produksi, terdapat nilai investigasi sebesar 500 milliar rupiah.</p><p>Ruslan juga mengatakan jika dengan olahan produksi sebesar itu, terjadi transaksi perdagangan sebesar US$ 220 juta atau jika dirupiahkan senilai 2,6 triliun rupiah.</p><p><img src="http://www.asiaproductsupply.com/images/coconut%20filling.JPG" alt="" width="700" height="266" data-lazy-loaded="true" class="fr-dii fr-fin"></p><p>Nanas kalengan yang dalam jumlah besar tersebut dihasilkan dari tanah pertanian seluas 33 ribu hektar. Perusahaan Great Giant Pineapple bisa mencapai target produksi nanas kalengan yang berupa sari nanas hingga jus nanas ke 60 negara seperti Amerika, Eropa, Afrika, Asia Pasifik dan Timur Tengah.</p><p>Oleh sebab itulah pemerintah akan betul – betul mendukung perusahaan Great Giant Pineapple agar bisa memproduksi nanas dalam jumlah yang lebih besar lagi. Lantaran, selain menguntungkan untung negara, keberhasilan bisnis nanas kalengan ini bisa menyerap tenaga kerja yang banyak.</p><p>Bila masyarakat memiliki pekerjaan, ini artinya kemiskinan yang ada di Indonesia sedikit demi sedikit bisa terselesaikan. Sehingga kesejahteraan rakyat Indonesia pastinya menjadi lebih.</p><p>Mengingat dampak yang begitu besar terhadap kemajuan Indonesia, maka pemerintah akan melakukan upaya untuk membuat bisnis nanas kalengan Indonesia ini benar – benar bisa merajai pasar ekspor di dunia.</p><p><br></p><p>Sumber: Goodnewsfromindonesia.org (<small>Written by&nbsp;</small>Akhyari Hananto,&nbsp;<small>Administrator&nbsp;at GNFI)</small></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 11:48 WIB

Infrastruktur Jaksel antisipasi banjir hampir selesai

Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB

Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak

Rabu, 14 November 2018 - 21:51 WIB

Ini penyebab ambruknya atap Stadion Wergu Kudus

Selasa, 13 November 2018 - 08:25 WIB

Raja Ampat atur pelayaran menuju destinasi Piaynemo

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com