Lebih dari 800 orang warga Kepri menderita gagal ginjal
Elshinta
Minggu, 30 Juni 2019 - 19:48 WIB |
Lebih dari 800 orang warga Kepri menderita gagal ginjal
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2XbW3Kn
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah penderita gagal ginjal di wilayah itu lebih dari 800 orang. Kepala Dinkes Kepri, Tidak Yudiana di Tanjungpinang, Minggu (30/6) mengatakan, jumlah penderita gagal ginjal saat ini meningkat 10 kali lipat dibanding 2010. "Tahun 2010 hanya sekitar 80 orang penderita gagal ginjal di Kepri," ujarnya. Penderita gagal ginjal, tambah dia tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Dalam sepekan para penderita gagal ginjal harus dua kali cuci darah. Waktu yang dibutuhkan untuk sekali mencuci darah selama enam jam. Biaya berobat yang dibutuhkan juga sangat besar, selain uang transportasi. "Tentu ini akan menjadi beban negara yang cukup besar," lanjutnya, seperti dikutip Antara. Menurut dia, jumlah gagal ginjal di Kepri memasuki tahapan membahayakan, bukan sebatas mengkhawatirkan. Artinya, pemerintah harus mendorong masyarakat untuk memiliki pola hidup yang sehat. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) salah satu program Kemenkes yang dilaksanakan secara nasional, dan diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat. Germas Kepri semakin agresif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memiliki pola hidup sehat, dan rutin memeriksakan kesehatannya. Pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang berserat seperti buah-buahan dan sayuran setiap hari, serta berolah raga sesuai dengan kebutuhan tubuh. "Upaya antisipatif jauh lebih baik dibanding mengobati. Karena itu, masyarakat harus memiliki pola hidup sehat, dan mengetahui kondisi kesehatannya," ujarnya. Ia mengatakan selain gagal ginjal, penyakit tidak menular lainnya yang menjadi atensi pemerintah yakni penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit ini mengalami peningkatan yang tajam. Penyebab penyakit ini sama seperti ginjal yakni gaya hidup yang tidak sehat. Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi, karena menyebabkan gagal ginjal, penyakit gula, jantung dan stroke. "Contohnya, budaya minum air kaleng ketika lebaran yang mengandung gula tinggi merupakan pola hidup tidak sehat," ucapnya. Penderita hipertensi, diabetes, gagal ginjal dan stroke tidak hanya tinggal di perkotaan, melainkan juga di pulau-pulau. "Penyakit ini sudah merata hingga ke pulau-pulau," tambahnya.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah menjadi 209 orang
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:56 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang terko...
Rapid test massal di fasum Ponorogo, 36 orang reaktif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:47 WIB
Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test massal. Mereka menyasar titik–tit...
Mengapa pria dianggap lebih sering memikirkan seks daripada wanita?
Selasa, 19 Mei 2020 - 23:15 WIB
Kebanyakan orang menganggap wajar jika pria lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Bahkan, ko...
 60 personil SAR Jayapura lakukan rapit test Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Sebanyak 60 orang personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura mengikuti rapid test mass...
Relawan Indonesia Bersatu gelar rapid test dan PCR COVID-19 massal
Selasa, 19 Mei 2020 - 18:25 WIB
Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 kembali menggelar `rapid test` dan `PCR test`massal untuk m...
Lima hal agar tak kena COVID-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57 WIB
Disiplin dan konsisten menerapkan perilaku bersih dan sehat antara lain mencuci tangan menjadi salah...
Mengapa pria sebaiknya tidak tidur larut malam?
Senin, 18 Mei 2020 - 23:15 WIB
Pria yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia atau begadang nampaknya harus mulai berhati-hati....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV