Ini 3 skenario BPPT turunkan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 09:30 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Ini 3 skenario BPPT turunkan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca
Ilustrasi hujan buatan/Sumber foto: https://bit.ly/2Xr4ma3

Elshinta.com - Kekeringan mulai melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBMTC) menyiapkan strategi pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca di berbagai daerah.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, teknologi modifikasi cuaca ini diperlukan guna menurunkan hujan buatan. Dalam membuat hujan buatan ini, ada tiga skenario yang bisa dilakukan, yaitu penyemaian awan, penghilangan lapisan inversi, dan penyemprotan air baik dengan pesawat maupun dari darat.

Terkait kekeringan yang kini melanda sejumlah wilayah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Hammam Riza mengatakan, “Kami baru dikontak Kemendes PDTT (Kementerian Desa Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi-red) mengenai kemungkinan dilaksanakan TMC di berbagai daerah di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Detil daerahnya belum diinfokan, namun dilaporkan sejumlah daerah di tiga wilayah tersebut mulai alami kekeringan,” ungkapnya di Jakarta.

Selain wilayah tersebut, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan  Bebas dan Pelabutan Batam (BP Batam) kata Hammam Riza, juga meminta dilaksanakan TMC.  Sedikitnya terdapat 5-6 waduk di pulau Batam yang mengalami mengalami defisit pasokan air akibat kemarau panjang dan anomali iklim. “Padahal waduk-waduk tersebut menjadi sumber utama pasokan air baku untuk sekitar 1,4 juta penduduk Batam,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu bahkan telah melayangkan surat pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tembusan Kepala BPPT mengenai permintaan dilaksanakan TMC karena kondisi di wilayahnya yang memprihatinkan.  “Hingga pertengahan Juni lalu, tanaman padi yang terancam kekeringan di Kabupaten Indramayu sudah mencapai ribuan hektar,” ungkap Hammam.

Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provonsi Jawa Barat  mencatat hingga 15 Juni, tanaman padi yang terancam kekeringan di Kabupaten Indramayu mencapai  12.358 hektar dari total tanaman padi 83.653 hektar.

Dalam hal ini, Hammam menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BNPB dan Pemda setempat untuk menindaklanjuti permohonan tersebut. “BPPT tetap mengapresiasi  para stakeholder yang telah menghubungi BPPT untuk meminta TMC pada musim kemarau ini ,” ujarnya.

Kepala BBTMC Tri Handoko Seto mengatakan, pihaknya sejak awal tahun saat curah hujan masih tinggi sudah menghimbau institusi, baik pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama mengantisipasi musim kemarau dengan melakukan TMC pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

“Sebenarnya kami sejak awal tahun ketika curah hujan masih tinggi, sudah bergerilya ke beberapa institusi baik pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama mengantisipasi musim kemarau dengan melakukan TMC pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” ujarnya.

Jika TMC antisipasi kekeringan dilakukan tepat waktu sebelum masuk musim kemarau, kata Tri Handoko Seto, maka hasilnya akan sangat efektif dan efisien. “Kami ingin meniru cara Thailand dengan memastikan semua waduk dan danau terisi penuh ketika menjelang musim kemarau sehingga persediaan air bisa dimanfaatkan selama musim kemarau. Namun kenyataannya,  persepsi TMC di masyarakat luas dan pemangku kepentingan, belum terbentuk dengan baik,” papar Seto. 

Sutrisno, Kabid Pelayanan Teknologi Modifikasi Cuaca BBTMC mengatakan saat ini tengah dibuat kajian untuk dilaksanakan TMC di wilayah-wilayah yang dilaporkan mengalami kekeringan. “TMC akan efektif kalau di daerah target masih banyak peluang akan munculnya awan-awan potensial. Untuk musim transisi munculnya awan potensial masih memungkinkan, tapi untuk puncak kemarau memang akan relatif  sulit untuk ditemukan awan-awan potensial. Kemungkinan hanya ada  awan-awan orografis yang berada di lereng-lereng gunung,” ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar sebut HP BM terancam terblokir per 18 April 2020
Sabtu, 25 Januari 2020 - 16:49 WIB
Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyebut handphone black market (BM) atau ...
Ilmuwan ciptakan drone mirip burung
Jumat, 24 Januari 2020 - 12:07 WIB
Para peneliti dari Stanford University berhasil mengembangkan drone eksperimental yang dapat terbang...
Ini strategi Pemerintah untuk dukung ekosistem ekonomi digital di WEF Davos
Kamis, 23 Januari 2020 - 16:40 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menjadi narasumber pada diskusi semipanel dengan...
Begini strategi Indonesia hadapi industri 4.0
Senin, 20 Januari 2020 - 15:28 WIB
Kemenperin juga sedang mendirikan Digital Capability Center di Jakarta sebagai pusat inovasi dan p...
Masyarakat Jayawijaya dapat bantuan 138 Wifi Nusantara gratis
Minggu, 19 Januari 2020 - 14:47 WIB
Masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mendapat bantuan sebanyak 138 perangkat untuk jaring...
Atasi karhutla, TNI AU kembangkan teknologi `water bombing`gunakan bola-bola air
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:36 WIB
Untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pihak TNI AU berhasil ...
Kata `banjir` ternyata disebut puluhan kali dalam manuskrip kuno. Apa artinya?
Jumat, 10 Januari 2020 - 17:17 WIB
Banjir ternyata bukan hal baru yang terjadi di Indonesia khususnya di Jakarta. Menurut catatan Prof....
Konflik Iran-AS disebut akan berlarut ke wilayah siber, hindari pakai `VPN`
Jumat, 10 Januari 2020 - 08:10 WIB
Pakar keamanan siber, Pratama Persadha mengatakan, bahwa serangan Iran - Amerika Serikat berpotensi ...
Hyundai dan Uber pamerkan taksi terbang
Kamis, 09 Januari 2020 - 19:26 WIB
Perusahaan ridesharing Uber dan perusahaan otomotif asal Korea Selatan Hyundai baru saja mengumumkan...
`Taksi terbang` listrik Hyundai-Uber mampu tempuh jarak 100 km
Selasa, 07 Januari 2020 - 16:18 WIB
Perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai Motors, bersama Uber Technologies Inc tengah mengembangka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV