From minus to marvelous! Inilah Hardianto, dulu cari rongsokan kini sukses jadi bos interior mobil
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 12:12 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
From minus to marvelous! Inilah Hardianto, dulu cari rongsokan kini sukses jadi bos interior mobil
Hardianto sukses jadi bos interior mobil. Foto: Dok. Pribadi

Elshinta.com - Pahit, itulah yang dialami Hardianto saat pertama kali menginjakkan kaki di ibukota. Di usia 15 tahun, dirinya dipaksa untuk bisa hidup mandiri. Di usianya yang masih belia, tak banyak yang bisa dilakukannya.  Ia hanya berusaha untuk bertahan hidup dengan berkeliling mencari barang-barang rongsokan di kawasan Cengkareng.

Terkait masa lalunya, Hardi bercerita. Tahun 2007 silam adalah awal mula dirinya membuka lembar kisah di Jakarta. Dari Blora, dengan bekal ijazah SMP, ia dan dua temannya nekat pergi ke Jakarta dengan menumpang  sebuah truk. Terlahir dari keluarga sederhana, orang tuanya tak bisa memberinya banyak uang. “Waktu itu orang tua hanya memberi uang Rp60 ribu untuk hidup di Jakarta. Saya naik truk dari Blora dan diturunkan di Cengkareng,” ucap Hardi.

Mayoritas yang menaiki truk tersebut adalah para pemulung dan pencari barang-barang bekas. Nah, saat tiba di Jakarta, dengan tidak ada tujuan pasti, Hardi bingung apa yang akan dilakukannya. “Sejujurnya saya bingung mau kerja apa. Tapi saya mau belajar dan setiap hari mengikuti anak-anak yang di truk mencari botol dan barang rongsokan,” ujarnya.

Tak banyak yang bisa dihasilkannya. Dalam sehari Hardi hanya mampu mendapatkan uang paling banyak  Rp5 ribu. Pekerjaan sebagai pencari rongsokan itu dilakukannya sampai dua minggu kemudian. Setelahnya Hardi berusaha untuk mencari pekerjaan lain. Akhirnya dirinya mendapat pekerjaan proyek bangunan di Grogol, Jakarta Barat. Profesi ini dilakukan Hardi hingga satu tahun lamanya.

Fase kehidupan berikutnya mengantarkan Hardi mendapatkan pekerjaan di bidang  interior mobil. Tak ada basic dan keterampilan apapun di bidang interior, tapi dirinya memang tipikal orang pembelajar.

“Saya semangat dan ingin menimba ilmu di bidang interior ini. Awalnya saya digaji Rp300 ribu, meskipun sebetulnya tidak digaji juga tidak apa-apa, karena saya niat ingin bisa di bidang ini. Tiga tahun berjalan atau sekira tahun 2010, dengan penuh tantangan gaji saya sudah di angka Rp1,9 juta,” akunya. Lalu, Hardi memilih undur diri dari pekerjaannya dan memulai usaha sendiri.

Selama bekerja di bidang interior mobil, dirinya cukup banyak menguasai segala hal di bidang tersebut. Hardi kemudian mulai mengembangkan diri dengan membuka layanan jasa perbaikan jok mobil sendiri.

Ketika itu ia memilih untuk beriklan di salah satu forum internet (TokoBagus, yang saat ini menjadi Olx –red). “Saya belajar beriklan, saya sering ke warnet untuk memasarkan jasa yang saya berikan. Alhamdulillah ada juga konsumen yang tertarik. Dalam tiga tahun saya bisa beli motor Vega R lawas untuk mobilitas agar lebih memudahkan. Layanan jasa saya berikan door to door,” jelasnya lagi.

Konsistensi Hardianto sejak 2010 sampai sekarang di bidang interior mobil pun membuahkan hasil. Ketekunan, kesabaran, dan kerja kerasnya termasuk menghalau setiap tantangan yang datang, mengantarnya menuju gerbang kesuksesan.

Di bawah bendera Classic Car Interior, saat ini bisnis modifikasi interior mobil milik Hardianto semakin berkibar. Dalam sehari tak kurang dari 10 mobil masuk ke workshopnya. Bahkan, kepiawaiannya dalam interior mobil pun tercium kepada para pesohor di jagat hiburan Tanah Air.

Salah satunya Atta Halilintar yang pernah memboyong dua mobilnya, Alphard dan BMW i8, direstorasi interiornya di workshop milik Hardi. Selain itu ada pula Lucinta Luna yang yang memodifikasi interior Camry-nya.

Tak hanya mobil Atta dan Lucinta yang mencicipi apiknya desain dari Classic Car Interior. Sejumlah mobil lain dari mobil MPV, SUV, sampai supercar semisal Lamborghini dan Ferrari sekalipun, restorasi interiornya banyak yang memercayakannya ke Classic.

Bukan hanya kendaraan roda empat, yang mengagumkan lagi, Hardi juga dipercaya untuk merestorasi sejumlah interior dari jenis transportasi lainnya. Yang terbaru, misalnya, dirinya menggarap interior kapal pesiar, private jet, dan beberapa unit pesawat helikopter.

Dalam layanannya, Hardi mematok harga untuk setiap modifikasinya dari mulai Rp 5 juta hingga Rp50 juta. Adapun material yang digunakannya adalah material berkualitas impor dari beberapa negara seperti Jerman, Italia, Austria, dan Thailand.

Menurutnya, kepopuleran Classic adalah hasil kerja kerasnya yang selalu mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan kemewahan pada setiap modifikasi yang dilakukan.

Terlebih Classic juga tercatat sebagai member Indonesia Authorized Trimmer Summit (IATS) sebagai asosiasi resmi para pelaku di industri interior mobil yang bersertifikat standar internasional.

“Komitmen kami setiap pekerjaan yang dilakukan selalu mengacu pada standar SNIATS (standarisasi nasional IATS) yang setara dengan bawaan pabrikan atau biasa disebut OEM (original equipment manufacture),” demikian Hardi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bisnis kuliner: Harus out of the box dan hadirkan konsep yang instagramable
Kamis, 29 Agustus 2019 - 11:09 WIB
Elshinta.com - Nuansa vintage langsung terasa begitu memasuki restoran yang satu ini. Interior ba...
Dear milenial! Catat nih, tujuan utama wirausaha itu bukan menjadi kaya raya, tapi…
Senin, 26 Agustus 2019 - 15:30 WIB
Elshinta.com - Prof Rhenald Kasali bicara terkait kewirausahaan di Indonesia. Menurutnya, gairah ...
Tanpa polusi, kurir sepeda makin digandrungi masyarakat
Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Bisnis kurir atau pengiriman saat ini tengah bertumbuh pesat. Berkembangnya online ...
Peduli lingkungan, ibu rumah tangga di Kediri buat sabun cuci
Sabtu, 27 Juli 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Puluhan ibu rumah tangga asal Desa Tugu Rejo, Kecamatan Gampeng Rejo, Kabup...
Erbe Sentanu: Modal itu soal rezeki, yang penting kreatif dan berani
Selasa, 23 Juli 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Erbe Sentanu dikenal sebagai pelatih transformasi diri yang juga menjadi fo...
Jatuh bangun, suami istri ini sukses produksi ribuan seprai, pasarnya nasional
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:05 WIB
Elshinta.com - Muhammad Taufik dan istri, Rahma Kesuma Sari, memulai bisnisnya sejak 2010....
Johanes Paulus, produksi puluhan ribu payung dengan pasar hingga ke Maldives
Senin, 15 Juli 2019 - 15:45 WIB
Elshinta.com - Banyak produk dari Tanah Air yang berkibar di pasar dunia. Salah satu yang ...
Dear pengusaha, mau sukses dalam berbisnis? Ini saran dari Ilham Habibie
Selasa, 09 Juli 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com - Ilham Habibie berpengalaman dalam sejumlah bisnis. Dengan pengalaman terseb...
Berdayakan para petani, camilan lokal ini tembus pasar dunia
Senin, 08 Juli 2019 - 10:11 WIB
Elshinta.com -  Tak hanya enak tapi juga menyehatkan, itulah yang dikembangkan oleh Timura...
From minus to marvelous! Inilah Hardianto, dulu cari rongsokan kini sukses jadi bos interior mobil
Kamis, 04 Juli 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Pahit, itulah yang dialami Hardianto saat pertama kali menginjakkan kaki di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)