Edvan M. Kautsar: Bisnis jastip ngetren, pasarnya milenial yang `lapar mata`
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 13:30 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Edvan M. Kautsar: Bisnis jastip ngetren, pasarnya milenial yang `lapar mata`
Motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar/Foto: Dok. Elshinta

Elshinta.com - Hampir semua orang, khususnya kaum wanita pasti menyukai kegiatan belanja. Bahkan, di era digital ini semakin dimanjakan oleh pilihan berbagai kanal belanja. Online marketplace dengan mudah dijumpai melalui gawai. Belum lagi, toko-toko online rumahan yang luar biasa banyaknya. Hal ini juga menjadi peluang bisnis bagi Anda untuk menjadi personal shopper atau penyedia jasa titip barang belanja dan biasa disebut dengan istilah jastip.

“Jastip jadi sebuah peluang usaha baru untuk membelikan barang pesanan yang diminta oleh konsumen jastip itu sendiri. Biasanya, jastip memanfaatkan teknologi atau media sosial untuk menawarkan jasa pembelian barang. Hanya dengan memegang smartphone dan mengandalkan hasil foto, Anda bisa mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan lho,” kata Edvan.

Menurutnya, bisnis ini sedang booming saat ini. Potensi untung yang bisa didapatkan cukup menggiurkan. “Bisnis ini menarik sebab tidak memerlukan modal besar dan konsumennya juga banyak, secara milenial lapar mata ketika melihat foto-foto barang yang Anda pajang di medsos,” jelas dia.

Dengan hanya bermodal smartphone dan beragam aplikasi media sosial dan jalan-jalan tentunya, bisnis Jastip sudah bisa Anda wujudkan. Terlebih lagi, Anda bisa jalan-jalan sambil belanja gratis! Siapa yang tidak mau? “Nah, hal inilah yang biasa dilakukan oleh para pelaku bisnis jastip yang lagi tren saat ini di kalangan milenial. Jadi, jika Anda punya hobi travelling dan melangkah ke mal, bisnis ini sangat cocok untuk Anda,” ucapnya.

Edvan memberikan tips memulai bisnis ini. Disebutkannya, di antara cara termudah untuk memulainya adalah dengan jalan-jalan. “Iya, bisa dimulai dengan jalan-jalan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Kemudian update status medsos Anda, dan sampaikan kepada followers dan teman-teman Anda bahwa Anda akan pergi ke sebuah tempat atau sebuah negara. Dan jangan lupa tulis juga, open jastip,” jawabnya.

Bagaimana dengan keuntungannya? “Biasanya senilai 5-10% dari harga barang yang dititipkan si pengguna jasa. Jika Anda mampu memanagenya dengan cerdas, tentu Anda bisa terus jalan-jalan keliling kota bahkan negara dengan uang hasil jastip sendiri,” terangnya lagi.  

Lalu barang apa saja yang paling laris diburu oleh konsumen jastip? “Produknya sih banyak dari skincare, kosmetik, tas, aksesori, pakaian, alat rumah tangga, buku, makanan khas, hingga mainan anak,” tutup dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
`Kejeblos`, cara lain belajar dari pengalaman untuk pebisnis pemula
Senin, 02 Desember 2019 - 12:05 WIB
Dalam dunia bisnis, pemula juga sebenarnya memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi aset dalam m...
Dear pelaku usaha! Ingat, bisnis itu didikte oleh selera pasar
Jumat, 01 November 2019 - 09:34 WIB
Dalam posisi keseimbangan sebetulnya dalam bisnis, permodalan itu diimbangi dengan seberapa dekat An...
Buka cabang franchise, kapan sebaiknya dilakukan?
Senin, 21 Oktober 2019 - 12:33 WIB
Sebagai pemilik bisnis franchise atau franchisor, saat yang paling tepat membuka cabang baru (outlet...
Plus minus bisnis kreatif, apa saja? Ini jawaban pakar
Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:03 WIB
Selain keunggulan industri kreatif mengenai kemudahan mendapatkan bahan baku dan kesesuaian minat da...
Mengenal beragam kendala dalam bisnis franchise, apa saja?
Senin, 14 Oktober 2019 - 15:07 WIB
Dalam setiap bisnis kendala pasti hadir, termasuk dalam bisnis franchise atau waralaba. Di bisnis fr...
Jangan cuma ikut tren bisnis, lakukan ini agar bisa sukses
Kamis, 10 Oktober 2019 - 10:47 WIB
Tren dalam bisnis itu penting, karena hal itu menunjukkan arah orientasi kegandrungan konsumen kalau...
Benarkah bakat diperlukan dalam bisnis? Ini penjelasannya
Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:22 WIB
Pandangan mengenai berbisnis itu bakat sebetulnya berasal dari sejumah minat atau ketajaman terhadap...
Menyetop atau melanjutkan bisnis, ini perhitungannya…
Selasa, 01 Oktober 2019 - 19:16 WIB
Perhitungan balik modal atau istilah ekonomi disebut BEP adalah langkah pertama untuk menggambarkan ...
Mengenal `jebakan betmen` dalam bisnis
Rabu, 25 September 2019 - 11:04 WIB
Untuk bisa sukses dalam bisnis, tentu banyak jalan terjal yang harus dilalui. Pengalaman itu membuat...
Anda mau ambil brand franchise luar negeri? Ini persiapan yang harus dilakukan
Kamis, 19 September 2019 - 11:26 WIB
Bila mengambil bisnis yang dipasarkan secara franchising dari luar negeri, hal-hal yang dibutuhkan d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once