Mahasiswa UB ciptakan obat kumur natural
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 18:07 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Mahasiswa UB ciptakan obat kumur natural
Sumber Foto: El-Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur berhasil menciptakan obat pencegah bau mulut natural yang diberi nama B-Spray.

Kontributor Elshinta, El Aris, Kamis (4/7) melaporkan, kelima mahasiswa tersebut masing-masing antara lain; Fidhatul Fajrika Julian, Afina Muti’ah Tuhepaly, Pranaya Arya Satya, Ahmad Ghozali (FAPET/2016) dan Wenning Firda Sari.

"Kita lakukan penelitian didasarkan pada persoalan nafas yang segar dapat menjadi salah satu faktor penentu kesehatan rongga mulut dan dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Bau mulut yang kurang sedap dapat mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Faktor penyebab bau mulut salah satunya akibat konsumsi makanan yang beraroma menyengat sehingga merangsang aktivitas bakteri yang berada di rongga mulut," ujar Fidhatul Fajrika Julian.

Menurutnya, selama ini masyarakat menggunakan obat kumur antiseptik menjadi salah satu solusi preventif terhadap kasus bau mulut di masyarakat. 

"Namun kandungan bahan kimia dalam obat kumur yang beredar di pasaran dapat menyebabkan efek negatif seperti rasa kering dan terbakar pada mulut. Bahan alami yang dapat digunakan dalam formulasi obat kumur yaitu bahan-bahan yang mengandung senyawa antibakteri," ungkapnya.

Dari sinilah kemudian dilakukan beberapa penelitian dengan menggunakan bahan yang mengandung senyawa antibakteri yaitu propolis dan biji pepaya. Propolis dapat diperoleh dari sarang lebah Trigona sp.

"Lebah tersebut merupakan spesialis lebah penghasil propolis yang mengandung flavonoid dan berkhasiat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi dan kariostatik. Sedangkan biji pepaya (Carica papaya) mengandung terpenoid, karpain, dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri dan dapat membunuh bakteri dengan merusak integritas membran sel bakteri tersebut," jelasnya.

Dari bahan tersebut, berhasil mengombinasikan dua bahan alami tersebut menjadi produk natural antiseptic mouth spray yang diberi nama “B-SPRAY” untuk mencegah bau mulut. 

"Penggunaan B-SPRAY mampu menjadi solusi preventif dalam mencegah bau mulut. Selain itu, B-SPRAY memiliki berbagai varian rasa antara lain jeruk, apel dan sirsak," tandasnya.

Hanya saja saat dilakukan berbagai penyempurnaan proses pengujian untuk menjamin kualitas produk meliputi uji aktivitas antibakteri, uji TPC dan uji organoleptik. Potensi komersialisasi B-SPRAY cukup terbuka mengingat kebutuhan obat-obatan alami dalam industri farmasi sangat dibutuhkan sejalan dengan imbauan dari Kementerian Kesehatan RI agar masyarakat beralih menggunakan obat-obatan alami.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dipakai ponsel hingga mobil, penemu baterai lithium ion raih Nobel
Kamis, 10 Oktober 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Revolusi teknologi penyimpanan daya pada baterai lithium-ion yang sangat be...
Lapan-BPPT lakukan riset ciptakan roket untuk modifikasi cuaca
Senin, 07 Oktober 2019 - 19:21 WIB
Elshinta.com - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddi...
Pelajar Indonesia bertarung di KRAN demi tiket lomba roket air di Jepang
Minggu, 29 September 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Perhelatan inovatif dan inspiratif untuk menumbuhkan minat dan kemampuan ilmu pe...
Kedaulatan data sebuah keharusan hadapi era 4.0
Kamis, 26 September 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Data dinilai sebagai sumber daya baru yang berharga bagi bangsa Indonesia, karen...
Misteri kapal kuno terkubur ratusan tahun di Tanjung Jabung Timur Jambi
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 18:39 WIB
Elshinta.com - Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi dan Tim Arkeolog Universit...
Universitas Negeri Malang ditunjuk sebagai tuan rumah KMHE 2019
Sabtu, 27 Juli 2019 - 21:42 WIB
Elshinta.com - Setelah berhasil menjadi Juara I pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018...
Asteroid lebih tinggi dari Menara Big Ben dekati bumi, apa berbahaya?
Rabu, 24 Juli 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com - Asteroid yang lebih tinggi dari Menara Jam Big Ben di London, Inggris, meluncur ...
Bakteri genus baru ditemukan di Sukabumi
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:19 WIB
Elshinta.com - Para dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas I...
Planetarium Jakarta rutin ajak warga teropong bulan 72 kali setahun
Rabu, 17 Juli 2019 - 06:01 WIB
Elshinta.com - Planetarium dan Observatorium Jakarta menggelar secara rutin peneropongan malam ...
Mahasiswa UB manfaatkan limbah RPH hasilkan energi listrik
Senin, 08 Juli 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) berkolaborasi dengan mah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)