Kenali 3 risiko bisnis jastip yang harus diwaspadai
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 16:14 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Sigit Kurniawan
Kenali 3 risiko bisnis jastip yang harus diwaspadai
Ilustrasi jastip/Sumber foto: https://bit.ly/2YxbCNV

Elshinta.com - Tak melulu soal suka dan gelimang keuntungan, bisnis jastip juga penuh risiko dan duka. Jika salah melangkah, bukannya untung yang didapat, malah buntung. Paling tidak, terdapat tiga risiko yang perlu diwaspadai. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut risiko-risikonya:

Menjadi penalang

Kalau Anda memilih untuk tidak meminta uang muka terlebih dulu jika ada yang ingin titip beli barang, maka Anda harus siap mengeluarkan modal cukup banyak untuk menalangi belanjaan pelangganmu. Namun jika memang modal Anda tak banyak, tidak ada salahnya meminta uang pembayaran terlebih dahulu.

Namun, cara ini tidak direkomendasikan dengan risiko yang ditimbulkan, misalnya pembatalan sepihak oleh konsumen. Jika pesanan dibatalkan, sementara Anda sudah membeli barangnya dengan uang pribadi, maka dipastikan Anda merugi.

Harga naik

Kenaikan harga ini bisa jadi tidak terprediksi sebelumnya. Bagi Anda pelaku jasa titip hal ini tentu menjadi risiko yang harus ditanggung. Saat Anda sudah terlanjur membanderol harga barang dan mencapai kesepakatan harga dengan pelanggan, lalu tiba-tiba harga naik, apa yang terjadi? Anda bisa rugi. Namun Anda bisa menyiasatinya dengan mendiskusikannya kembali dengan pelanggan Anda.

Sulit mendapat pelanggan

Tak bisa dimungkiri, bisnis jastip bertumpu pada kepercayaan konsumen. Untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen juga bukan perkara yang mudah. Butuh proses panjang dan track record mentereng agar konsumen bisa percaya. Oleh sebab itu, mengumpulkan testimoni dari pelanggan itu penting. Yakinkan, Anda adalah pelaku usaha jastip yang dapat dipercaya!  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Integrasi GRC membangun bisnis berkelanjutan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 14:34 WIB
Elshinta.com - Kegiatan GRC Summit dan Penghargaan Top GRC (Governance, Risk, and Compliance) 2019 ...
5.000 warung di DKI Jakarta akan terima bantuan modal usaha
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Warung tradisional hadir di antara menjamurnya pasar-pasar moderen dan minimarket d...
Kenapa bisnis kafe bisa gagal? Ini tiga kesalahan utamanya
Rabu, 17 Juli 2019 - 14:15 WIB
Elshinta.com - Di kota-kota besar, pertumbuhan bisnis kafe terbilang massif. Banyak kafe-k...
Tips sukses bisnis fesyen ala Feny Mustafa
Kamis, 11 Juli 2019 - 12:41 WIB
Elshinta.com - Kesuksesannya dalam industri fesyen tak bisa diragukan lagi. Selama 30 tahu...
Bisnis Anda naik atau turun? Begini cara melihatnya
Senin, 08 Juli 2019 - 12:00 WIB
Elshinta.com - Menghitung pertumbuhan bisnis, bagi pelaku UKM terutama di sektor mikro, ti...
Cek 5 hal ini sebelum Anda memutuskan mewaralabakan bisnis  
Senin, 08 Juli 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Banyak pelaku usaha yang tertarik untuk mewaralabakan bisnisnya. Tak hanya ...
Mau buka cabang usaha? Penuhi dulu tiga hal ini
Jumat, 05 Juli 2019 - 13:10 WIB
Elshinta.com - Pelaku UKM banyak yang tergesa-gesa ingin membuka cabang usahanya. Umumnya ...
Kenali 3 risiko bisnis jastip yang harus diwaspadai
Kamis, 04 Juli 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Tak melulu soal suka dan gelimang keuntungan, bisnis jastip juga penuh risi...
Mau sukses jalankan usaha kecil, sebaiknya perhatikan 10 hal ini!
Kamis, 04 Juli 2019 - 13:08 WIB
Elshinta.com - Memulai bisnis itu mudah. Tapi dalam menjalankannya memerlukan pengelolaan ...
​​​​​​​Tips agar pembeli mau memberikan ulasan online
Kamis, 20 Desember 2018 - 18:02 WIB
Elshinta.com - Banyak faktor yang akhirnya mendorong konsumen ketika memutuskan untuk memb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)