Dibuka melemah, rupiah akhir pekan diprediksi masih berpotensi menguat
Elshinta
Jumat, 05 Juli 2019 - 09:57 WIB |
Dibuka melemah, rupiah akhir pekan diprediksi masih berpotensi menguat
Ilustrasi. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini masih berpotensi menguat, kendati bergerak melemah Jumat (5/7) pagi hari ini.

Rupiah Jumat pagi melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.150 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.135 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih di Jakarta mengatakan, rupiah berpotensi naik seiring mata uang kuat Asia dolar Hong Kong dan dolar Singapura yang dibuka menguat pagi ini.

"Ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Kemungkinan rupiah bergerak antara Rp14.120 sampai Rp14.130 per dolar AS," kata Lana, dikutip Antara.

Dari eksternal, China membantah tuduhan Trump terkait manipulasi mata uang. Otoritas China membantah tuduhan Presiden Trump dua hari lalu yang menuduh China dan Uni Eropa serta tujuh negara lainnya melakukan manipulasi mata uang domestiknya terhadap dolar AS.

Tuduhan tersebut disampaikan pasca investigasi Kementerian Keuangan AS yang mengeluarkan laporan valuta asing kepada kongres. Dalam laporan tersebut tercatat sembilan negara yang ada dalam pantauan AS yang memenuhi kriteria sebagai manipulator.

Kritikan manipulasi mata uang ini sudah lama dituduhkan AS ke China seiring dengan neraca perdagangan AS yang mengalami defisit yang semakin besar terhadap China.

"Di tengah tekanan kenaikan tarif barang-barang impor asal China hingga 25 persen untuk sekitar US$250 miliar, neraca perdagangan AS malah mencatatkan defisit yang melebar dan terutama defisit dengan China," ujar Lana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Sesi I, IHSG naik 0,45% ke 6.225,48 
Senin, 16 Desember 2019 - 13:26 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi I perdagangan, Senin (16/12). Me...
Awal perdagangan hari ini, IHSG melaju 0,45 persen
Senin, 16 Desember 2019 - 10:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau mengawali perdagangan Senin (16/12). Mengutip RTI, puku...
Rupiah terkoreksi seiring pelemahan mata uang regional
Senin, 16 Desember 2019 - 10:35 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi terkoreksi, seiri...
Rupiah Senin pagi melemah 5 poin
Senin, 16 Desember 2019 - 09:36 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (15/12) pagi bergerak ...
Jelang Nataru, stok beras di Kediri-Nganjuk aman
Senin, 16 Desember 2019 - 09:27 WIB
Ketersediaan stok komoditas beras untuk wilayah Kediri-Nganjuk, Jawa Timur dipastikan aman pada saat...
Sandiaga dorong penggunaan produk lokal
Senin, 16 Desember 2019 - 07:58 WIB
Pengusaha Sandiaga Uno menilai bahwa pameran \"Wall of Fades\" yang berisi aneka produk lokal mulai ...
Mulai 18 Desember, penjualan tiket kereta api di Stasiun Besar Medan pindah 
Senin, 16 Desember 2019 - 07:17 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara memindahkan layanan penjualan tiket kereta api ...
Kemenag sebut 40 travel umrah di Aceh belum berizin
Senin, 16 Desember 2019 - 06:18 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh Daud Pakeh mengatakan 40 travel perj...
Harga Batubara Acuan kembali naik, capai 66,30 dolar/ton
Minggu, 15 Desember 2019 - 12:38 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga jual pasar untuk komodi...
19 investor berminat kembangkan `Aerocity` Bandara Kualanamu
Minggu, 15 Desember 2019 - 11:27 WIB
PT Angkasa Pura II (Persero) akan mengembangkan Kawasan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Ut...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)