Digandrungi pecinta kuliner, nasi pecel ini habiskan 170 kg bumbu sebulan
Elshinta
Jumat, 05 Juli 2019 - 11:36 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Digandrungi pecinta kuliner, nasi pecel ini habiskan 170 kg bumbu sebulan
Soehermin, pemilik Nasi Pecel Tradisional/Foto: Elshinta, Reza H

Elshinta.com - Soehermin, sang owner Nasi Pecel Tradisional, awalnya membuka usaha kuliner ini sebagai CSR dari usaha-usaha sebelumnya yang sudah sukses. Diketahui, Bu Hermin, demikian sapaannya, sukses sebagai pelaku usaha di bidang florist dan pengadaan telur untuk sejumlah hotel di Jakarta.

Tujuh tahun lalu, Hermin mulai merambah ke usaha kuliner. Usaha sebelumnya sudah besar  sehingga dirinya memilih untuk menjalankan bisnis lain yang tidak terlalu menguras pikiran.

“Saya termotivasi untuk membuat warung yang bisa memberi hidup pada orang lain. Saya berikan subsidi, target marketnya adalah kalangan menengah ke bawah. Saya awalnya berharap yang mampir ke warung ini adalah para pemulung dan kalangan kurang mampu. Tapi ternyata yang datang malah orang-orang bermobil,” katanya.

Karena tak berorientasi profit, sejak awal warung ini pun tidak dibranding dengan serius. Seiring dengan semakin banyaknya pengunjung, penataan pun mulai dilakukan meskipun alakadarnya dengan menghadirkan sejumlah peralatan klasik.

“Tapi bukan juga yang antik atau etnik, semua barangnya murah. Nah, karena respon yang baik ini, saya punya mimpi dalam waktu dekat akan membuka tempat makan yang benar-benar serius di kawasan Singosari, Malang, Jawa Timur,” ucap Hermin.

Dirinya menginginkan untuk membuka rumah makan unik berkonsep joglo yang di dalamnya terdapat galeri batik sekaligus menawarkan wisata sejarah lokal. Jika tidak ada aral melintang, Agustus mendatang warung di area 500 meter ini sudah dibuka untuk publik. “Kebetulan saya dapat lahannya di Malang, sehingga saya buka di sana. Selain itu, saat ini kan pemerintah juga sedang menggalakkan pariwisata. Saya kira membuka tempat makan di lokasi pariwisata adalah hal yang tepat,” tuturnya.

Diakui Hermin, meski berbisnis di bidang kuliner, sebetulnya dirinya tidak pandai memasak. Untuk operasional dua nasi pecelnya di Jakarta, ia mengandalkan para vendornya. Selama tujuh tahun, dari bumbu pecel sampai kerupuk, ia di-supply oleh para vendornya.

“Saya ingin memberdayakan para vendor. Selama 7 tahun ini, misalnya, bumbu saya ambil dari Kediri, Alhamdulillah anak-anaknya sudah pada besar dan bisa sekolah. Demikian dengan vendor kerupuk, rengginang, tempe, mereka bisa hidup lebih baik. Karyawan saya juga bisa hidup, bisa umroh. Itu semua kebahagiaan yang tak ternilai,” ulasnya.

Baca juga: Trio sekawan hasilkan omzet mentereng dari bisnis cireng

Soal profil konsumennya saat ini Hermin bercerita, umumnya adalah para pekerja kantoran, perumahan, dan sekolahan sekitar. Dalam sehari rata-rata pengunjung warungnya sebanyak 250 orang. Dirinya menyebut, dari awal biasanya dirinya hanya menghabiskan 10 kg bumbu pecel, saat ini bisa habis 170 kg bumbu. Tak aneh hal ini juga berdampak pada pendapatannya yang bisa mencapai antara Rp100—150 juta setiap bulannya. 

Di bidang kuliner, Hermin mengaku menjadi lebih santai dibanding dengan dua bisnis sebelumnya. Bisnis florist dan telur, menurutnya, dituntut untuk berpikir keras, profit oriented karena dirinya harus membayar banyak karyawan. Oleh sebab itu dirinya harus konsentrasi dan terus membranding bisnisnya. Tapi yang dilakukannya tak sia-sia, sebab konsumen untuk bisnis telurnya, misalnya, tersebar di seantero Jakarta. Pangsa pasarnya adalah hotel-hotel yang cukup ternama.

Dengan pengalaman bisnis yang dilaluinya, ia melihat jika masih banyak orang takut untuk memulai bisnis. Seperti dirinya yang sebelumnya pernah bekerja kantoran selama 20 tahun. “Umumnya untuk memulai sesuatu itu takut. Takut rugi, takut tidak ada modal, dan lain-lain. Tapi akhirnya saya berpikir, kenapa harus takut. Warung ini sendiri tidak ditarget (pendapatannya –red). Keyakinan saya, semua yang berangkat dari kebaikan pasti akan baik.”

Menurut Hermin, prospek bisnis kuliner ke depan masih sangat bagus dan masih akan berkembang. Tidak hanya kuliner moderen, tapi juga kuliner-kuliner tradisional seperti yang dilakukannya.

“Saat ini di mall saja semua kuliner dari tradisional sampai modern diakomodir. Sebab semua orang tiap hari makan, dan mereka bisa memilih makanan yang akan disantapnya. Tidak usah khawatir tidak ada yang beli, semua ada pangsa pasarnya tersendiri. Dengan fakta ini saya yakin bisnis ini tidak ada matinya,” tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Carousel, berawal dari bisnis clothing kini ekspansi ke bisnis animasi dan konser musik
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:15 WIB
Carousel merupakan salah satu brand clothing di Indonesia yang menggunakan karakter hewan sebagai co...
Swain Mahisa Ardana, sukses berbisnis dan populer di dunia musik
Kamis, 18 Juni 2020 - 06:10 WIB
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, karier Swain Mahisa Ardana cukup mentereng. Soal talentanya...
Inspirasi Benaya Tiarno, pengusaha muda  yang sukses jalankan bisnis pulsa
Minggu, 14 Juni 2020 - 20:44 WIB
Peluang bisnis di era pesatnya teknologi digital sangatlah banyak. Kebutuhan masyarakat untuk berkom...
Inspirasi Yudist Ardhana, youtuber asal Bali yang sukses di pentas nasional
Selasa, 09 Juni 2020 - 07:50 WIB
Setelah lebih dari 4 tahun Yudist Ardhana menjadi seorang Youtuber atau content creator, kini ia tel...
Yuwendra Thiomas, bangun bisnis fashion luxury untuk kalangan `hypebeast`
Minggu, 07 Juni 2020 - 09:42 WIB
Saat ini Yuwendra mengelola sejumlah bisnis yang bergerak di bidang fashion yang menyasar pangsa pas...
Fikri Faizah, sosok milenial yang sukses di industri digital, teknologi, dan bisnis
Rabu, 08 April 2020 - 15:06 WIB
Fikri Faizah adalah salah satu contoh pemuda milenial yang sukses memanfaatkan peluang bisnis indust...
Mengenal generasi ketiga TAN Group yang gencar lakukan ekspansi bisnis
Senin, 09 Maret 2020 - 12:13 WIB
Ricky, seorang lulusan teknik robotika dengan predikat First Class Honor dari University of New Sout...
Eca Maresha, beautypreneur yang sukses pasarkan produknya hingga luar negeri
Kamis, 05 Maret 2020 - 16:26 WIB
Berkat kegigihan dan semangat kerja kerasnya, Eca berhasil mengembangkan usahanya hingga keluar nege...
Inspirasi Rian dan Astika, anak muda yang sukses kembangkan bisnis milk tea 25 cabang
Rabu, 04 Maret 2020 - 19:41 WIB
Membangun usaha sejak muda dan meraih sukses, itulah yang tampil dari sosok Rian Hidayatullah dan As...
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV