Sri Lanka tangguhkan hukuman mati pertama sejak 43 tahun
Elshinta
Sabtu, 06 Juli 2019 - 08:42 WIB |
Sri Lanka tangguhkan hukuman mati pertama sejak 43 tahun
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2XwnOST

Elshinta.com - Mahkamah Agung Sri Lanka menunda pelaksanaan hukuman mati yang pertama kalinya dalam 43 tahun terakhir bagi empat terpidana kasus narkoba, kata salah seorang pengacara pemohon, MA Sumanthiran, Jumat (5/7).

Sumanthiran menyebut, pengadilan tertinggi memberikan penundaan sementara hukuman tersebut dan akan mendengarkan banding pada 29 Oktober mendatang.

Diketahui, Presiden Maithripala Sirisena menandatangani hukuman mati bulan lalu bagi empat terpidana yang dihukum dalam kasus perdagangan narkoba, sehingga mengakhiri moratorium untuk hukuman mati sejak 1976, sebagaimana dihimpun Antara dari Reuters.

Sirisena terpilih sebagai tokoh reformasi pada Januari 2015, tetapi kesulitan memenuhi janji-janji yang disampaikannya untuk menangani masalah Hak Asasi Manusia, menghapuskan korupsi dan memastikan pemerintahan yang baik.

Banyak warga Sri Lanka, termasuk para pemuka agama, cenderung untuk mengembalikan hukuman mati untuk memberantas kejahatan yang meningkat, kendati kelompok pendukung HAM memperingatkan bahwa langkh tersebut tidak akan efekif.

Meski demikian, Sri Lanka telah menyewa dua algojo hukuman gantung sebagai persiapan penerapan kembali hukuman mati setelah sebelumnya, seorang algojo keluar pada 2014 tanpa pernah menggantung siapa pun dan mengaku stres setelah melihat tiang gantungan untuk pertama kalinya. Aementara, seorang tukang gantung lain dipekerjakan tahun lalu tapi tidak pernah muncul untuk bekerja.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gerilyawan Al-Houthi serang Bandara Abha
Minggu, 25 Agustus 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Milisi gerilyawan Yaman, Al-Houthi, pada Minggu (25/8) menyerang Bandar Udara Abha ...
Aksi protes anti pemerintah kembali sasar Bandara Hong Kong
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 07:31 WIB
Elshinta.com - Para pengunjuk rasa telah mempersiapkan aksi protes anti pemerintah dengan kembali ...
Menteri Perak minta terdakwa pemerkosaan WNI cuti sebagai legislator
Jumat, 23 Agustus 2019 - 11:53 WIB
Elshinta.com - Menteri Besar Negara Bagian Perak Dato’ Seri Ahmad Faizal Bin Dato Azumu meminta ...
Korsel batalkan pakta pertukaran info intelijen dengan Jepang
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:54 WIB
Elshinta.com - Korea Selatan pada Kamis (22/8), mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan pakta p...
Tolak pulang, usaha Bangladesh kirim pengungsi Rohingya gagal
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Usaha Bangladesh untuk mulai memulangkan ribuan Muslim Rohingya yang tinggal di kam...
Sejumlah prajurit Turki tewas dalam bentrokan dengan Kurdi
Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Tiga tentara Turki tewas dalam bentrokan dengan gerilyawan Kurdi di Turki tenggara ...
TNI-SAF adakan latihan bersama Counter Terrorism Command Post Exercise
Rabu, 21 Agustus 2019 - 13:42 WIB
Elshinta.com - Paban VII/Sops TNI, Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo bersama Head of Singapore Armed F...
Ratusan orang tewas dalam rangkaian bom di Afghanistan
Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Pejabat kesehatan pemerintah di Jalalabad, Gulzada Sangar mengatakan jumlah korban ...
Respon Indonesia, Arab Saudi segera renovasi Mina
Senin, 19 Agustus 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Ikhtiar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar Arab Saudi mempercepat renovasi M...
Pengadilan tunda sidang 1MDB yang seret Najib Razak
Senin, 19 Agustus 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Malaysia pada Senin (19/8) menunda selama sepekan sidang terkait penipua...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)