Kuliner pedas level tinggi berbahaya bagi kesehatan
Elshinta
Minggu, 07 Juli 2019 - 16:35 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
Kuliner pedas level tinggi berbahaya bagi kesehatan
Ilustrasi makanan pedas. Sumber foto: https://bit.ly/2Jibywn

Elshinta.com - Saat ini, cukup marak menu masakan dengan level kepedasan sedang hingga tinggi. Seperti mie pedas, ayam pedas, dan sebagainya. Kuliner seperti itu cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid membenarkan, makanan pedas akan berbahaya bagi kesehatan, karena batas toleransi tubuh setiap orang berbeda-beda.

Feri Mulyani Hamid mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari makanan yang terlalu pedas. “Terlalu sering makan yang pedas akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Apalagi kita tahu pedasnya tidak dari cabai murni,” katanya, Minggu (7/7/2019).

Feri Mulyani mengatakan, cukup banyak akibat yang ditimbulkan jika sering mengonsumsi makanan pedas, seperti diare, dan lainnya.  

Dia menjelaskan, cabai memiliki kandungan capsaicin yang berpotensi untuk menimbulkan rasa terbakar. Ini lah yang menyebabkan sensasi panas di tangan ketika menyentuh cabai. "Sebenarnya sensasi pedas tidak melukai sistem pencernaan secara langsung, melainkan memicu serabut saraf yang pada akhirnya memicu sensasi lainnya, termasuk pergerakan usus yang menjadi semakin cepat dan menyebabkan diare,” ujarnya.

Selain itu, makanan pedas juga menyebabkan gastritis akut (maag), meningkatkan gejala GERD atau penyakit asam lambung, memperburuk tukak saluran pencernaan, menurunkan sensitivitas lidah, menurunkan nafsu makan, termasuk insomnia. “Makanan pedas juga membuat kita tidak bisa tidur,” katanya, dilansir dari InfoPublik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli: Usia 40 tahun sebaiknya periksa kondisi jantung 
Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Ahli jantung Dr. Dyana Dyana Sarvasti dr., SpJP (K) mengatakan jika seseorang yang s...
 Cegah peredaran narkoba, Polres Kudus-PO Bus tes urine supir
Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Tim Satuan Reserse Narkoba bersama Urdokkes Polres Kudus  Jawa Tengah menggelar ins...
RSUI bertekad jadi rujukan internasional
Selasa, 13 Agustus 2019 - 19:54 WIB
Elshinta.com - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) resmi membuka layanan canggih kateterisasi...
Dinkes Kota Pekanbaru mulai kekurangan stok masker
Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:11 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengajukan sebanyak 210.000 masker tambahan ke Dinas K...
Dinkes pastikan stok obat cukup untuk tangani pasien ISPA di Pekanbaru
Selasa, 13 Agustus 2019 - 11:43 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Riau memastikan stok obat bagi pasien Infeks...
Turunkan kolesterol saat Idul Adha dengan konsumsi ini
Minggu, 11 Agustus 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Hari Raya Idul Adha sangat identik dengan mengonsumsi daging kurban yang be...
Ingin berhenti merokok? berikut tipsnya
Sabtu, 10 Agustus 2019 - 09:58 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tentu tahu efek buruk merokok bagi kesehatan. Merokok bukan ha...
Jemaah haji diharap siapkan stamina fisik hadapi Armuzna
Jumat, 09 Agustus 2019 - 07:08 WIB
Elshinta.com - Menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Menteri Ag...
Jemaah calhaj diimbau jaga keseimbangan ibadah dan istirahat
Jumat, 02 Agustus 2019 - 09:54 WIB
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jemaah calon haji Indonesia agar senantiasa ...
BNN sebut ganja tidak sebabkan meninggal tapi bodoh
Rabu, 31 Juli 2019 - 23:14 WIB
Elshinta.com - Seseorang pengguna ganja tidak serta-merta meregang nyawa ketika menyalahgunakan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)