Kiri Kanan
Cek 5 hal ini sebelum Anda memutuskan mewaralabakan bisnis  
Elshinta
Senin, 08 Juli 2019 - 09:25 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Cek 5 hal ini sebelum Anda memutuskan mewaralabakan bisnis  
Ilustrasi/Sumber: https://bit.ly/2XtZgFf

Elshinta.com - Banyak pelaku usaha yang tertarik untuk mewaralabakan bisnisnya. Tak hanya usaha yang sudah berjalan, banyak bisnis baru yang kemudian di-franchise-kan atau diwaralabakan. Tapi sebetulnya, apa saja sih syarata yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha sebelum memutuskan untuk mem-franchise-kan bisnisnya?

Terkait hal ini Ir. Royandi Junus, MBA dari International Franchise Business Management (IFBM) menjelaskan, setidaknya ada lima hal utama yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha yang ingin mewaralabakan bisnisnya.

Bisnis yang akan diwaralabakan telah sukses

Yang dimaksud dengan “sukses” adalah usaha yang Anda jalankan sudah kembali modal, dan masih terus memberikan keuntungan bagi anda. Dalam franchising (sistem pemasaran secara waralaba), pengalaman sukses inilah yang diduplikasi untuk dijalankan oleh orang lain. Itulah sebabnya kenapa franchisor selalu memaksakan kehendaknya mengenai tatacara menjalankan bisnis modelnya. Hal itu disebabkan pengalamannya dalam menjalankan bisnis tersebut yang membuatnya sukses.

Memahami bisnis yang akan diwaralabakan

Memahami bisnis artinya mengerti secara teori dan praktek karena pernah atau sedang menjalankannya. Mengerti sebab akibatnya. Mulai dari pengurusan perizinan, cara menjalankan bisnis, hingga faktor-faktor apa saja yang harus diperkuat atau dijauhi guna kelancaran bisnis.

Menentukan bisnis model

Bisnis model adalah sebuah tatacara Anda dalam berbisnis. Bisnis model yang sukses biasanya terbentuk dari bisnis konsep yang berisi mengenai konsep-konsep kerja, sistem, dan sumber daya manusia (SDM) yang oleh pelaku usaha ciptakan.

Konsep kerja adalah gagasan pelaku usaha yang konkrit mengenai landasan usaha (misal filosofi usaha, value, visi-misi, cara berdagang), serta target market yang dituju (misal Gen X, Gen Y, umur 15 tahun-25 tahun). Sistem adalah proses yang teratur urutannya dalam setiap kegiatan(misal prosedur kerja). Orientasi dari pembentukan/ terbentuknya sistem adalah dikarenakan keinginan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi kerja yang terukur.

Sedangkan SDM, adalah akibat dari cara berbisnis yang dipilih yang mengakibatkan timbulnya pembagian tugas kerja (struktur organisasi), kualifikasi pegawai, dan jumlah pegawai. Nah, ketika ketiga hal tersebut Anda buat standarnya, yaitu berupa standarisasi bentuk dan proses, maka terciptalah Bisnis Model. Semua itu tercipta dari pengalaman sukses kerja Anda.

Mampu membimbing

Yang dimaksudkan dengan membimbing adalah memberikan bantuan dalam bentuk saran kepada franchisee. Bagaimana mungkin franchisee dapat menjalankan bisnis yang Anda kuasai tanpa diberi pelatihan dan bimbingan. Dan bagaimana mungkin Anda bisa melatih serta membimbing franchisee bila Anda belum sukses dalam menjalankan bisnis tersebut.

Memilih franchisee

Tidak semua calon franchisee cocok dengan cara kerja franchisor atau ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh Franchisor. Tidak semua calon Franchisee memiliki karakter yang cocok untuk menjalankan bisnis yang dipasarkan secara franchising. Maka sudah selayaknya franchisor harus memilih siapa orang-orang yang cocok untuk menjalankan Bisnis Model-nya, karena sukses franchisee adalah sukses brand dari franchisor.

 

 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ambisi Teten jadikan Smesco sebagai pusat peradaban baru UKM
Selasa, 19 November 2019 - 10:26 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) akan menja...
Ini lima masalah utama UKM di mata Teten. Apa saja?
Jumat, 15 November 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjadi salah satu pembicara dalam a...
Teten: BUMDes harus berbentuk koperasi, jangan dikuasai elit desa
Selasa, 12 November 2019 - 14:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan saat ini kapitalisme duni...
Kenalkan koperasi ke milenial, Teten galakkan program rebranding
Senin, 11 November 2019 - 09:12 WIB
Elshinta.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki akan menggalakkan program rebranding...
Teten Masduki: Alokasi anggaran untuk peningkatan daya saing UKM dan koperasi 56 persen
Jumat, 08 November 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Dalam Rapat Kerja Menteri Koperasi dan UKM bersama Komisi VI DPR RI di Sena...
Dorong UKM naik kelas, ini lima program Menteri Teten
Rabu, 06 November 2019 - 13:05 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah (Kemenkop dan UKM) bertek...
Transformasi digital sebagai strategi bisnis hulu migas
Selasa, 05 November 2019 - 23:30 WIB
Elshinta.com - Sebagai salah satu kontribusi industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia&n...
Ini 6 kunci sukses pemberdayaan koperasi dan UKM ala Menteri Teten
Jumat, 01 November 2019 - 15:38 WIB
Elshinta.com - Kementerian Koperasi dan UKM segera menerapkan enam kunci sukses pemberdaya...
Ini strategi Menteri Teten Masduki wujudkan UKM naik kelas
Jumat, 01 November 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Menkop dan UKM Teten Masduki menegaskan pemerintah bertekad menjadikan UMKM...
Ini peran penting`etalase online` dalam bisnis kreatif
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Kekuatan industri kreatif berada pada aspek manusia pengolah dan pengelolan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)