Berdayakan para petani, camilan lokal ini tembus pasar dunia
Elshinta
Senin, 08 Juli 2019 - 10:11 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Berdayakan para petani, camilan lokal ini tembus pasar dunia
Camilan lokal tembus pasar global. Foto: Elshinta.com/Reza

Elshinta.com -  Tak hanya enak tapi juga menyehatkan, itulah yang dikembangkan oleh Timurasa sejak 2017. Erdi Rulianto bersama Martin, Arif Rahman, dan Sinta, mengembangkan beragam produk olahan dari makanan khas di Tanah Air.

Erdi bercerita, Timurasa dimulai pada 2017 saat dirinya memenuhi kebutuhan ekspor untuk produk kacang kenari. Tak hanya ekspor, bersama rekannya, dirinya juga memikirkan bagaimana memasarkannya di pasar domestik. “Kami mulai bangun untuk pasar lokal. Tapi kendalanya, masyarakat kita masih belum banyak yang tahu kacang kenari. Sebab, kenari hanya hanya tumbuh di kawasan Maluku dan Kupang. Padahal, produk ini sangat potensial untuk dikembangkan,” katanya.

Nah, cara agar kacang kenari bisa lebih dikenal, maka dibuatlah snack. Timurasa memokuskan diri di pemasaran, sementara untuk bahan baku bekerjasama dengan memberdayakan para petani lokal yang menjadi mitranya. Diakui Erdi, bidang pertanian itu problemnya adalah para petani tidak mengetahui potensial marketnya. “Kami tahu marketnya, kami sampaikan ke para petani jika peluangnya ada. Mereka produksi, kami yang menjualkan ke market.”

Timurasa berkomitmen agar kesejahteraan petani bisa semakin meningkat. Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar para mitranya bisa scale up produksinya. “Kami membuka marketnya, sehingga para mitra kami bisa bertumbuh,” sambung Martin.

Selain kacang kenari, beberapa produk lain juga dikembangkan oleh Timurasa. Namun yang harus digarisbawahi, produknya fokus pada yang natural dan memiliki manfaat kesehatan yang tinggi. Misalnya, daun kelor yang saat ini ngetren lantaran manfaatnya bagi kesehatan tubuh. “Moringa ini memiliki nutrisi yang tinggi sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Hal inilah yang terus kami sampaikan ke konsumen,” ujarnya.

Beberapa produk lokal lainnya seperti gula aren asal Jawa Barat, andaliman asal Medan, Sumatera Utara, dan vanilla. “Andaliman, semua orang belum tentu tahu tanaman ini, tapi ternyata memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Lalu, vanilla yang sedang naik daun di Indonesia. Hanya saja tata niaganya masih memerlukan pengelolaan yang lebih baik lagi,” sebut Erdi.

Lebih lanjut Arif mengurai beragam produk Timurasa lainnya. Dia menyebut ada kakao, keripik salak, sampai emping garut. Menurutnya, beragam produk tersebut didapat dari para mitranya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. “Kacang kenari kami bermitra dengan petani di Maluku dan Kupang, sebulan kapasitasnya bisa mencapai 2 ton. Lalu gula aren dengan para petani di Garut, Cianjur, dan Sukabumi, seminggu bisa capai lebih dari 2 ton.  Lalu andaliman sebanyak 500 kg, vanilla antara 100—200 kg per bulan, dan moringa hingga 5 ton.”   

Terkait pasar Timurasa saat ini, Sinta mengungkapkan jika pihaknya lebih memilih dengan cara yang paling murah. Mulai dari komunitas sekitar lalu masuk ke berbagai marketplace yang ada di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga menggunakan para reseller yang kini sudah berjumlah 52 reseller yang tersebar di 9 provinsi.

Menariknya lagi, selain merangsek pasar lokal, Timurasa juga sudah menembus pasar global, misalnya ke Finlandia,  Singapura, dan Jepang. Ke depan, untuk pangsa pasar ekspor ini, Timurasa berencana untuk masuk ke pasar Kanada dan Australia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bisnis kuliner: Harus out of the box dan hadirkan konsep yang instagramable
Kamis, 29 Agustus 2019 - 11:09 WIB
Elshinta.com - Nuansa vintage langsung terasa begitu memasuki restoran yang satu ini. Interior ba...
Dear milenial! Catat nih, tujuan utama wirausaha itu bukan menjadi kaya raya, tapi…
Senin, 26 Agustus 2019 - 15:30 WIB
Elshinta.com - Prof Rhenald Kasali bicara terkait kewirausahaan di Indonesia. Menurutnya, gairah ...
Tanpa polusi, kurir sepeda makin digandrungi masyarakat
Selasa, 13 Agustus 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Bisnis kurir atau pengiriman saat ini tengah bertumbuh pesat. Berkembangnya online ...
Peduli lingkungan, ibu rumah tangga di Kediri buat sabun cuci
Sabtu, 27 Juli 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Puluhan ibu rumah tangga asal Desa Tugu Rejo, Kecamatan Gampeng Rejo, Kabup...
Erbe Sentanu: Modal itu soal rezeki, yang penting kreatif dan berani
Selasa, 23 Juli 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Erbe Sentanu dikenal sebagai pelatih transformasi diri yang juga menjadi fo...
Jatuh bangun, suami istri ini sukses produksi ribuan seprai, pasarnya nasional
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:05 WIB
Elshinta.com - Muhammad Taufik dan istri, Rahma Kesuma Sari, memulai bisnisnya sejak 2010....
Johanes Paulus, produksi puluhan ribu payung dengan pasar hingga ke Maldives
Senin, 15 Juli 2019 - 15:45 WIB
Elshinta.com - Banyak produk dari Tanah Air yang berkibar di pasar dunia. Salah satu yang ...
Dear pengusaha, mau sukses dalam berbisnis? Ini saran dari Ilham Habibie
Selasa, 09 Juli 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com - Ilham Habibie berpengalaman dalam sejumlah bisnis. Dengan pengalaman terseb...
Berdayakan para petani, camilan lokal ini tembus pasar dunia
Senin, 08 Juli 2019 - 10:11 WIB
Elshinta.com -  Tak hanya enak tapi juga menyehatkan, itulah yang dikembangkan oleh Timura...
From minus to marvelous! Inilah Hardianto, dulu cari rongsokan kini sukses jadi bos interior mobil
Kamis, 04 Juli 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Pahit, itulah yang dialami Hardianto saat pertama kali menginjakkan kaki di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)