Polda NTT diminta ringkus PJTKI perekrut TKW secara ilegal
Elshinta
Selasa, 09 Juli 2019 - 11:45 WIB |
Polda NTT diminta ringkus PJTKI perekrut TKW secara ilegal
Ilustrasi. Sumber foto: https://s.id/5Hfkv

Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur diminta meringkus penanggung jawab PT Bukit Mayak Asri (BMA) yang diduga merekrut para calon tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Sumba Timur melalui pemalsuan dokumen untuk penerbitan paspor ke Malaysia.

"Kami minta Polda NTT untuk menangkap pihak-pihak yang bertangung jawab di balik kasus perekrutan calon tenaga kerja asal Sumba Timur yang dokumen paspornya dipalsukan. Ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan PT BMA terhadap anak-anak NTT," kata Direktur Pengembangan Inisiatif Advokasi Rakyat (PIAR), NTT, Sarah Leri Mboeik di Kupang, Selasa (9/7).

Sarah Leri Mboeik mengatakan hal itu terkait adanya kasus perekrutan belasan calon tenaga kerja asal Sumba Timur yang hendak dikirim sebagai TKI ke Malaysia melalui pemalsuan dokumen kependudukan yang diduga dilakukan petugas lapangan PT BMA.

Menurut dia, terungkapnya kasus perekrutan TKW diduga dilakukan secara ilegal itu setelah beberapa calon tenaga kerja berhasil melarikan diri dari penampungan PT BMA di Kota Kupang. "Setelah kami melakukan pengecekan ternyata dokumen kependudukan belasan calon TKW dipalsukan. Anehnya lagi imigrasi terbitkan paspor padahal jelas dokumen kependudukan milik para calon TKI yang dipalsukan," kata Sarah Leri Mboeik.

Dikutip Antara, mantan anggota DPD asal NTT itu meminta kepolisian di provinsi berbasis kepulauan ini untuk serius mengungkap kasus pengiriman TKI secara ilegal melibatkan PT BMA. "Polisi harus menangkap pelaku utamanya karena melibatkan jaringan yang terorganisir. Bayangkan jika belasan TKW itu berhasil dikirim ke Malaysia maka dipastikan nasibnya menjadi tidak jelas," kata Sarah menegaskan.

Menurut dia, PT BMA pernah terlibat dalam skandal pengiriman TKI ilegal di provinsi berbasis kepulauan ini beberapa tahun lalu sehingga sepatutnya izin dari perusahan itu dicabut. Ia mengatakan, para korban yang telah direkrut secara ilegal itu saat ini sedang dalam perlindungan lembaga gereja GMIT Kupang setelah berhasil lolos dari penyekapan yang dilakukan pihak perusahaan.

Sementara itu, Wadirkrimum Polda NTT, AKBP Anton C Nugroho mengatakan Polda NTT masih melakukan pendalaman terhadap kasus perekrutan calon tenaga kerja asal Kabupaten Sumba Timur yang dilakukan PT BMA. "Kasus itu masih kami kembangkan. Kendati demikian telah ditemukan adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan perekrut dalam merekrut beberapa calon tenaga kerja asal Sumba Timur," kata Anton.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Lampung dan BI musnahkan puluhan ribu lembar uang palsu
Jumat, 13 Desember 2019 - 07:35 WIB
Polda Lampung serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia memusnahkan temuan uang palsu sebanyak 28.761 l...
Satreskrim Polres Tangerang tangkap komplotan curanmor
Kamis, 12 Desember 2019 - 16:45 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang menangkap sindikat komplotan pencurian sepeda motor, 4 di...
BNN gagalkan peredaran 70 kg sabu asal Malaysia di Medan  
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:48 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil menangkap pengedar sabu di Medan, Sumatera Utara. Sebanya...
Penipu lewat aplikasi ditangkap petugas
Rabu, 11 Desember 2019 - 18:35 WIB
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, Jawa Barat, berhasil menangkap MA (35), warga Kendal,...
Polisi usut pelaku pelemparan bom molotov ke rumah warga di Sleman
Rabu, 11 Desember 2019 - 15:45 WIB
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Kombes Pol Yuliyanto mengatakan saat ini p...
Polres Pamekasan selidiki penusukan anggota polisi
Selasa, 10 Desember 2019 - 20:17 WIB
Anggota Polres Pamekasan, Jawa Timur dibacok orang tak dikenal di salah satu rumah warga di Jalan Pa...
Kepergok, pelaku curanmor tewas mengenaskan dihajar warga
Selasa, 10 Desember 2019 - 17:39 WIB
Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor tewas mengenaskan dihakimi warga setelah aksinya terperg...
Kecolongan, empat tahanan narkoba kabur dari tahanan Polresta Malang Kota
Senin, 09 Desember 2019 - 16:38 WIB
Sebanyak empat orang tahanan di Polresta Malang Kota kabur dari tahanan. Mereka ini masing-masing So...
Polda Jatim gerebek gudang perakitan senjata ilegal di Lumajang
Sabtu, 07 Desember 2019 - 19:15 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermaw...
Polisi Siak kejar perampok berpistol lukai satpam
Sabtu, 07 Desember 2019 - 16:55 WIB
Jajaran Kepolisian Resor Siak, Riau, tengah memburu kawanan perampok bersenjata api beraksi di Kecam...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once