Duet Didit dan Fandy besarkan platform di bisnis jastip
Elshinta
Selasa, 09 Juli 2019 - 14:26 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Duet Didit dan Fandy besarkan platform di bisnis jastip
Peluang usaha jastip sedang semarak/Foto: Dok. Elshinta

Elshinta.com - Kemudahan dalam berbelanja semakin lama semakin memanjakan konsumen. Pilihan berbelanja pun semakin banyak. Selain melalui online shop dan e-commerce, kini marak pula jasa titip yang bisa dilakukan oleh perorangan maupun melalui startup dan aplikasi. Salah satunya adalah HelloBly yang didirikan oleh Didit dan Fandy.

Didit mengatakan bahwa HelloBly adalah jasa titip yang cukup mudah antara penitip dan jasa penitipan. Para pengguna jasa titip ini hanya membuka aplikasi atau situs HelloBly, yang nantinya akan tersaji ragam penawaran barang yang dibelikan, baik itu barang di dalam negeri hingga luar negeri.

“HelloBly adalah sarana mempertemukan antara jasa penitip dan penitip barang. Bisa dengan media sosial untuk promosi. Dengan adanya fitur chatting ini agar mereka bisa melakukan obrolan. Selain itu, kami juga menggunakan fitur payment, yaitu mengecek siapa saja yang sudah bayar atau belum membayar. Kami akan mengecek keadaan barang dikirim kemana saja dan berapa ongkos kirimnya.”

Menurut Didit salah satu alasannya mendirikan HelloBly adalah belum adanya wadah yang menjembatani antara penitip dan pelaku jasa titip. Sebab masih banyak orang yang kesulitan jika ingin membeli barang yang tidak ada di situs belanja di Indonesia atau mencari barang yang susah untuk ditemukan.

Atas alasan itulah, Didit pun memutuskan untuk mengembangkan jastip ini. Sebenarnya aplikasi ini sudah dibuat sejak 3 tahun yang lalu, tetapi mereka mulai develop dan rilis versi Beta pada Januari 2018.

Lalu barang apa saja yang bisa dititipkan? Didit menerangkan bisa apa saja asalkan bukan barang terlarang dan berbahaya seperti senjata tajam atau narkoba. Rata-rata barang yang titip beli sangatlah beragam mulai dari makanan ringan, suplemen, mainan anak, fashion, hingga aksesori.

Fandy dan Didit menjelaskan, jika seseorag ingin menggunakan aplikasi milik mereka, maka user tersebut harus install terlebih dahulu dan melakukan register. Setelah itu user bisa memilih menjadi pelaku usaha jastip atau konsumen jastip.

Untuk menyakinkan penitip, Didit dan Fandy menganjurkan user mereka untuk menitip ke jastip-jastip yang sudah diverifikasi. “Jadi, kami bisa memverifikasinya sesuai identitas. Yang kedua adalah kami menjamin titipan aman sampai tujuan.”

Diakuinya, transaksi jastip ini akan terus berkembang seiring dengan berjalannya e-commerce.

Ia menambahkan, mereka menerapkan pendekatan dari sosialnya terlebih dulu. Jika  kompetitor lain fokus produk, mereka fokus dengan orangnya. Karena menurut mereka,  komunikasi dan hubungan personal dimana orang bisa menitip, mengobrol, melayani, dan rekomendasi yang ingin disentuh.

Saat ini total usernya mencapai 8.000 sampai 9.000 dengan total transaksi hingga 850.000 kali. Konsumen juga, dalam suatu ketika, bisa berperan sebagai pelaku jastip dadakan.

“Kami ada partner yang selalu mempromosikan dan merekomendasi. Nanti kemungkinan  akan ada freelance yang lebih banyak lagi. Selama ini penggunanya hanya di Indonesia. Meskipun kami juga bisa melakukan open jastip di luar negeri. Untuk negara di Asia seperti dari Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, dan lain-lain.”

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Startup asal Indonesia ini ikuti netpreneur training di markas Alibaba
Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:19 WIB
Program ini merupakan kerja sama dengan Kadin Indonesia dan didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekfraf)...
Hai pelaku startup! Ini 6 tips untuk menggaet dana dari investor
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:05 WIB
Saat membangun sebuah bisnis, termasuk perusahaan rintisan atau startup, tentu harus memikirkan baga...
Seperti apa prospek bisnis startup di masa depan? Ini kata Edvan M. Kautsar
Rabu, 17 Juli 2019 - 11:50 WIB
Membangun bisnis di bidang teknologi memiliki prospek yang amat sangat cerah di masa yang akan datan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV