Polisi periksa perusahaan terkait dugaan pencemaran limbah di Kotim
Elshinta
Rabu, 10 Juli 2019 - 07:52 WIB |
Polisi periksa perusahaan terkait dugaan pencemaran limbah di Kotim
Tim gabungan saat mengambil sampel air Sungai Sampit yang diduga tercemar limbah sawit untuk diperiksa, Minggu (7/7). Sumber Foto: https://bit.ly/2YPnafW

Elshinta.com - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai meminta keterangan saksi dalam penyelidikan dugaan pencemaran limbah sawit di Sungai Sampit yang meliputi Desa Pondok Damar dan Natai Baru Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

"Sudah ada dua orang yang kami mintai keterangan. Keduanya dari perusahaan," kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Achmat Budi Martono di Sampit, Rabu (10/7).

Budi belum banyak memberikan keterangan karena penelusuran ini sedang berlangsung. Polres Kotawaringin Timur (Kotim) dan Polsek Sungai Sampit berkoordinasi dalam menangani masalah ini.

Budi menjelaskan, Minggu (7/7) lalu, tim melakukan pengecekan informasi ditemukan ratusan ikan mati di tiga titik hulu Sungai Sampit di areal PT SKD dan PT Mustika Sembulu I.

Kegiatan itu dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Camat Mentaya Hilir Utara Samsurijal, Bhabinsa, jajaran Polsek Sungai Sampit, kepala Desa Pondok Damar dan Natai Baru, serta perwakilan perusahaan.

Saat itu dilakukan pengambilan sempel air di tiga titik sungai yang diduga tercemar limbah sawit oleh tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal Polres Kotawaringin Timur.

"Kita tunggu saja hasilnya seperti apa. Kami juga masih meminta keterangan saksi untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut," kata Budi, seperti dikutip Antara.

Dugaan pencemaran limbah di Sungai Sampit mencuat setelah warga menemukan ratusan ikan mati mendadak. Warga menduga kematian akibat sungai yang tercemar limbah pabrik perkebunan kelapa sawit yang ada di kawasan itu.

Warga menilai dugaan itu cukup kuat karena air sungai kini berubah menjadi hitam, diduga akibat tercampur limbah sawit. Hal itulah yang membuat masyarakat meminta polisi dan pemerintah daerah mengatasi masalah ini dan memprosesnya secara hukum.

Kejadian ini juga menjadi sorotan Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran. Dia bahkan mengaku sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan Kalimantan Tengah mengirim tim turun ke lapangan menyelidiki masalah itu.

"Kalau terbukti (pencemaran limbah perusahaan), kita lihat nanti seperti apa. Kalau bicara sanksi, sanksi itu bisa sampai pencabutan izin, bahkan pidana pun bisa. Tapi kita tunggu saja hasilnya dulu," kata Sugianto saat di Sampit kemarin.

Meski begitu, Sugianto meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan kepada pemerintah daerah dan aparat untuk menangani masalah ini. Semua pihak diminta menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim di lapangan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inovatif, Pemerintah puji pertanian berbasis pariwisata di Tabanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:45 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmi...
Mantan Menteri BUMN beri apresiasi Pertamina tanam 90.000 mangrove
Selasa, 20 Agustus 2019 - 10:26 WIB
Elshinta.com - Mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, memberi apresiasi kepada Pertamina terkait pel...
Dongkrak hasil produksi, petani bawang tanam demplot ramah lingkungan
Senin, 19 Agustus 2019 - 20:59 WIB
Elshinta.com - Petani bawang merah binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri memiliki pola ta...
Menteri LHK siapkan imbauan kemasan plastik sekali pakai
Senin, 19 Agustus 2019 - 19:10 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan saat ...
Siti Nurbaya: Karhutla masih bisa dikendalikan
Senin, 19 Agustus 2019 - 18:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyebutkan dari fl...
Tak pakai air PDAM, bisnis besar di Depok marak eksploitasi air tanah
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Manajer Marketing dan Juru Bicara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta, ...
Jonan minta lahan reklamasi Freeport ditanami tanaman keras
Senin, 19 Agustus 2019 - 11:27 WIB
Elshinta.com - Menutup rangkaian kunjungan kerjanya di PT Freeport Indonesia (PT FI) usai menjadi In...
Wali Kota Ambon ajak masyarakat sadar akan kebersihan laut
Senin, 19 Agustus 2019 - 06:52 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengajak seluruh masyarakat untuk lebih meningk...
Ekowisata Mangrove tingkatkan perekonomian masyarakat Pasir Putih
Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:11 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memiliki berbagai prog...
Condro Kirono: Kementerian dan lembaga yang tangani karhutla akan ditambah
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:40 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Condro Kirono mengatakan kementer...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)