Feny Mustafa, sukses di industri fesyen dengan berdayakan 2.000 karyawan
Elshinta
Kamis, 11 Juli 2019 - 10:08 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Feny Mustafa, sukses di industri fesyen dengan berdayakan 2.000 karyawan
Feny Mustafa, pemilik brand busana muslimah. Foto: elshinta/Reza

Elshinta.com - Feny Mustafa namanya. Dia adalah pendiri tiga brand busana muslim yang tersohor di Indonesia: Shafira, Zoya, dan Mezora. Dirinya menceritakan jika bisnisnya tersebut telah dirintis sejak masih duduk di bangku kuliah semester 6. Tepatnya Januari 1989 atau 30 tahun lalu.

Menurutnya, dirinya terinspirasi untuk menekuni bidang fashion, sebab di waktu itu masyarakat yang memakai busana muslimah masih belum banyak. Bahkan, kala itu memakai busana muslim cenderung terbatas. “Saya sudah memikirkan ini sejak akhir SMA, sampai masuk kuliah saya masih berpikir bagaimana caranya agar busana muslimah ini bisa diterima dan dihargai dalam kehidupan bermasyarakat. Nah, kala itu saya ada ide untuk membuat toko busana muslimah,” ucap Feny.

Lalu, lahirlah Shafira pada Januari 1989. Diakuinya, brand yang dirintisnya tersebut dikhususkan untuk menyasar pangsa pasar dari kelas menengah ke atas. Namun,belakangan banyak orang yang memberikannya masukan untuk membuat busana muslimah yang harganya terjangkau. Atas permintaan pasar, ia meresponnya dengan membesut brand baru, Zoya, pada 9 tahun lalu.

Feny menjelaskan, harga yang dibanderol untuk brand Shafira memang cukup tinggi karena pangsa pasarnya untuk kelas menengah ke atas. “Shafira ini untuk kalangan menengah ke atas sedikit, tidak atas sekali. Harganya dari Rp500 ribu sampai Rp2 juta-an. Meskipun ada juga yang harganya sampai Rp5 juta atau Rp15 juta, tapi itu sangat terbatas dan by order saja. Nah, untuk memenuhi permintaan kelas menengah, sembilan tahun lalu saya membuat brand Zoya yang harganya terjangkau.”

Termasuk untuk yang low, Feny Mustafa lalu mendebut brand ketiga bernama Mezora. Harganya relatif lebih terjangkau. Soal jenis busana yang dirilisnya cukup beragam, dari tunik, long dress, scarf, mukena, kerudung, baju koko dan lain-lain.

Sebagai pelaku usaha yang cukup berpengalaman di bidang fashion, Feny melihat jika prospek bisnis fashion pada dasarnya masih terbuka lebar. Berdasarkan pengamatannya, semakin hari masyarakat yang memakai busana muslimah, baik di Indonesia maupun di dunia, semakin banyak.

“Jadi kalau bicara soal peluang, masih cukup besar. Tidak hanya di Indonesia, sekarang kalau kita ke London, Rusia, Italia, atau Negara lainnya, rasanya semakin banyak orang yang berbusana muslimah,” ujarnya.

Menurut Feny, bisnis fashion adalah bisnis yang entry border-nya rendah. Artinya, siapa saja yang mau bisnis ini bisa masuk. Dirinya menyarankan, karena entry border yang rendah maka para pelaku usaha di bidang ini harus memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing.

“Kalau kita tidak punya keunggulan, kemungkinan besar tidak akan bisa survive karena memang para pemain di industri ini sangat banyak.”

Baca Juga: Belajar dari Valentina Meiliyana, si cantik yang jago berbisnis

Baca Juga: Kenalin! Ini Ryan dan Zai, duo milenial yang hasilkan omzet Rp100 juta dari jualan arum manis

Saat ini terkait produksi untuk ketiga brand-nya, kapasitasnya bisa mencapai hingga 1—2 juta per tahun. Untuk semua produknya, ia menggunakan bahan baku lokal. “Bahan baku seperti katun, polyspun, dan sifon kami beli di lokal,” ucapnya. Diketahui, saat ini Shafco, demikian nama perusahaannya, telah mempekerjakan sebanyak 2.000 karyawan.

Yang membanggakan, dengan kualitas yang dihadirkan, ketiga brand-nya mendapatkan respon positif dari para penggunanya. Hal itu bisa terlihat dari performa perusahaan yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Bahkan, saat ini Shafco sukses mempertahankan eksistensinya sebagai leader dalam muslim fashion industry.

Terkait persaingan yang semakin ketat dalam industri ini, ia melihatnya sebagai hal yang positif. Pelaku usaha busana muslimah yang semakin banyak juga diiringi dengan jumlah pemakai busana muslimah yang bertambah. “Pada dasarnya para pelaku usaha itu memiliki kesamaan, yakni sama-sama berdakwah agar masyarakat bisa menutup auratnya. Jadi saya tidak melihatnya sebagai kompetitor seperti dalam bisnis lainnya.”

Feny melanjutkan, “Tapi sebagai sebuah bisnis, tinggal bagaimana caranya agar omzet dan usaha yang dilakukan semakin diminati oleh pasar. Nah, itu harus ada usaha yang dilakukan agar produk yang dibuat bisa diminati. Bagaimana caranya agar konsumen bisa tertarik untuk membeli. Itu yang harus dilakukan!” imbuhnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, ia memulainya dari pemilihan bahan baku yang nyaman dipakai, lalu dari sisi desainnya yang harus menarik, warnanya, harganya yang cocok, sampai ke ukurannya. “Kalau semuanya cocok, insha Allah masyarakat akan membelinya. Tapi kalau salah satunya ada yang tidak cocok, misalnya, bahannya gak enak dipakai atau ukurannya yang gak cocok, ya gak akan dibeli.” Termasuk inovasi dalam desain juga perlu dilakukan.

Diketahui, saat ini showroom/outlet dari brand-brand-nya sudah menyebar di seluruh pelosok Tanah Air. Feny bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sehingga saat ini outletnya bisa berada di banyak daerah.

Ibu dua anak ini menjalankan roda bisnisnya secara professional. Hal itu bisa dilihat dari para karyawannya yang seluruhnya terdiri dari orang-orang professional. Bukan anak-anaknya ataupun saudaranya. Kedua anaknya pun tidak dipaksakan untuk bergabung dengan usaha yang telah dibesarkannya.

“Semua orang kan punya cita-cita, termasuk anak saya, dia punya cita-cita sendiri. Saya tidak bisa memaksakan kemauan saya kepada anak-anak. Terserah saja, mau bergabung atau tidak. Anak pertama saya sudah selesai kuliah dan mau buka bisnis sendiri, yang kedua baru mau kuliah,” katanya.

Sukses dengan bisnis fashion, Feny Mustafa pun melakukan beberapa ekspansi ke beberapa bidang non fashion. Dia menyebut, saat ini bidang bisnis yang juga dituruninya adalah properti, bisnis bakery sampai ke bisnis kecantikan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Naomi Susan ciptakan terobosan peluang bisnis di tengah pandemi
Minggu, 13 September 2020 - 10:37 WIB
Nama Naomi Susan memang identik dengan sebuah terobosan baru dalam menciptakan peluang usaha. Setela...
Nurlinda Dwi Sukti, dulu sales dealer motor kini jadi pengusaha beromzet ratusan juta
Minggu, 23 Agustus 2020 - 19:40 WIB
Namanya Nurlinda Dwi Sukti. Pebisnis kelahiran tahun 1993 asal Makassar ini memang sejak kecil sudah...
Inspirasi sukses Mega Dwi Cahyani, `artis TikTok` dengan 7,8 juta followers
Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:23 WIB
Wanita bernama lengkap Mega Dwi Cahyani kelahiran Purwodadi, 01 September 1999 ini dikenal sebagai s...
Rumus sukses dr Richard `Midas` Lee kembangkan bisnis kliniknya
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:40 WIB
dr. Richard Lee merupakan seorang inovator dalam dunia bisnis estetika. Dirinya sukses mengembangkan...
Chandra Setiawan Kusuma, anak muda beromzet Rp5 M setahun
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:17 WIB
Berawal dari perjalanannya menjadi reseller paket tour travel secara online, hingga di usianya yang ...
Kisah sukses entrepreneur muda Jenny Fransisca di bisnis digital
Senin, 13 Juli 2020 - 14:39 WIB
Jenny Fransisca namanya. Saat ini masih duduk di bangku SMA di Provinsi Aceh. Meski usianya masih be...
Jehian Panangian Sijabat, manager milenial bagi para influencer di luar negeri
Jumat, 10 Juli 2020 - 17:03 WIB
Kejeliannya dalam menagkap peluang bisnis di era digital patut diacungi jempol. Pria bernama lengkap...
Samuel Christ, YouTuber asal Makassar yang mendulang prestasi di Amerika
Jumat, 10 Juli 2020 - 13:17 WIB
Pria bernama lengkap Samuel Christ kelahiran Malang, 5 Mei 2000 ini dikenal sebagai konten kreator Y...
Carousel, berawal dari bisnis clothing kini ekspansi ke bisnis animasi dan konser musik
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:15 WIB
Carousel merupakan salah satu brand clothing di Indonesia yang menggunakan karakter hewan sebagai co...
Swain Mahisa Ardana, sukses berbisnis dan populer di dunia musik
Kamis, 18 Juni 2020 - 06:10 WIB
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, karier Swain Mahisa Ardana cukup mentereng. Soal talentanya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV