Panglima TNI ingatkan ancaman ladang ganja di perbatasan
Elshinta
Sabtu, 13 Juli 2019 - 06:31 WIB |
Panglima TNI ingatkan ancaman ladang ganja di perbatasan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sumber foto: https://bit.ly/2tSBFSi

Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada ratusan prajurit yang akan bertugas menjaga perbatasan terkait dengan ancaman ladang ganja, sehingga perbatasan menjadi perhatian prajurit untuk memitigasi masuknya barang-barang ilegal tersebut ke Indonesia.

"Kami terus melakukan analisa dan evaluasi semua yang terjadi di perbatasan, sehingga kami mendapatkan turunan dari pasukan yang sebelumnya di sana terkait dengan ancaman dan hambatan apa saja di wilayah sana," kata Panglima seusai melakukan pemeriksaan dan pengecekan kesiapan 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509/ Balawara Yudha yang akan bertugas dalam operasi Satgas Pamtas RI-Papua New Guinea di Kabupaten Jember, Jumat (12/7).

Ia menjelaskan ada beberapa evaluasi yang sudah dilaporkan terkait dengan kerawanan di perbatasan RI-PNG, khususnya adalah masalah sarana dan prasarana karena di sana medannya berbeda dengan kondisi yang ada di Pulau Jawa.

"Misalnya pakaian, perlengkapan, kemudian peralatan untuk patroli, dan radio karena medan di sana bukan medan datar tapi bergunung-gunung, sehingga upaya mereka membuat repreter dengan mobile," tuturnya, dikutip Antara.

Selain itu, lanjut dia, yang menjadi kendala adalah bagaimana setiap hari mendapatkan pasokan listrik karena para prajurit harus mengambil dari solar sel untuk dimasukkan ke aki, dan akinya juga harus memiliki kemampuan yang cukup panjang, sehingga kendala akan diupayakan untuk dilengkapi semuanya.

"Untuk Kabupaten Pegunungan Bintang memang daerah yang paling rawan dan terjadi perang antarsuku di sana, sehingga prajurit terus diberikan informasi intelijen terkait banyak hal dan mereka akan terus bekerja sama dengan kepolisian apabila mendapatkan ancaman-ancaman tersebut," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sosialisasi Satlantas dengan imbuan kekinian
Senin, 27 Januari 2020 - 18:26 WIB
Satlantas Polres Sukoharjo, Jawa Tengah memasang baliho unik sasar milenial guna menekan angka kecel...
Panglima TNI katakan pembentukan tiga satuan baru wujud TNI yang adaptif
Jumat, 24 Januari 2020 - 08:48 WIB
Pembentukan tiga satuan baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni Komando Operasi K...
Satgas Yonif 755 Kostrad dukung ketahanan pangan dengan kearifan lokal
Kamis, 23 Januari 2020 - 20:34 WIB
Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 755/Yalet/20/3/Kostrad mendukung kegiatan warga dalam...
Anggota DPR: Perlu ketegasan sikap soal Natuna
Selasa, 21 Januari 2020 - 16:46 WIB
Masuknya kapal Tiongkok ke laut Natuna menjadi permasalahan besar dalam pandangan ancaman kedaulata...
Belum ada keputusan Presiden soal WNI teridentifikasi teroris
Selasa, 21 Januari 2020 - 13:32 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara mengatakan, belum ada keputusan dari Presiden Joko Widodo ...
Susi Pudjiastuti angkat bicara soal sengketa Natuna
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:38 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menegaskan, politisi memiliki per...
Prabowo klaim tak hanya Tiongkok yang melanggar wilayah Indonesia
Selasa, 21 Januari 2020 - 06:55 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, tidak hanya Tiongkok, ada beberapa negara lain yang ...
Kapolres Indramayu minta Bhabinkamtibmas pahami tugas
Senin, 20 Januari 2020 - 19:14 WIB
Kapolres Indramayu, Jawa Barat, AKBP Suhermanto memberikan pembinaan dan pelatihan teknis bagi anggo...
Dandim 0705/Magelang lepas anggota pindah satuan baru
Senin, 20 Januari 2020 - 16:27 WIB
Tiga personel Kodim 0705/Magelang, dilepas untuk bergabung dalam Satgaster tahun 2020. Ketiganya aka...
Buruh demo tolak RUU Omnibus Law, Polda Metro siagakan 6.013 polisi
Senin, 20 Januari 2020 - 14:16 WIB
Polda Metro Jaya menerjunkan 6.000 personel gabungan untuk mengamankan unjuk rasa menolak Rancangan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV