Masyarakat diimbau hindari bangunan retak akibat gempa di Halmahera
Elshinta
Senin, 15 Juli 2019 - 10:05 WIB |
Masyarakat diimbau hindari bangunan retak akibat gempa di Halmahera
Ilustrasi - Warga panik dan berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa di Labuha, Halmahera Selatan, Malut. Sumber foto: https://bit.ly/2XOqoic

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan menghindari bangunan yang retak atau rusak karena dikhawatirkan masih terjadi gempa susulan dengan kekuatan signifikan.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Senin (14/7).

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga Senin, pukul 05.00 WIB mencatat 61 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,8 dan magnitudo terkecil 3,1 Sebanyak 28 gempa di antaranya dirasakan guncangannya oleh masyarakat.

Sesuai dengan peta tingkat guncangan (shake map) yang dikeluarkan BMKG, dalam waktu kurang dari 30 menit setelah gempa dapat diketahui bahwa gempa Halmahera Selatan berpotensi merusak. Dalam peta shake map BMKG tampak bahwa di zona gempa dan sekitarnya, guncangan mencapai warna kuning hingga kecokelatan yang artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VII-VIII MMI.

Intensitas gempa sebesar itu dapat terjadi kerusakan dalam tingkat sedang hingga berat. Estimasi model ternyata benar, karena berdasarkan laporan terbaru menunjukkan bahwa gempa yang terjadi itu menimbulkan banyak kerusakan bangunan rumah. Tercatat sedikitnya 160 bangunan rumah mengalami kerusakan. "Mengingat banyak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Daryono, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Guguran batu lava panas Gunung Karangetang, 17 KK diungsikan
Senin, 26 Agustus 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) di Kampung Winangun Lindongan II, Kecamatan Siau, ...
Warga Lampung mulai alami krisis air bersih
Senin, 26 Agustus 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Sebagian warga di Kecamatan Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji Provi...
26 Agustus 1883: Dahsyatnya letusan Gunung Krakatau
Senin, 26 Agustus 2019 - 06:19 WIB
Elshinta.com - Pada Minggu 26 Agustus 1883, pukul 12.53, Gunung Krakatau meletus dengan daya ledaka...
Tim gabungan distribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Padang
Minggu, 25 Agustus 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Hari kedua, pendistribusian air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan di Kot...
Warga terdampak kekeringan di Padang mendapat bantuan air bersih
Minggu, 25 Agustus 2019 - 08:39 WIB
Elshinta.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan ...
Kekeringan, warga Gorontalo Utara minta bantuan air bersih
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 21:57 WIB
Elshinta.com - Warga Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berharap pemerintah daerah (Pemda) member...
Musim kemarau, warga Purwakarta krisis air bersih
Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Kekeringan telah melanda sejumlah kecamatan di Purwakarta dan telah berdampak warga ...
TNI-Polri dan BNPB pantau Karhutla Gunung Ciremai dari udara
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:38 WIB
Elshinta.com - Pasca terjadinya karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) wilayah K...
Gunung Merapi luncurkan awan panas sejauh 900 meter
Kamis, 22 Agustus 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungk...
Belasan kecamatan di Lebak terdampak kekeringan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan akibat kemarau panjang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)