Cleosent Randing: Untuk berhasil dalam bisnis itu tidak harus pintar, tapi…
Elshinta
Senin, 15 Juli 2019 - 09:35 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Cleosent Randing: Untuk berhasil dalam bisnis itu tidak harus pintar, tapi…
Cleosent Randing. Foto: elshinta.com/Reza

Elshinta.com - Cleosent Randing, pria kelahiran Jakarta, 27 Maret 1987 ini memiliki catatan gemilang sebagai seorang pengusaha. Berpengalaman di bidang digital marketing, contact center, asuransi, dan e-commerce, Cleo, demikian sapaannya, saat ini mendirikan Valuklik yang memiliki tujuan dalam membantu perusahaan mencapai laba tertinggi melalui digital marketing.

Alumni dari Simon Fraser University, Vancouver, Kanada (2009) ini, mulai membangun bisnisnya pada akhir 2012. “Saya awalnya tidak mengerti juga apa itu digital marketing, sebab saat itu dunia digital masih baru di Indonesia. Atas saran teman, dibuatlah sebuah bisnis yang dibutuhkan oleh para pelaku e-commerce, salah satunya digital marketing ini,” ucap Cleo.

Diketahui, pada waktu itu memang belum ada pelaku usaha yang bergerak di bidang ini. Namun Cleo sudah bisa mengendus jika marketing digital ini akan ada demand-nya. Sebabnya, orang sudah mulai bergerak ke digital meskipun masih terbatas. “Saya melihat kebutuhan perusahaan yang mau mengembangkan ke digital meskipun spendingnya masih sangat kecil. Waktu itu saya yakin digital ini akan berkembang. Semua perusahaan pasti akan perlu digital,” ujarnya.

Hal itu terbukti hari ini, banyak perusahaan raksasa yang spending ke digitalnya sangatlah besar. Dirinya menyebut, jika dulu hanya di angka ratusan juta, sekarang pengeluaran perusahaan sudah di angka Rp60-70 miliar. Beberapa klien Valuklik saat ini terdiri dari perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional.   

Menurut Cleo, saat ini penggunaan digital berada di angka 30% dari waktu seseorang. Dengan kata lain, 30% waktu seseorang itu dihabiskan di dunia digital, dari browsing, chatting, dan lainnya.

Nah, peluang inilah yang dimanfaatkan serius oleh Cleo untuk menggeber Valuklik menjadi perusahaan terkemuka di bidang marketing digital. “Saya percaya membangun bisnis itu ada naik dan turun. Tapi terjun dengan industri yang tepat itu sangat membantu pada kesuksesan. Sebab kita jadi punya kesempatan untuk bertarung di bidang tersebut.”

Dirinya melihat jika prospek digital ini sangat besar sekali. Bahkan, industri yang masih baru ini ke depan akan terus mengalami pertmbuhan. Saat ini pengguna digital di Tanah Air sudah lebih dari 100 juta orang. Melalui smartphone yang dimilikinya, masyarakat Indonesia umumnya sudah memiliki akses ke internet.

Di tengah kilau digital yang terjadi, Cleo juga tak menampik banyaknya tantangan yang menerjangnya. Apalagi saat ini semua orang tahu potensi digital sehingga banyak orang masuk ke digital yang menyebabkan persaingan semakin ketat. “Semua fase pasti punya tantangan sendiri. Tapi pada akhirnya kami bertumbuh dengan kecepatan rata-rata, dimana kami secara advertising nomor 2 di Indonesia. Kami berhasil mengubah setiap tantangan menjadi opportunity.”

Baginya, hadirnya tantangan merupakan sesuatu yang positif. Sebab dengan tantangan akan mengasah dirinya untuk menjadi ‘petarung’ yang kuat dibandingkan dengan tidak ada tantangan sama sekali. Tantangan akan membuat seseorang terbiasa dengan kompetisi.

Demi meningkatkan performa perusahaan, pada 2017 Valuklik merger dengan Dentsu Aegis Netwok sebagai salah satu perusahaan konglomerasi advertising terbesar di Asia. Dalam naungan Dentsu, Cleo berharap perusahaan yang digawanginya bisa semakin berkembang dan berkibar di ranah global. 

Terkait persaingan yang semakin ketat, dimana tumbuh banyak agency dan perusahaan digital marketing serupa, Valuklik memilih fokus pada penguatan performa melalui analitik. Dirinya meyakini jika digital marketing itu bukan hanya soal suka atau tidak, tapi efektif atau tidak. “Nah, soal sebuah iklan efektif atau tidak, caranya bisa diukur dengan data. Inilah yang membedakan kami dengan yang lain,” sebut Cleo lagi.

Cleo juga menyebut jika Valuklik lebih banyak scientist-nya daripada advertise-nya. Namun sebagai perusahaan yang bergerak di advertising, dibawah grup besar Dentsu, klien yang dibantunya sudah mencapai ratusan perusahaan besar dan berskala global.

Meskipun klien yang saat ini dijaringnya berasal dari perusahaan-perusahaan besar, tapi secara pribadi Cleo sebenarnya tertarik juga dengan UKM. Tak menutup kemungkinan Valuklik juga bisa bersinergi dengan berbagai pihak untuk membangun UKM yang lebih baik. 

Baca juga: Feny Mustafa, sukses di industri fesyen dengan berdayakan 2.000 karyawan

Baca juga: Dear pengusaha, mau sukses dalam berbisnis? Ini saran dari Ilham Habibie 

Cleo yang memiliki passion kuat di teknologi, saat membangun Valuklik juga diawali dengan 2 karyawan. Sebagai startup, tak mudah juga untuk berkembang, dirinya harus berjuang dan bersusah payah untuk membangun bisnisnya.

“Mulainya susah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi buat saya, saat semuanya sulit, kemampuan untuk bangkit itu penting. Kalau jatuh 10 kali, ya bangkit 11 kali. Nangis karena gagal boleh beberapa jam, tapi setelahnya bangkit lagi,” urainya.  

Selama lebih dari 6 tahun perjalanan Valuklik banyak kisah suka duka yang dialaminya. Diakuinya, dalam rentang waktu tersebut, kegagalan sudah menjadi makanan sehari-hari. Jatuh-bangun, kehilangan klien besar, hingga kehilangan tim adalah beberapa di antara cerita duka dalam berbisnis.  

Bagi Cleo, kegagalan itu perlu dijalani oleh pelaku usaha. Suka dan duka itu adalah sesuatu yang normal. Sebab dibalik suka ada duka, demikian sebaliknya. “Kerja saja kan tidak selamanya siang, tapi ada sore, ada malam. Saya hanya berdoa untuk meminta keadaan terbaik, minta diperkuat dalam menghadapi setiap tantangan dan kegagalan sehingga punya daya juang yang lebih baik.”

Atas keberhasilannya di bidang digital marketing, Cleosent Randing meraih penghargaan bergengsi sebagai Entrepreneur of The Year 2018 kategori teknologi dan digital dari Ernst and Young.  

“Saya tidak menyangka bakal mendapat penghargaan sebesar itu. Saya masuk ke bidang ini pun tidak tahu apa-apa, tidak kenal siapapun, mulai dengan modal terbatas, karyawan terbatas, tapi inilah bukti jika Indonesia memiliki potensi yang besar dan ke depan pasti akan lebih baik. Sebuah anugerah karena saya  dikelilingi oleh teman, keluarga, dan klien yang banyak membantu dan mendukung di setiap kegagalan,” katanya.

Dalam berbisnis Cleo pun merasa lebih banyak gagalnya dibandingkan dengan berhasilnya. “Tapi lebih baik belajar dari kegagalan daripada belajar dari keberhasilan,” imbuh dia.

Dirinya juga tak sungkan membagi kiat usahanya. Menurutnya, kiat dalam berwirausaha itu ada tiga hal. Pertama, jangan menyerah. Tantangan itu pasti ada dan banyak sekali, tapi jangan pernah menyerah sebab pertandingan itu belum berakhir. “Gagal itu biasa tapi jangan merasa jadi orang gagal,” ungkapnya.

Kedua, membangun tim yang baik itu penting. Termasuk Valuklik yang tidak punya asset apapun, dan asset terbesarnya adalah timnya. Ketiga, kasih lebih sedikit buat diri sendiri, kasih lebih banyak buat orang lain, pasti cukup buat semua.

“Terkadang kita banyak yang berpikir, kita fokus merebutkan makanan yang ada di satu meja, padahal kita sedang berada di Hanamasa, dimana apapun boleh diambil bebas. Kesempatan bisnis di luar itu lebih besar, jangan berkelahi merebutkan makanan dalam meja. Nah, dengan berpikir demikian ternyata peluang jadi lebih banyak.”

Satu hal lagi, carilah bisnis yang peluangnya besar dengan pemain yang tidak terlalu banyak. Ibarat bermain layang-layang, carilah lapangan yang anginnya besar. “Kalau anginnya besar, meskipun kita tidak mengerti bagaimana menerbangkan layang-layang, pasti akan bisa terbang juga. Demikian juga dengan bisnis. Awalnya saya tidak mengerti apapun soal digital, tapi karena anginnya banyak, akhirnya bisa juga.”

Ke depan ia bermimpi untuk menjadikan Valuklik lebih baik lagi sehingga berdampak positif bagi banyak orang. Sebagaimana pohon, ia berharap agar perusahaan yang dibangunnya bisa terus tumbuh dan mengayomi banyak orang. “Saya ingin agar perusahaan ini menjadi yang terdepan bukan hanya di Indonesia tapi di Asia Tenggara. Mimpi saya, Valuklik menjadi perusahaan digital marketing yang menjadi kebanggaan negeri ini.”

“Untuk berhasil di bisnis, you tidak harus pintar, tapi perlu cukup pintar untuk mengetahui  bahwa you itu gak pintar. Dengan demikian, kita bisa ajak orang pintar untuk membantu bisnis kita agar meraih sukses. Saya juga merasa tidak pintar-pintar amat. Dalam bisnis, baik-buruknya pasti ada, jalani sebaik yang kita bisa,” demikian Cleo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dibantu UMKM usAHA, Sugeng lunasi cicilan gerobak
Jumat, 01 Oktober 2021 - 11:44 WIB
Sugeng Wahyudi (32), salah satu warga Solo, Jawa Tengah terdampak pademi Covid-19 merasa lega. Sejak...
Naomi Susan ciptakan terobosan peluang bisnis di tengah pandemi
Minggu, 13 September 2020 - 10:37 WIB
Nama Naomi Susan memang identik dengan sebuah terobosan baru dalam menciptakan peluang usaha. Setela...
Nurlinda Dwi Sukti, dulu sales dealer motor kini jadi pengusaha beromzet ratusan juta
Minggu, 23 Agustus 2020 - 19:40 WIB
Namanya Nurlinda Dwi Sukti. Pebisnis kelahiran tahun 1993 asal Makassar ini memang sejak kecil sudah...
Inspirasi sukses Mega Dwi Cahyani, `artis TikTok` dengan 7,8 juta followers
Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:23 WIB
Wanita bernama lengkap Mega Dwi Cahyani kelahiran Purwodadi, 01 September 1999 ini dikenal sebagai s...
Rumus sukses dr Richard `Midas` Lee kembangkan bisnis kliniknya
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:40 WIB
dr. Richard Lee merupakan seorang inovator dalam dunia bisnis estetika. Dirinya sukses mengembangkan...
Chandra Setiawan Kusuma, anak muda beromzet Rp5 M setahun
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:17 WIB
Berawal dari perjalanannya menjadi reseller paket tour travel secara online, hingga di usianya yang ...
Kisah sukses entrepreneur muda Jenny Fransisca di bisnis digital
Senin, 13 Juli 2020 - 14:39 WIB
Jenny Fransisca namanya. Saat ini masih duduk di bangku SMA di Provinsi Aceh. Meski usianya masih be...
Jehian Panangian Sijabat, manager milenial bagi para influencer di luar negeri
Jumat, 10 Juli 2020 - 17:03 WIB
Kejeliannya dalam menagkap peluang bisnis di era digital patut diacungi jempol. Pria bernama lengkap...
Samuel Christ, YouTuber asal Makassar yang mendulang prestasi di Amerika
Jumat, 10 Juli 2020 - 13:17 WIB
Pria bernama lengkap Samuel Christ kelahiran Malang, 5 Mei 2000 ini dikenal sebagai konten kreator Y...
Carousel, berawal dari bisnis clothing kini ekspansi ke bisnis animasi dan konser musik
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:15 WIB
Carousel merupakan salah satu brand clothing di Indonesia yang menggunakan karakter hewan sebagai co...
Live Streaming Radio Network