Jatuh bangun, suami istri ini sukses produksi ribuan seprai, pasarnya nasional
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 10:05 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Jatuh bangun, suami istri ini sukses produksi ribuan seprai, pasarnya nasional
Pasangan suami istri, Muhammad Taufik dan Rahma Kesuma Sari. Foto: elshinta/Reza

Elshinta.com - Muhammad Taufik dan istri, Rahma Kesuma Sari, memulai bisnisnya sejak 2010. Ketika itu Rahma mengidap pilek yang tak kunjung sembuh. Padahal, ia sudah melakukan beragam pengobatan. Atas konsultasi pada dokter, dirinya menemukan penyebabnya, yakni alergi terhadap debu yang beterbangan.

Ternyata, dengan menggunakan seprai waterproof, debu yang timbul dari kasur bisa diredam. “Awalnya saya beli dari orang. Karena ini bermanfaat, saya ikut bantu menjualkan. Dengan semakin banyak pesanan, kami memutuskan untuk produksi sendiri,” katanya.

Sebelumnya, ia juga pernah menjalani beberapa bisnis yang berujung dengan kegagalan. Misalnya, ia pernah berbisnis mainan anak, tapi cerita akhir dari bisnisnya itu, ia harus rela menutup bisnis tersebut hingga kemudian dipertemukan dengan bisnis seprai.

Terkait bisnis seprai, diungkap Rahma, saat itu pelaku usaha yang memproduksi seprai ini masih terbilang sangat jarang. Adapun perbedaan dengan seprai lain, bahan bakunya selain mengandung lapisan katun dan polyester, juga terdapat lapisan lateks yang mampu menahan debu dan air tembus ke dalam kasur atau sebaliknya. “Kainnya sih sama dengan seprai pada umumnya, hanya ada lapisan lateks-nya saja,” tukasnya.

Diakui Taufik, saat ini perkembangan bisnisnya cukup stabil, ditengah gempuran kompetitor yang semakin banyak. Diketahui, saat ini pelaku usaha yang memproduksi seprai serupa sudah semakin banyak. “Tapi alhamdulillah kami masih bisa stabil. Kami dibantu oleh para agen dan reseller yang tersebar di berbagai daerah,” ujarnya.

Dengan kapasitas produksi hingga ribuan pieces setiap bulannya, ia memproduksi seprai dengan beragam ukuran dari 90 x 200 – 200 x 200. Berbasis online, marketnya saat ini sudah nasional dengan produk terjual rata-rata mencapai 80% setiap bulannya. “Market kami banyak di luar Jawa, sebab reseller kami banyak disitu. Dalam penjualan ini kami tak cantumkan label, sehingga para reseller bisa membuat label sendiri.”

Terkait corak dan motif yang dihadirkan, umumnya seprainya bermotif abstrak. Semua motifnya pun limited edition. “Motifnya ganti-ganti terus, tergantung bahan baku yang ada. Tidak akan ada motif yang sama di waktu selanjutnya,” ucap Rahma.

Sepanjang keduanya berbisnis seprai waterproof ini, ia bersyukur karena banyak menerima testimoni positif dari keluarga yang terbantu dengan produknya. Terutama dari para ibu rumah tangga yang memiliki bayi atau para manula. Seprainya juga banyak dipakai sejumlah perusahaan seperti hotel, spa, hingga pondok pesantren. “Para mahasiswa juga banyak yang pakai, sebab perawatannya sangat mudah.”

Untuk bahan baku, selama ini ada supplier yang menyetoknya. Bahan yang digunakan pun ada yang lokal dan impor dari Korea. “Karakteristik konsumen ini beragam, ada yang ingin bahannya adem, ada juga konsumen yang ingin agar seprainya gampang dilap. Untuk itu kami punya dua jenis bahan, kalau yang ingin adem, kami pilihkan bahan yang kandungan katunnya lebih banyak.”   

Baca juga: Johanes Paulus, produksi puluhan ribu payung dengan pasar hingga ke Maldives

Selain berkembang di pasar luar Jawa, di ibu kota juga sebenarnya penjualannya cukup baik. Hanya saja, untuk pasar dalam kota, karakteristik pembelinya, jika membeli ingin bisa cepat sampai. “Nah, kami fasilitasi dengan ojek online. Sebab berbasis online, kami jual produknya melalui media sosial seperti Instagram, juga melalui berbagai marketplace,” sahut Taufik.

Dengan respon pasar yang cukup baik, ke depan dirinya ingin agar seprai ini bisa lebih dikenal luas, tidak hanya di pasar dalam negeri tapi juga meluas ke pasar mancanegara. Untuk penggunaan sendiri (end user), sebenarnya produknya sudah mulai masuk ke Malaysia. “Tapi hanya pribadi, kami belum ada reseller di luar negeri,” akunya.

Ekspansi ke Fashion

Sukses dengan bisnis seprai, kini Taufik dan Rahma mulai menyasar bisnis lain di industry fashion. Menurutnya, industry fashion lebih menantang dibanding seprai. Sebab, perubahan model, bahan, dan lainnya sangat dinamis. “Demikian juga dengan persaingan, sangat ketat sekali.”

Taufik memasuki bisnis ini sejak 2014 dengan membangun brand Din Hijab dan Zaynab. Dirinya tertarik memasuki bisnis fashion, sebab tren busana muslimah (syar’i) yang semakin banyak. Di bisnis, meskipun tensi persaingan tinggi, tapi sekali lagi, Taufik dan Rahma bisa membuktikan diri bisa lolos dari gelombang persaingan yang besar.  

Bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia bisnis, Taufik memberikan kiat suksesnya. Menurutnya, yang terpenting adalah produk yang dihadirkan harus memiliki nilai manfaat. Kedua, seorang pengusaha juga harus memiliki leadership agar bisa berkembang. Lalu, tujuan usaha juga harus diperjelas; hanya untuk kita saja atau untuk kepentingan orang lain juga. “Semakin kita sukses, seharusnya kita semakin bisa membantu lebih banyak orang,” demikian Taufik.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jejak sukses BeaconCream, Youtuber gaming dengan 2,57 juta subscriber
Kamis, 25 Juni 2020 - 06:42 WIB
Namanya Nelson Wijaya Putra. Ia adalah pemilik channel YouTube gaming populer BeaconCream. Milenial ...
Ramadan brand berbagi tebarkan virus kebaikan di tengah pandemi
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:02 WIB
Meski Ramadan tahun ini diwarnai dengan wabah pandemi, tapi semangat berbagi kebaikan kepada mereka ...
Angkat produk lokal, Kemenkop UKM gandeng artis Raffi Ahmad
Rabu, 04 Maret 2020 - 11:24 WIB
Raffi ingin mengajak pelaku UMKM khususnya yang muda-muda ini mengikuti dan menggunakan digital seb...
Dear UKM! Ini pentingnya mendefinisikan bisnis Anda
Rabu, 12 Februari 2020 - 14:15 WIB
Mendefinisikan bisnis Anda itu penting karena hal itu mencakup gerak langkah yang akan Anda lakukan ...
Cari nama brand yang jitu untuk memikat pasar, bagaimana caranya?
Jumat, 07 Februari 2020 - 10:32 WIB
Brand adalah sebuah identitas penting bagi sebuah produk. Namun tak jarang para pelaku usaha seringk...
Trik bisnis kuliner, kedepankan variasi hidangan atau suasana?
Kamis, 06 Februari 2020 - 15:15 WIB
Bisnis kuliner adalah bisnis selera. Atas dasar itu, sangat disarankan, sekalipun menu kuliner Anda ...
Soal modal dan SDM yang sering jadi masalah dalam bisnis
Selasa, 28 Januari 2020 - 12:33 WIB
Dalam bisnis, peranan SDM cukup berpengaruh karena pemahaman SDM-lah yang menjadi scrub dan gigi unt...
Pengusaha Asep Sulaeman: Doa bersama di lokasi tambang akan jadi agenda rutin
Minggu, 26 Januari 2020 - 09:51 WIB
SEAM Group menggelar sebuah acara di salah satu site milik mereka yaitu site MP (Marwan Putra). Mena...
Santripreneur, program Kemenperin cetak wirausaha muda baru di lingkungan pesantren
Kamis, 23 Januari 2020 - 10:06 WIB
Kementerian Perindustrian berhasil mencetak wirausaha industri baru dari lingkungan pondok pesantre...
Ikuti tren bisnis, jangan sekadar meniru tapi lakukan juga…
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:07 WIB
Tren dalam bisnis itu penting, karena hal itu menunjukkan arah orientasi kegandrungan konsumen kalau...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV