Tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Blitar beri edukasi warga Pesisir Selatan
Elshinta
Kamis, 18 Juli 2019 - 18:17 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Blitar beri edukasi warga Pesisir Selatan
Sumber Foto: Humas BNPB

Elshinta.com - Roda mini bus dan kendaraan patwal rombongan Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 BNPB terus melaju menuju ke barat. Dalam enam hari, sudah lima kabupaten dan 412 kilometer jarak yang ditempuh. Kini rombongan singgah di Kabupaten Blitar, Jawa Timur selama dua hari sejak Rabu (17/7).

Birunya air Waduk Karangkates menyambut iring-iringan mobil Destana Tsunami 2019 BNPB yang sekaligus tanda bahwa rombongan telah memasuki wilayah 'Bumi Bung Karno' setelah dua jam meninggalkan Malang pada hari pertama.

Di tepi bendungan, bendera Pataka diserahterimakan oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang kepada Blitar yang disaksikan oleh Kepala Sub Direktorat Peran Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Ketua Tim Ekspedisi Destana Tsunami 2019, Drs. Pangarso Suryotomo.

Bendera Pataka kemudian diarak menuju Kota Blitar dan singgah di Kampung Coklat sebagai bagian dari acara penyambutan oleh Bupati Blitar beserta jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M mengucapkan selamat datang dan berterima kasih kepada rombongan yang membawa misi kemanusiaan bagi Blitar sebagai 'Bhumi Eka Tantra'. 

Menurut Bupati Rijanto, Blitar memang daerah yang dikepung oleh ancaman bencana mulai dari gunungapi, kekeringan, gempa dan tsunami. Oleh karena itu, bupati sangat mengapresiasi upaya BNPB dalam mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan di wilayahnya.

"Blitar punya (gunungapi) Kelud, saat kemarau juga kekeringan, belum lagi (Blitar) juga berbatasan langsung dengan Laut Selatan yang memiliki potensi terkena tsunami. Saya sangat berterima kasih kepada BNPB semoga misi kemanusiaan ini bisa menyelamatkan banyak warga kami dan wilayah lain dari bencana," kata Rijanto dalam sambutan, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Usai mengukuti kegiatan penyambutan tersebut, rombongan beranjak menuju ke Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto sebagai titik lokasi koordinasi Destana Tsunami 2019 BNPB. Tenda-tenda bertuliskan 'BNPB' sudah disiapkan di halaman balai desa. Rombongan dijadwalkan rehat pada hari pertama untuk kemudian melanjutkan kegiatan di hari kedua.

Halaman Balai Desa Tambakrejo mulai dipenuhi warga, perwakilan perangkat desa dan para relawan sekitar pukul 08.30 WIB. Delapan mobil minibus juga sudah siap mengantar para relawan untuk mencapai desa-desa yang menjadi lokasi penyuluhan dan edukasi bencana di hari kedua, Kamis (18/7).

Ada delapan titik lokasi yang menjadi sasaran tim relawan Destana Tsunami 2019, di antaranya; Desa Tambakrejo, Pantai Tambak, Desa Jolosutro, Desa Bululawang, Desa Tumpak Oyot, Pantai Serang, Desa Tumpak Kepo dan Desa Sumbersih.

Tim HUMAS BNPB mengikuti kegiatan relawan di Pantai Tambak. Kawasan wisata ini selalu ramai setiap akhir pekan dan libur nasional. Pantai Tambak juga terdapat pasar ikan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang selalu ramai tiap pagi.

Pantai Tambak dipilih sebagai lokasi penyuluhan dan edukasi bencana mengingat wilayah ini memiliki riwayat pernah dihantam tsunami pada 1994, sebagai perluasan gelombang air dari tsunami Pancer di Banyuwangi. Dari peristiwa itu dilaporkan satu orang meninggal dunia.

Simon, mantan nelayan Tambakrejo mengenang peristiwa itu dalam ingatannya. Pria berusia 55 tahun itu tahu persis tentang tsunami 1994 karena satu-satunya korban adalah kerabatnya sendiri. "Korbannya bernama Daman, dan itu masih kerabat saya. Dia dulu ditemukan tersangkut di semak tebu dekat muara dalam keadaan meninggal. Dia kena tsunami saat mancing. Sekitar jam 02.00 dini hari," kenang Simon.

Simon yang telah berenti melaut sejak 2007 itu mendapat hikmah dari mendiang kerabatnya. Kini ia membuka warung makan ikan bakar di Pantai Tambak bersama istrinya.

Tepat sekitar 50 meter dari warung Simon, Tim Destana Tsunami 2019 memasang rambu peringatan daerah rawan tsunami. Pemasangan itu dilakukan oleh sejumlah relawan dari BPBD Kabupaten Blitar, Tim Radio Penduduk Indonesia (RAPI), Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana dan perwakilan BNPB.

Dengan papan peringatan tersebut, Simon dan warga sekitar serta pengunjung Pantai Tambak bisa lebih mengenal akan ancaman gempa dan tsunami sekaligus mengetahui apa yang harus dilakukan saat tanda bahwa bencana itu akan datang.

BNPB melalui Ekspedisi Destana Tsunami 2019 berkomitmen penuh untuk memberikan edukasi kepada warga desa yang berada pada daerah rawan bencana di pesisir selatan Pulau Jawa. Kegiatan ini tidak untuk menakut-nakuti tetapi murni sebagai edukasi dan pemecahan solusi. Kegiatan di Blitar sukes dengan hasil maksimal dan berikutnya tim akan melanjutkan misi kemanusiaan ke Kabupaten Tulungagung esok hari.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Guguran batu lava panas Gunung Karangetang, 17 KK diungsikan
Senin, 26 Agustus 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) di Kampung Winangun Lindongan II, Kecamatan Siau, ...
Warga Lampung mulai alami krisis air bersih
Senin, 26 Agustus 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Sebagian warga di Kecamatan Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji Provi...
26 Agustus 1883: Dahsyatnya letusan Gunung Krakatau
Senin, 26 Agustus 2019 - 06:19 WIB
Elshinta.com - Pada Minggu 26 Agustus 1883, pukul 12.53, Gunung Krakatau meletus dengan daya ledaka...
Tim gabungan distribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Padang
Minggu, 25 Agustus 2019 - 11:39 WIB
Elshinta.com - Hari kedua, pendistribusian air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan di Kot...
Warga terdampak kekeringan di Padang mendapat bantuan air bersih
Minggu, 25 Agustus 2019 - 08:39 WIB
Elshinta.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan ...
Kekeringan, warga Gorontalo Utara minta bantuan air bersih
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 21:57 WIB
Elshinta.com - Warga Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berharap pemerintah daerah (Pemda) member...
Musim kemarau, warga Purwakarta krisis air bersih
Jumat, 23 Agustus 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Kekeringan telah melanda sejumlah kecamatan di Purwakarta dan telah berdampak warga ...
TNI-Polri dan BNPB pantau Karhutla Gunung Ciremai dari udara
Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:38 WIB
Elshinta.com - Pasca terjadinya karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) wilayah K...
Gunung Merapi luncurkan awan panas sejauh 900 meter
Kamis, 22 Agustus 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungk...
Belasan kecamatan di Lebak terdampak kekeringan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan akibat kemarau panjang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)