Duh! Harga meroket, petani cabai di lereng Gunung Slamet malah merugi
Elshinta
Kamis, 18 Juli 2019 - 18:47 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Duh! Harga meroket, petani cabai di lereng Gunung Slamet malah merugi
Salah satu petani cabai di lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sedang memetik cabai. Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Petani cabai di lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengalami gagal panen. Musim kemarau sejak dua bulan terakhir, membuat tanaman cabai mengering.

Sumarmo, salah satu petani cabai di Desa Pagenteran mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah, kerugian mencapai 50 persen dari modal yang dikeluarkannya. walaupun harga cabai di tingkat petani saat ini meroket hingga tembus harga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

“Namun, saya tidak diuntungkan dengan mahalnya harga cabai tersebut. Karena, hasil penjualan tidak bisa menutup biaya tanam,” ujarnya kepada Kontributor Elshinta Eka Susanti, Kamis (18/7).

Katanya, akibat musim kemarau dan langkanya air, tanaman cabai miliknya kering dan hanya bisa dipanen satu atau dua kali saja. Padahal normalnya, untuk satu kali tanam, ia bisa panen hingga 15 kali.

“Dalam satu hektar lahan, modal untuk membeli bibit dan biaya produksi sebesar Rp70 juta, dengan hasil panen normal sekitar 20 ton cabai. Tapi, akibat kekeringan, hanya bisa panen sekitar 1 ton saja,” tambahnya.

Sumarmo mengungkapkan, jika harga cabai ditingkat petani saat ini adalah Rp40 ribu per kilogram, seharusnya ia sudah bisa menghasilkan uang hingga Rp800 juta. Namun, saat ini ia hanya menghasilkan uang sekitar Rp40 juta saja. “Ya jelas rugi banyak banget, karena biaya tanamnya saja sudah Rp70 juta per hektar. Harusnya seneng harga mahal, tapi ini malah justru rugi besar,” tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sutrisno, petani asal Desa Clekatakan. Ia juga merugi, akibat gagal panen, karena tanaman cabai miliknya tidak bisa panen secara maksimal. “Selain akibat kekeringan, tanaman cabai milik saya juga diserang hama trip. Sehingga walaupun harga cabai mahal, saya tidak diuntungkan,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KSP: Pemerintah berhati-hati dan tetap waspada memasuki `new normal`
Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:20 WIB
Kantor Staf Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam memasuki `new normal` ...
Bamsoet: TNI penjaga kedaulatan ideologi Pancasila
Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:05 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa dan negara, harus senant...
Pelanggan keluhkan pemblokiran ID PLN
Sabtu, 06 Juni 2020 - 13:20 WIB
Banyak pelanggan mengeluhkan adanya pemblokiran ID PLN dalam media sosial ketika akan melakukan pemb...
 ASDP Kupang perketat pengawasan masuk pelabuhan
Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:26 WIB
PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferriy (Persero) Cabang Kupang, Nusa Te...
Gubernur Jatim perpanjang masa transisi `new normal` selama tujuh hari
Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:51 WIB
Masa transisi new normal akhirnya diperpanjang tujuh hari mendatang. Keputusan ini diambil setelah d...
Anggota DPR: Penerapan protokol kesehatan di Sumbar harus ketat
Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:20 WIB
Anggota DPR RI dapil Sumatra Barat (Sumbar) II, Mulyadi, meminta Pemprov Sumbar mengawasi secara ket...
Kemensos gandeng Ansor dan GAMKI distribusi bansos
Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:08 WIB
Kementerian Sosial menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Pemuda Ansor dan Gerakan An...
Dampak COVID-19, pendapatan pelayaran turun 95 persen hingga kurangi karyawan
Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:14 WIB
Sejumlah perusahaan pelayaran pemilik armada kapal yang beroperasi di lintas Ketapang-Gilimanuk terp...
NU: Demokrasi Amerika sedang sekarat di tengah isu rasisme
Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:51 WIB
Demokrasi Amerika tengah sekarat karena menghasilkan pemimpin konservatif yang menyeret demokrasi ke...
Awasi dana COVID-19, Kajati, Kapolda dan Kepala BPKP Sumut tandatangani MoU dengan Gubsu
Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:39 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr Amir Yanto, SH, MM, MH melakukan Penandatanganan Nota Kese...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV