Lakukan ini, agar anak dekat dengan orangtua
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 17:55 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Lakukan ini, agar anak dekat dengan orangtua
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SnGA92

Elshinta.com - Bagi orangtua yang bekerja, waktu bersama anak sangat terbatas. Mereka hanya bisa bersama saat akhir pekan atau pada saat liburan. Hal ini bisa membuat hubungan orangtua dengan anak menjadi berjarak.

Padahal bagaimanapun kondisinya, sudah menjadi tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Membuat hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.
 
Kedekatan anak dengan orangtua adalah pondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Kelekatan, kehangatan dan rasa sayang dapat mencegah perilaku kenakalan dan depresi saat anak tumbuh dewasa.
 
Oleh karena itu penting menjalin kedekatan dengan anak sejak dini untuk pembentukan karakternya kelak. Tidak hanya karakter namun juga memengaruhi kecerdasan si anak.
 
Lalu bagaimana cara agar bisa membangun kedekatan dengan anak? Dihimpun dari berbagai sumber berikut hal-hal yang sebaiknya dilakukan orangtua:
 
Pelukan
Pelukan dan belaian yang diberikan oleh orangtua tidak ada masa berlakunya sampai umur berapa pun. Anak yang tumbuh dengan banyak belaian dan pelukan akan mejadi anak yang lebih peka dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
 
Menurut psikolog, memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari untuk memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.
 
Sedangkan menurut penelitian klinis dan psikologis menujukan bahwa pelukan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, memberikan perasaan tenang dan bahagia serta membantu mengeluarkan zat berbahaya dari otak.
 
Berikan dengan kesungguhan hati
Kedekatan bukan hanya secara fisik berada di sekitar anak. Namun hati dan pikiran orangtua harus tercurah untuk anak agar mereka merasakan kedekatan tersebut.
 
Karena zaman sekarang, banyak orangtua yang sibuk dengan gawai mereka saat sedang bersama anak.
Padahal hal itu memberikan pengaruh pada anak yang akan membuatnya kurang konsentrasi, kurang percaya diri dan kurang perhatian.
 
Beri anak kesempatan
Membangun kedekatan tidak berarti mengekang anak karena hal itu justru akan membuat anak tak bisa memiliki kontrol terhadap keadaan psikologisnya.
Anak tidak bisa mengambil keputusan karena selalu dilarang orang tua dan tidak memiliki privasi akibat orang tua yang selalu ingin ikut campur.
 
Luangkan waktu
Anak-anak membutuhkan kuantitas dan kualitas waktu (quality time). Orangtua harus secara konsisten setiap hari menggunakan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk membangun kedekatan dengan anak.
 
Momen berkualitas bisa dimulai dengan menanyakan mengenai aktivitasnya seharian. Usahakan untuk selalu melakukan percakapan sesering mungkin. Manfaatnya adalah memahami sepenuhnya karakter anak dan membangun kepercayaan antara orangtua-anak.
 
Beri pujian
Memberi pujian bisa membangun kedekatan karena anak merasa orangtuanya sudah menghargainya. Namun yang dimaksudkan adalah pujian untuk perilaku anak, bukan si anak.
Pujian yang pas akan menjadi pendorong bagi anak untuk mengulangi melakukan sesuatu yang dianggap positif.
 
Melakukan kegiatan bersama

Sering menghabiskan waktu bersama keluarga, maka bisa meningkatkan ikatan emosional dengan mereka. Ikatan yang baik dapat meningkatkan rasa saling memiliki sesama anggota keluarga.
 
Banyak sekali kegiatan seru yang bisa mempererat hubungan orang tua dan anak. Misalnya mengajak anak ke dapur untuk membantu memasak, mengajak pergi ke bioskop, mengajak berbelanja, membuat prakarya, olahraga, dan lain sebagainya.
 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perlukah membentuk karakter anak sejak dini?
Selasa, 15 Oktober 2019 - 12:49 WIB
Elshinta.com - Berbagai penelitian mengungkapkan pentingnya pendidikan usia dini bagi perkembangan k...
Bila orang tua mudah marah, apa yang akan terjadi pada anak?
Selasa, 08 Oktober 2019 - 09:48 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tua memiliki karakter yang berbeda-beda termasuk dalam hal emosionalnya....
LKK NU sebut usia perkawinan 4-7 tahun rentan pertengkaran
Senin, 07 Oktober 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Lembaga Kemasyarakatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) Alissa ...
Orang tua, perhatikan hal ini agar kemampuan anak berkembang maksimal
Minggu, 29 September 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Usia balita merupakan usia emas, sehingga orang tua harus mengisi masa ters...
Ini peran penting ayah dalam perkembangan anak
Jumat, 27 September 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Selama ini anggapan bahwa tugas seorang ayah adalah mencari nafkah dan anak menjadi t...
Saat anak tidak mau mendengarkan perkataan orang tua, apa yang harus dilakukan?
Jumat, 20 September 2019 - 13:17 WIB
Elshinta.com - Alasan utama anak enggan mendengarkan karena tidak menyukai apa yang orang tua sampai...
Ingin melatih anak agar memiliki rasa percaya diri? Ini caranya
Senin, 16 September 2019 - 14:44 WIB
Elshinta.com - Sebagai orang tua tentu sangat senang melihat anaknya memiliki rasa percaya diri dan ...
Mengapa anak senang memukul saat marah? Mungkin ini alasannya
Rabu, 11 September 2019 - 14:35 WIB
Elshinta.com -  Refleks anak saat marah bermacam-macam. Salah satunya memukul atau menendang orang ...
Ini cara agar anak tidak mudah menyerah
Rabu, 04 September 2019 - 12:38 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya menjadi sosok pribadi yang mandiri d...
7 hal yang bisa dilakukan orang tua agar anak bahagia
Jumat, 30 Agustus 2019 - 15:10 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya merasa bahagia. Tak jarang karena in...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin