Umrah lewat Traveloka dan Tokopedia?
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 07:17 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Umrah lewat Traveloka dan Tokopedia?
Foto: Dwi Iswanto/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR RI, penyelenggaraan umrah harus dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Adapun pengembangan umrah digital nantinya bersifat optional atau pilihan. Artinya, masyarakat yang akan berangkat umrah bisa memilih dua cara. Pertama, mendaftar di PPIU secara langsung sebagaimana yang berjalan selama ini. Kedua, memilih paket PPIU yang ada di market place dengan keberangkatan tetap oleh PPIU.

“Umrah Digital dikembangkan dengan semangat meningkatkan standar manajemen sesuai kebutuhan masyarakat di era digital. Karenanya, PPIU juga dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim usai menggelar rapat bersama Traveloka, Tokopedia, dan Perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Jumat (19/7) lalu.

Pertemuan dengan unicorn ini merupakan upaya Kemenag untuk mendalami perkembangan teknologi informasi terkait penyelenggaraan ibadah umrah. Kemenag ingin menyamakan persepsi terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital.

Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi, dalam hal ini UU No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR.

“Hasilnya, ada kesepahaman bahwa pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU),” tegas Arfi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Minggu (21/7).

Dengan demikian, lanjut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag itu, Traveloka maupun Tokopedia tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Komitmen ini juga berlaku bagi unicorn lainnya.

“Umrah Digital dikembangkan dengan semangat meningkatkan standar manajemen sesuai kebutuhan masyarakat di era digital. Karenanya, PPIU juga dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi,” pesan Arfi.

Arfi menambahkan, rapat juga menyepakati pembentukan task force terkait pengembangan umrah digital. Task force diharapkan mampu merespon disrupsi inovasi secara tepat. Ia mengingatkan, di era digital, rentan terjadi perubahan model bisnis, proses bisnis, hingga ekosistem di sektor manapun, termasuk umrah.

Kemenag dan Kominfo, lanjut Arfi, akan terus berkoordinasi untuk mensinergikan kebijakan. Sesuai ranahnya, Kominfo berwenang mengatur unicorn, sedangkan Kemenag berwenang mengatur penyelenggaraan umrah.

“Kita akan sinkronkan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus menjamin umat Islam dapat beribadah dengan baik,” jelas Arfi.

“Kami juga akan mendengar masukan dari pihak lain supaya dapat mengambil kebijakan yang tepat,” imbuhnya. 

Empat Rekomendasi

Sebelumnya, pada 24 Juni 2019, Kemenag juga menggelar diakusi terbatas membahas upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah umrah. Diskusi yang melibatkan beberapa instansi terkait dan asosiasi PPIU itu menghasilkan empat rekomendasi.

Pertama, memperkuat penegakan hukum dengan mensinergikan pengawasan oleh seluruh K/L terkait dan pengaktifan penyidik khusus.

Kedua, membentuk task force sebagai wujud kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha guna merespon kebijakan-kebijakan Saudi.

Ketiga, mengembangkan platform digital yang sehat.

Dan keempat, memperkuat pencegahan masalah dengan pengaturan internal (self regulation) PPIU dan edukasi publik.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jonan optimis akhir 2020 seluruh rumah di Indonesia tersambung listrik
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyampaikan bahwa selu...
Seorang haji Pangkalpinang tertunda kepulangannya
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Seorang haji asal Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung atas nama Ismail Ahm...
Kemenag: Sistem zonasi jemaah haji akan dipertahankan
Minggu, 25 Agustus 2019 - 21:43 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) M Nur Kholis Setiawan mengat...
Ratusan gamers dari berbagai daerah ikuti turnamen Wali Kota Cup Kediri 2019
Minggu, 25 Agustus 2019 - 21:29 WIB
Elshinta.com - Kali pertama Pemerintah Kota Kediri mengadakan turnamen game berbasis online. Perma...
Pertamina kenalkan Bright Gas ukuran 220 gram di Jayapura
Minggu, 25 Agustus 2019 - 20:42 WIB
Elshinta.com - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII bersama masyarakat Jayapura, Papua ...
Pemprov Jatim beri santunan kepada korban KM Santika Nusantara
Minggu, 25 Agustus 2019 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa atas nama Pemprov memberikan pengganti ...
113 kendaraan meriahkan festival kendaraan hias
Minggu, 25 Agustus 2019 - 19:29 WIB
Elshinta.com - Sekitar 113 kendaraan ikuti Festival Kendaraan Hias 2019 yang digelar Pemerintah Kota...
Gadget dapat timbulkan stress hingga gangguan perilaku
Minggu, 25 Agustus 2019 - 19:16 WIB
Elshinta.com - Pada perkembangan teknologi digital saat ini dimana segala sesuatu bisa dimudahkan, n...
Masyarakat Kota Bekasi ramaikan acara Fesbuk 2019
Minggu, 25 Agustus 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Ribuan masyarakat Kota Bekasi antusias mengikuti Festival Bekasi Untuk Kemerdekaan (F...
Perairan Maluku dibayangi gelombang tinggi empat meter
Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:57 WIB
Elshinta.com - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon memprakirakan gelombang laut dengan tinggi samp...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)