Pertamina sigap tangani dampak peristiwa di sumur migas Laut Jawa
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 10:16 WIB |
Pertamina sigap tangani dampak peristiwa di sumur migas Laut Jawa
Pertamina mengirim tujuh tim ahli untuk penanganan gelembung gas yang terjadi di sekitar anjungan minyak lepas pantai YYA-1 di Laut Jawa yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ). Sumber Foto: https://bit.ly/2Su18wM

Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) sigap menangani dampak yang terjadi pascaperistiwa kemunculan gelembung gas di sumur migas lepas pantai Laut Jawa, YYA-1, area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman dalam rilis di Jakarta, Senin (22/7) mengatakan penanganan dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang kredibel, kompeten, dan terbukti berpengalaman dalam menangani kasus serupa.

Salah satunya, menurut dia, adalah Boot & Coots, perusahaan asal Amerika Serikat, yang telah memiliki pengalaman dalam menyelesaikan peristiwa di Gulf Mecixo.

Untuk penanganan risiko pencemaran lingkungan, Pertamina Group telah memobilisasi 27 kapal dan 12 set oil boom.

Selain itu, untuk menjaga agar tidak ada aktivitas nelayan di sekitar lokasi, Pertamina dan PHE ONWJ bekerja sama dengan TNI AL, Satpolairud, dan Pokwasmas, mengerahkan tujuh unit kapal patroli.

Seluruh upaya tersebut sebagai komitmen dan keseriusan Pertamina dalam mengatasi peristiwa di sumur migas lepas pantai tersebut baik dari aspek operasional maupun lingkungan hidup.

"Prioritas utama adalah memastikan keselamatan tim dan masyarakat, serta menyelesaikan permasalahan lingkungan di sekitar lokasi," ujar Fajriyah Usman, seperti dikutip Antara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Pertamina dan PHE ONWJ juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, pemerintah daerah termasuk dinas lingkungan hidup, TNI dan Polri, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, KSOP, KKP, Pushidros AL, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Bahkan, beberapa pihak tersebut juga telah melakukan peninjauan untuk memonitor situasi terkini.

"Pertamina mengucapkan terima kasih atas dukungan positif yang diberikan dari semua pihak, baik komunitas industri migas, pemerintah maupun masyarakat. Dukungan ini memperkuat upaya maksimal kami sehingga dapat memperkecil dampak peristiwa ini bagi operasi perusahaan maupun masyarakat dan lingkungan," kata Fajriyah.

Sebelumnya, Pertamina menyampaikan bahwa dari sejak awal peristiwa sudah langsung menjalankan respons darurat, sehingga semua pekerja yang berada di anjungan langsung dievakuasi.

Di waktu yang sama, Pertamina juga melakukan isolasi dan pengamanan area sekitar anjungan dengan kapal patroli untuk mencegah nelayan dan masyarakat mendekat.

Selain penanganan operasi, Pertamina melalui Emergency Response Tim PHE ONWJ selama 24 jam tanpa henti telah melakukan langkah penyelamatan lingkungan dari oil spill dengan pengerahan 27 kapal dan berbagai peralatan yang mendukung seperti oil boom dan puluhan drum dispersant.

Lalu, bersama warga Desa Sedari, Karawang, Jawa Barat, melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Sedari. "Pertamina terus memantau perkembangannya dan melakukan tindakan penyelamatan lingkungan sesuai dengan kondisi di lapangan," tutup Fajriyah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Jabar sampaikan maaf atas kejadian polisi ngamuk
Selasa, 26 Mei 2020 - 09:05 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melalui siaran persnya menyampaikan permohonan maaf atas kejadi...
Informasi prakiraan cuaca Provinsi Banten hari ini
Selasa, 26 Mei 2020 - 08:40 WIB
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan akan terjadi beberapa wilayah di Provinsi ...
Arus balik tetap dilarang! Kemenhub perketat pengawasan pengendalian transportasi pasca-Idul Fitri
Selasa, 26 Mei 2020 - 08:09 WIB
Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memperketat pengawasa...
Lihat sendiri, Yurianto ceritakan bagaimana tenaga kesehatan mati-matian tangani COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 07:10 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto menyatakan bahwa para tenaga kesehatan, baik ...
Gugus Tugas ingatkan vaksin COVID-19 belum ditemukan, patuh dan ikuti aturan Pemerintah!
Selasa, 26 Mei 2020 - 06:55 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo kembali menegaskan kepada masyarakat ...
Data kasus COVID-19 di Indonesia hingga Senin
Selasa, 26 Mei 2020 - 06:39 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan p...
Operasi TMC Riau tetap dilaksanakan pada Hari Raya Idul Fitri 
Senin, 25 Mei 2020 - 20:26 WIB
Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC-BPPT) Riau tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca saat Hari...
Jumlah OTG COVID-19 di Salatiga bertambah 56, total jadi 223 orang
Senin, 25 Mei 2020 - 19:25 WIB
Jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Salatiga, Jawa Tengah per Minggu 24 Mei 2020 bertambah 56 orang. ...
Polri tegaskan Idul Fitri 1441 H di Indonesia berlangsung kondusif
Senin, 25 Mei 2020 - 18:11 WIB
Polri menegaskan situasi keamanan Indonesia di hari pertama Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, Minggu...
Halau arus balik, Polda Jabar sekat arus lalu lintas ke Jakarta
Senin, 25 Mei 2020 - 17:27 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melakukan penyekatan arus lalu lintas yang mengarah ke Jakarta ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV