Hampir 19 tahun, terpidana mati kasus pembunuhan belum juga dieksekusi
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 18:34 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Hampir 19 tahun, terpidana mati kasus pembunuhan belum juga dieksekusi
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2GBB4h3

Elshinta.com - Tiga terpidana mati kasus pembunuhan dan pencurian disertai pemerkosaan terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) tahun 2000 lalu, hingga saat ini belum dieksekusi oleh pihak kejaksaan. 

Ketiga terpidana mati itu yakni, Syofian bin Azwar, Harun bin Ajis, dan Sargawi bin Sanusi, yang  kini menjalani masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusa Kambangan di Jawa Tengah. 

Kepala Kejaksaan (Kajati) Jambi, Andi Nurdwinah megatakan, jika pihaknya belum mendapat informasi terbaru terkait dengan ketiganya terpidana mati asal Kabupaten Merangin ini, dilaporkan Kontributor Elshinta, Aldi Saputra.

"Belum ada informasi lagi, masih di Lapas Nusa Kambangan," katanya, Senin (22/7). 

Kajati juga mengaku belum mengetahui tentang perkembangan permohonan grasi yang diajukan terpidana ke presiden. Namun kata dia, jika sudah turun, pasti ada informasinya. 

"Mungkin belum turun, kalau sudah pasti kita pasti dapat informasi," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan sadis itu terjadi pada Sabtu, 29 September 2000 lalu sekitar pukul 19.30 WIB di daerah Ulu Sungai Kunyit, Dusun Petekun, Desa Baru Nalo, Kecamatan Batang Masumai, Kecamatan Bangko, Jambi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tegaskan debt collector lakukan penarikan paksa bisa dipidanakan
Selasa, 21 Januari 2020 - 09:22 WIB
Polisi mengingatkan para pelaku penagih utang atau debt collector dari pihak leasing terhadap nasaba...
Mantan Kadinkes Tangsel disebut terima setoran
Senin, 20 Januari 2020 - 22:08 WIB
Mantan ketua panitia pengadaan di Dinas Kesehatan Tangsel, Neng Ulfah membenarkan jika Eks Kepala Di...
Buruh merasa dirugikan Omnibus Law, Mahfud: Pemerintah membuka diri 
Senin, 20 Januari 2020 - 21:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan pemerintah dan DPR membuk...
 Kejari Medan canangkan zona integritas menuju WBK dan WBBM
Senin, 20 Januari 2020 - 19:48 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari)  Medan melaksanakan apel pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas...
Jaksa Agung janji fokus tangani kasus Kakek Samiri  
Senin, 20 Januari 2020 - 19:35 WIB
Kasus kakek Samiri yang diduga mencuri getah karet seharga Rp17 ribu milik perusahaan Bridgestone di...
Delapan saksi dihadirkan dalam kasus pelajar bunuh begal
Senin, 20 Januari 2020 - 18:57 WIB
Total 8 orang saksi dihadirkan dalam sidang ke 4 kasus pembunuhan yang menimpa Misnan (40) warga Gon...
Jaksa Agung sedang telusuri 55 ribu transaksi di PT Jiwasraya
Senin, 20 Januari 2020 - 18:17 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan adanya 55 ribu transaksi aliran dana ditubuh PT Jiwasraya.
Pertamina: Sanksi tegas bagi SPBU yang jual BBM subsidi di atas HET
Senin, 20 Januari 2020 - 11:27 WIB
PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat akan memberikan sanksi tegas kepada stasiun pengisia...
Saksi sebut Wawan tak pernah suruh `kondisikan` proyek
Sabtu, 18 Januari 2020 - 18:12 WIB
Mantan Staf PT Bali Pacific Pragama (PT BPP), M Lutfi Ishaq memastikan tak ada instruksi atau perint...
Penyuluhan dan konsultasi hukum gratis bagi warga binaan Lapas Tebing Tinggi
Sabtu, 18 Januari 2020 - 13:19 WIB
Penyuluhan sekaligus Konsultasi hukum digelar secara gratis bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV