Ini pengakuan orang dengan HIV-AIDS di Kota Depok
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 22:16 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ini pengakuan orang dengan HIV-AIDS di Kota Depok
Ilustrasi HIV/Aids. Foto: https://bit.ly/2JHfWoV/Elshinta.

Elshinta.com - Tak dapat dielak tentang adanya para-orang dengan HIV-AIDS (odha) di Kota Depok. Jumlah odha lumayan banyak walau tak terdata dengan pasti di Dinkes Kota Depok. Disebutkan seorang pejabat Dinkes Kota Depok Agus Ghozali, tidak dapat dipastikan berapa odha yang didata. Namun dari estimasi Kemenkes ada sekira 90 orang, dari kanak-kanak, remaja, dan dewasa lelaki dan perempuan, dan transgender. 

Dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Senin (22/7). Berikut ini pengakuan tiga wanita yang beraktivitas dikalangan seks komersial dengan pelbagai sebab alasannya. Namun, eloknya mareka sudah punya kesadaran asepsi seksual secara aman dengan  penggunaan kondom kepada teman kencannya secara disiplin. Diyakini, penggunaan kondom ketika beraktivitas seksual adalah cara yang aman selain, kesediaan jalani uji kesehatan seksual.

Mareka juga aktif menjalin asesoritas dengan asesor penanggulangan HIV-AIDS yaitu, civil society organization (CSO) diantaranya ACS Depok, KDS Hitam Putih, Kuldesak, Humakita, KDS Warna Kita, Yayasan Layak, YMPAI, Perwade, KDS Demau, Terjang, JIP dan Yayasan KAKI. 

Ketiga odha ini ialah dua perempuan sebut saja, Melati (35) dan Rembulan (37) serta Anggur (32) yang seorang transgender yang jalani pekerja seks komersil.

Melati, mengaku sebelum setahun belakangan ini berhenti, dia sempat lima tahun beraktivitas. Namun sejak menyadari tertular odha ibu tiga anak ini terhenyak dan sadar. 

“Sekarang saya berhenti demi anak-anak saya. Saya sekarang ini berwiraswasta kecil-kecilan saja. Waktu itu saya ikut ikutan jadi “begituan’ karena bercerai dengan suami yang tidak setia. Kemudian kebawa-bawa oleh pergaulan dengan teman-teman. Anak saya sudah besar juga, ada satu di sekolah tingkat SMA dan dua di SMP. Mareka saya kasih tau bawa saya odha. Dan sekarang kami jaga keadaan ini dengan sebaik-baiknya. Saya konsumsi ARV setiap hari. Anak-anak saya sayang saya. Mareka selalu ingatkan saya untuk konsumsi ARV,” ujar wanita lembut ini ketika ditemui dalam pelatihan penanganan odha kepada wartawan dan organisasi madani di Hotel Bumi Wiyata Kota Depok, pada 18-20 Juli. 

Hal yang sama, demikian pula pengakuan Anggur (32), seorang transgender (waria). Anggur mengaku, sudah pernah tujuh tahun berkecimpung di ranah seks komersil ini. Namun, sudah sebulan ini berhenti dari aktivitas layanan ini sejak mendapat pasangan tetap sebagai ‘pacar’ dari seorang pria duda.

“Sekarang saya berhenti sebab dilarang pacar tetap saya. Dia menafkahi lahir dan bathin saya. Semoga saja kami langgeng sehingga saya gak usah kembali ‘kesitu lagi’. Bahaya, Mas. Dan saya sekarang sedang belajar punya ketrampilan. Semoga masyarakat dan Pemkot Depok ramah pada kami dan berikan penghargaan seperti layaknya warga biasa,” ujarnya. 

Anggur akui, sebagai transgender dan orientasi seksual kepada pria bukan sebuah rekayasa. Dia sudah mempunyai sejak kecil. Keluarganya sudah memakluminya. “Saya dalam keluarga berperilaku sebagaimana anggota keluarga dan anak pada umumnya. Baik dan patuh kepada orangtua. Saya sudah pernah kerja dimana-mana. Sebagai pembantu rumah tangga, warung makan, tukang bangunan, atau mengamen,” ujar warga Kota Depok ini.  

Waria yang ketika aktif ini, suka berkegiatan di JB pangkalan--menyebutkan sebuah nama tempat berkumpulnya waria yang dirahasiakan--tak memungkiri bahwa karena kesulitan mencari pasangan sesuai orientasi seksualnya inilah maka terpaksa menjadi pekerja seks sembari mendapat kepuasan. 

Demikian pula pengakuan Rembulan (37) yang menjadi puan layan seks bertarif ini. Warga Kota Depok mengakui belum jadi odha. Tetapi disadarinya bahwa resiko asepsi HIV-AIDS cukup mengkhawatirkan. Maka sangat disiplin dalam mengharuskan pemakaian kondom kepada lawan kencannya. Hal yang harus dihindari adalah kesadaran menjaga tidak tertular untuk kedua pihak.

“Bila pakai kondom aman. Walau saya belum odha, tapi saya haruskan teman kencan saya tuk pakai kondom. Kalau mareka gak mau, lebih baik saya gak udah dapat duit. Harus diingat, ini kita harus jaga kesehatan bersama. Saya juga aktif memeriksa kesehatan saya,” sebut Rembulan yang mengaku mendapat teman kencan secara tetap dari perkawanan dengan aplikasi pesan terbatas ini. 

Disebutkan tutor penanggulangan asepsi HIV-AIDS dari Indonesia AIDS Coalition (IAC) Syaiful Haharap, adanya realitas ini, pengajaran, kampanye, dan pelatihan masalah ini harus ditangani secara transparan, komprehensif, dan bijaksana. Apalagi, asepsi virus ini sudah teridap pada sejumlah usia dan kalangan dengan pelbagai cara. Mengetahui apa saja dan bagaimana saja virus ini dapat terjangkit adalah yang harus dilakukan. 

Selain itu, pengetahuan tentang bagaimana cara menanggulangi, menyikapi para-odha lebih penting sehingga tidak salah kaprah dengan memusuhi mareka. “Carilah informasi yang kredibel tentang HIV-AIDS. Kasihan, tidak hanya orang dewasa, bayi-bayi pun sudah yang terjangkit penyakit merusak kekebalan tubuh ini. Penanganannya dengan cara disiplin konsumsi rejimen antiretroviral (ARV) sehingga menghambat virus HIV,” ujar Syaiful.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sandiaga: Pelayanan kesehatan warga Jakarta masih memprihatinkan
Sabtu, 21 September 2019 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pelayanan kesehatan untuk...
Ini akibatnya jika tubuh kurang kalsium
Sabtu, 21 September 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Tubuh memiliki cara berkomunikasi dengan Anda dan memberi tahu tentang situasi krit...
Tunggu Presiden soal kepastian kenaikan iuran BPJS Kesehatan
Jumat, 20 September 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menunggu hasil kebijakan ...
Ternyata ini yang jadi alasan `vape` berbahaya
Jumat, 20 September 2019 - 10:33 WIB
Elshinta.com - Sifat iritatif dan oksidatif yang dihasilkan oleh kandungan vape disebut menjadi al...
Naiknya cukai rokok upaya Pemerintah kurangi perokok pemula
Rabu, 18 September 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa naiknya harga cukai rokok sebesar 2...
Pemprov Kepri siapkan masker untuk para pelajar
Selasa, 17 September 2019 - 14:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan masker untuk para pelajar untuk mencega...
Dinkes diminta siaga layani masyarakat terdampak asap
Selasa, 17 September 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada Dinas Kesehatan di sejumlah wilayah ter...
Dinkes Kalteng sediakan rumah singgah bagi penderita ISPA
Selasa, 17 September 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan p...
Hati-Hati, lima kebiasaan ini berefek buruk bagi otak
Senin, 16 September 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Pada saat menerapkan gaya hidup sehat, biasanya orang hanya memperhatikan ukuran pin...
Ada 94 kasus baru HIV di Cianjur hingga September 2019
Minggu, 15 September 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat hingga September terdapat 94 orang de...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)