Beda loh migrain dan sakit kepala biasa, berikut penjelasannya
Elshinta
Selasa, 23 Juli 2019 - 09:05 WIB |
Beda loh migrain dan sakit kepala biasa, berikut penjelasannya
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2LB6KEF

Elshinta.com - Migrain bukan sakit yang mengancam jiwa tetapi cukup melumpuhkan dan menghambat kualitas hidup. Satu dari tujuh orang mengalami sakit kepala akibat migrain setiap harinya.

Menurut Dr Jaideep Bansal, dari Departemen Neurologi, Fortis Hospital, Shalimar Bagh di India, migrain adalah penyebab umum kedua dari sakit kepala, yang dialami 15 persen wanita dan enam persen pria.

Seperti dilansir Indian Express, yang dikutip Antara Selasa (23/7), sakit kepala akibat migrain biasanya bersifat episodik. Sakit dirasakan hanya di setengah kepala, berdenyut, dan dapat menyebabkan mual dan muntah.

Berbeda dengan migrain, sakit kepala biasa umumnya karena stres dan rasa tak nyaman dirasakan di kedua sisi kepala, kemudian tidak berhubungan dengan mual, muntah atau sensitif terhadap cahaya dan suara.

Baca juga: 5 tips atasi migrain tanpa obat

Riwayat keluarga menjadi faktor risiko paling kuat dan konsisten untuk migrain, peluangnya meningkat dua hingga tiga kali lipat. Sementara risiko sakit kepala tidak berhubungan dengan riwayat keluarga.

Pada beberapa pasien, migrain diaktivasi oleh pemicu spesifik sedangkan, pada sakit kepala yang umum, tidak ada pemicu seperti itu.

Selain itu, migrain membutuhkan perawatan dan manajemen khusus sedangkan sakit kepala yang umum dapat dikelola dengan modifikasi gaya hidup dan beberapa obat penghilang rasa sakit.

Berikut ini beberapa pemicu migrain, antara lain:

  1. Perubahan hormon pada wanita - Fluktuasi estrogen, seperti sebelum atau selama periode menstruasi, kehamilan dan menopause, tampaknya memicu sakit kepala pada banyak wanita.
  2. Obat hormonal, seperti kontrasepsi oral.
  3. Minuman yakni alkohol, terutama anggur dan terlalu banyak kopi.
  4. Stres di tempat kerja atau di rumah dapat menyebabkan migrain.
  5. Stimulus sensorik misalnya lampu terang dan sinar matahari, bunyi nyaring, bau yang kuat seperti parfum, cat.
  6. Perubahan tidur, antara lain karena kurang tidur dan jet lag.
  7. Faktor fisik, seperti aktivitas fisik yang intens mungkin memicu migrain.
  8. Perubahan cuaca.
  9. Obat-obatan contohnya kontrasepsi oral dan vasodilator, seperti nitrogliserin.
  10. Makanan misalnya keju, cokelat dan kopi dapat memicu migrain.
  11. Aditif makanan yakni pemanis dan pengawet.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kewaspadaan Virus copid-19 ditingkatkan, WNI di Diamond Princess akan diobservasi 28 hari
Jumat, 21 Februari 2020 - 21:10 WIB
World Health Organization (WHO) mengungkapkan kewaspadaan ditingkatkan, mengingat gejala virus copid...
Kapal pesiar Dream World ditolak seluruh negara, Indonesia bakal boyong 270 WNI
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:16 WIB
Nasib kapal pesiar Dream World kini terkarung-kantung di perairan internasional. Terkait kekhawatira...
Rehabilitasi BNN Lumajang buka malam beri kenyamanan keluarga pasien
Jumat, 21 Februari 2020 - 19:07 WIB
Kepala BNN Lumajang Jawa Timur Indra Brahmana mengatakan lembaganya membuka layanan rehabilitasi mal...
Gangguan tidur yang tidak boleh diabaikan
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:06 WIB
Gangguan tidur adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur nyenyak secara teratur, sayang...
Sering merasa ingin buang air sampai rumah? Ini kata dokter
Kamis, 20 Februari 2020 - 18:49 WIB
Apakah Anda termasuk orang yang sering ingin buang air kecil begitu tiba di rumah? Jika ya, ahli kes...
Sistem kesehatan Indonesia dinilai bekerja baik hadapi COVID-19
Rabu, 19 Februari 2020 - 18:59 WIB
Sistem kesehatan nasional Indonesia sejauh ini sudah bekerja dengan baik menghadapi wabah seperti CO...
Rajin latihan fisik masih bisa kena serangan jantung? Ini penjelasannya
Rabu, 19 Februari 2020 - 16:46 WIB
Meninggalnya selebritas Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2) karena serangan jantung memunculkan tanya...
Kota-kota di Tiongkok cari sumbangan darah akibat corona
Rabu, 19 Februari 2020 - 12:35 WIB
Beberapa kota Tiongkok mengumumkan kekurangan persediaan darah untuk keperluan klinik segera terjadi...
Kejari Langkat dan Diskominfo sosialisasi bahaya narkoba di sekolah
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:27 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat  bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Langkat ma...
Tiongkok laporkan 1.749 kasus baru infeksi corona hingga 18 Februari 
Rabu, 19 Februari 2020 - 08:07 WIB
Tiongkok daratan melaporkan 1.749 kasus baru infeksi corona pada Selasa (18/2), kata Komisi Kesehata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)