Gejala mirip PMS tapi bukan menstruasi, mungkin karena ini
Elshinta
Rabu, 24 Juli 2019 - 14:05 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Gejala mirip PMS tapi bukan menstruasi, mungkin karena ini
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LF3wQw

Elshinta.com - Bagi perempuan saat mengalami perut nyeri, perut terasa penuh, jerawat,  gampang marah, pusing, cepat lelah, diare, sembelit, dan suasana hati yang berubah-ubah tentu merasa itu adalah gejala akan haid. Ternyata, tidak selalu yang dikira sebagai gejala PMS (Premenstrual Syndrome) adalah pertanda bahwa Anda memang akan segera menstruasi.

Karena ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menimbulkan gejala yang mirip seperti gejala PMS. Dihimpun dari berbagai sumber, kemungkinan hal-hal berikut ini yang menjadi penyebabnya:

Kehamilan
Nyeri di awal kehamilan juga bisa memberikan gejala yang mirip saat PMS. Pada saat 4 minggu awal kehamilan biasanya Anda mengalami perut terasa kram. Hal ini membuat beberapa orang terkadang berpikir bahwa haid akan segera datang.
 
Hingga minggu kelima dan keenam, akan muncul gejala lainnya seperti mual dan muntah. Orang biasanya baru menyadari kalau bukan akan mengalami menstruasi, melainkan sedang hamil muda.
 
Kista
Kista ovarium atau kista di indung telur merupakan kondisi saat indung telur memiliki kantong berisi cairan yang abnormal.
Terkadang keberadaan ovarium ini tidak memiliki gejala.
 
Namun, ketika akhirnya menimbulkan gejala, Anda akan merasakan kram perut dan nyeri terasa tajam di salah satu sisi perut di bawah pusar. 
Jika membesar, kista dapat terpelintir dan akan menimbulkan nyeri yang sangat menyakitkan di daerah perut bagian bawah. Ini lah gejala yang mirip PMS.
 
Tiroid
Tiroid mengatur banyak fungsi pada tubuh, termasuk metabolisme dan siklus menstruasi. Kalau tiroid rusak atau sakit, siklus bisa menjadi tidak teratur. Namun kram perut tetap akan muncul sebab rahim yang sudah siap untuk menampung sel telur dari indung telur tak juga kedatangan sel telur yang harusnya diluruhkan menjadi menstruasi.
 
Selain itu tiroid juga mengatur fungsi otak. Sehingga perubahan suasana hati akan disangka sebagai PMS. Padahal sebenarnya merupakan efek dari kondisi tiroid yang memengaruhi fungsi saraf ke otak.
 
Oleh karena itu, jika ini terus terjadi disertai gejala lain yakni penurunan atau peningkatan berat badan mendadak, gemetar, kelelahan dan jantung berdebar-debar, sebaiknya konsultasikan ke dokter. 
 
Infeksi
Beberapa penyakit kelamin seperti gonore dan klamidia dapat menyebabkan kondisi ketidaknyamanan seperti kram perut. Infeksi ini juga akan menimbulkan nyeri di sekitar panggul seperti saat menstruasi ketika darah akan keluar dari rahim.
 
Anovulasi
Sesekali, tubuh akan menjalani semua perubahan hormonal yang terkait dengan PMS. Anovulasi adalah dimana tubuh tidak menghasilkan telur atau tidak melepaskan telur meski tetap menjalani siklus haid.
 
PCOS
Periode menstruasi yang tidak teratur juga bisa disebabkan oleh Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). PCOS adalah kondisi akibat kelebihan hormon androgen, yang merupakan bahan kimia dalam tubuh yang mempengaruhi fungsi ovarium, pertumbuhan rambut, berat badan dan kepekaan terhadap insulin.
 
PCOS dapat menghasilkan siklus anovulasi dan bercak-bercak darah yang keluar tidak teratur. PCOS juga bisa menyebabkan kista tumbuh di indung telur, yang saat mereka pecah dapat menyebabkan nyeri panggul yang terasa sangat mirip dengan nyeri kram karena PMS.
 
Ketidakseimbangan  hormon ini memicu pertumbuhan jerawat yang biasanya terjadi sebelum orang akan mengalami menstruasi.
Berat badan pun akan meningkat.
 
Polip Rahim
Polip rahim adalah adanya sebuah jaringan pada endometrium yang tidak wajar. Karena polip dapat membuat seseorang lebih sulit untuk hamil.
Keberadaan polip di rahim dapat menimbulkan kram dan ketidaknyamanan di daerah perut seperti saat menstruasi.
 
Jika nyeri tak kunjung hilang dan tidak juga menstruasi, segera periksa ke dokter. Karena ada risiko kecil dapat berkembang menjadi kanker rahim.
 
Banyak berolahraga
Berolahraga adalah salah satu cara terbaik yang untuk menangani PMS. Tetapi berolahraga terlalu keras bisa mengacaukan siklus haid dan membuatnya tidak teratur.
 
Semua stres fisik, terutama kalau kehilangan banyak lemak di tubuh bisa membuat menstruasi menghilang dan menyebabkan fluktuasi abnormal dalam kadar hormon.
 
Fluktuasi ini dapat menyebabkan gejala yang menyerupai PMS. Kalau selama tiga siklus atau lebih berturut-turut terjadi maka segera konsultasi ke dokter.
 
Stres
Stres meningkatkan hormon kortisol. Bila kadar hormon tersebut terlalu tinggi akan memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur indung telur dan lapisan rahim.
 
Ketika seseorang stres, penumpukan lapisan terus terjadi tanpa diikuti dengan peluruhan dinding rahim.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Benarkah perempuan menopause akan berisiko osteoporosis?
Kamis, 16 Januari 2020 - 11:39 WIB
Mengalami masa menopause, berarti risiko terkena beberapa penyakit tulang seperti osteoporosis dan o...
Gangguan kesehatan yang menyerang wanita menopause
Kamis, 09 Januari 2020 - 12:28 WIB
Sama seperti ketika pertama kali mengalami datang bulan, beberapa hal akan terjadi pada tubuh setela...
Benarkah warna darah haid bisa menentukan kondisi kesehatan wanita?
Selasa, 31 Desember 2019 - 10:27 WIB
Untuk mengetahui kondisi kesehatan rahim bisa dicek dengan memastikan siklus datang bulan yang tepat...
Cara menghadapi menopause dengan nyaman
Senin, 16 Desember 2019 - 12:07 WIB
Cepat atau lambat menopause akan datang. Menurut ahli, masa menopause seharusnya dipahami sebagai pe...
Ini penyebab menopause dini pada wanita di usia muda
Senin, 09 Desember 2019 - 11:40 WIB
Pada dasarnya, cepat atau lambat semua wanita pasti akan mengalami fase menopause. Masa menopause ju...
Akibat yang ditimbulkan dari hormon yang tidak seimbang bagi wanita
Selasa, 03 Desember 2019 - 10:51 WIB
Ketidakseimbangan hormon menjadi masalah utama pada kalangan perempuan karena dapat memberikan banya...
Apa yang meningkatkan risiko terkena sindrom ovarium polikistik?
Selasa, 26 November 2019 - 09:47 WIB
Sindrom ovarium polikistik atau PCOS adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap wanita. N...
Ini gejala-gejala yang sering terjadi saat hormon tidak seimbang
Rabu, 20 November 2019 - 09:36 WIB
Hormon berperan penting dalam setiap fungsi tubuh, oleh karena itu kadarnya harus tetap seimbang seb...
Masalah-masalah yang terjadi pada sistem reproduksi wanita
Jumat, 15 November 2019 - 10:58 WIB
Organ reproduksi kewanitaan bukan hanya terancam oleh satu atau dua persoalan kesehatan saja. Ada be...
Ini yang terjadi jika tubuh kelebihan hormon estrogen
Rabu, 06 November 2019 - 10:26 WIB
Estrogen dikenal sebagai hormon khas wanita. Hormon ini membantu mengatur siklus menstruasi dan meme...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV