Asteroid lebih tinggi dari Menara Big Ben dekati bumi, apa berbahaya?
Elshinta
Rabu, 24 Juli 2019 - 21:25 WIB |
Asteroid lebih tinggi dari Menara Big Ben dekati bumi, apa berbahaya?
Konsep artis tentang gambaran asteroid yang mendekati Bumi. Sumber Foto: https://bit.ly/2ZbJNeC

Elshinta.com - Asteroid yang lebih tinggi dari Menara Jam Big Ben di London, Inggris, meluncur dengan kecepatan 19,17 km per detik melintas dekat bumi dengan jarak terdekat 219.375 mil (353.050 km), yang lebih pendek dari jarak rata-rata antara bumi dan bulan sekitar 240.000 mil (384.400 km) pada Rabu (24/7).

Asteroid tersebut dijuluki Badan Penerbangan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sebagai Asteroid 2019 OD yang berukuran antara 170,6 kaki hingga 393,7 kaki (52 m hingga 120 m). Asteroid 2019 OD ini lebih tinggi dari Menara Jam Big Ben, yang memiliki ketinggian 180 kaki. Menurut NASA, Asteroid 2019 OD akan mendekati bumi dengan jarak yang lebih dekat dibandingkan jarak bumi ke bulan sekitar pukul 14.31 sore BST atau 20.31 WIB.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan asteroid yang melintas mendekati bumi dengan jarak lebih dekat ke bumi dibanding jarak bulan ke bumi pada Rabu (24/7) itu tidak berdampak apapun terhadap bumi. "Asteroid yang saat ini melintas dekat bumi juga tidak membahayakan bumi dan tidak berdampak apa pun," kata Thomas kepada Antara, Jakarta.

Thomas menuturkan jenis asteroid Apollo adalah asteroid yang orbitnya melintasi orbit bumi sehingga berpotensi bertabrakan dengan bumi. Namun sampai saat ini belum ada yang dianggap mengancam bumi.

Berdasarkan informasi pada laman www.express.co.uk, pelacak asteroid NASA mengatakan asteroid yang berukuran sekitar 390 kaki akan melintas melewati bumi dengan jarak lebih dekat ke bumi dibandingkan jarak rata-rata antara bulan ke bumi.

Batuan antariksa pertama, yang dijuluki oleh NASA sebagai Asteroid 2015 HM10, akan tampak dekat dengan Bumi sekitar pukul 07.00 pagi BST atau 13.00 WIB. Setelah itu, Asteroid 2019 OD akan mendekati Bumi dengan jarak yang lebih dekat dibandingkan jarak bumi ke bulan sekitar pukul 14.31 sore BST atau 20.31 WIB. Asteroid ketiga dan terkecil, 2019 OE, akan melewati bumi sekitar pukul 15.36 sore BST atau sekitar 21.36 WIB.

NASA mengatakan tidak ada salah satu dari tiga asteroid tersebut yang akan menghantam bumi. Asteroid HM10 akan menjadi pertama mendekati bumi dan terjauh yang melintas dekat bumi. Asteroid HM10 akan mendekati bumi dari jarak hanya 2,9 juta mil (4,68 juta km) dengan kecepatan 9,51 km per detik. Kemudian asteroid kedua, 2019 OD, akan menjadi yang terdekat dari ketiga asteroid tersebut, yang melintas dekat bumi dari perkiraan 219.375 mil (353.050 km). Jarak ini lebih pendek dari jarak rata-rata antara bumi dan bulan sekitar 240.000 mil (384.400 km).

NASA memperkirakan asteroid itu akan meluncur mendekati bumi dengan kecepatan sangat tinggi sekitar 42.882 mph atau 19,17 km per detik. Asteroid 2019 OD adalah yang tercepat dan terbesar dari tiga batuan antariksa tersebut, yang berukuran antara 170,6 kaki hingga 393,7 kaki (52 m hingga 120 m).

Yang terakhir dari tiga batu ruang angkasa, Asteroid 2019 OE, akan mendekati bumi dari jarak 0,00647 unit astronomi, atau sekitar 601.424 mil (967.898 km) atau 2,52 kali sejauh bulan. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BATAN: Dukungan pemerintah dapat tingkatkan kontribusi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 19:29 WIB
Pakar Teknik Analisis Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Diah Dwiana mengungkapkan dukunga...
Bantu turunkan stunting, BATAN akan manfaatkan teknologi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 16:22 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ikut berkontribusi dalam usaha pemerintah mengurangi angka stun...
BATAN jadi pusat kolaborasi teknologi nuklir dunia satu-satunya
Selasa, 03 Desember 2019 - 08:06 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini menjadi satu-satunya institusi di dunia yang ditunjuk ...
ITN Malang miliki profesor di bidang Ilmu Arsitektur
Jumat, 22 November 2019 - 16:05 WIB
Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang memiliki seorang profesor di bidang Ilmu Arsitektur, khususny...
LIPI nyatakan Indonesia berperan tentukan iklim dunia
Senin, 18 November 2019 - 14:57 WIB
Pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan keberadaan Indonesia di persimpangan...
Kajian BPPT: Kekuatan gempa Maluku setara 30-40 kali bom atom Hiroshima
Sabtu, 16 November 2019 - 06:30 WIB
Kajian awal yang dilakukan Kepala Seksi Program dan Jasa Teknologi Balai Teknologi Infrastruktur dan...
Lapan bercita-cita jadikan Biak sebagai `space island`
Jumat, 15 November 2019 - 08:59 WIB
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berharap dengan adanya pembangunan bandar antarik...
Balitbang Kementan kembangkan inovasi bunga Krisan dataran rendah
Selasa, 12 November 2019 - 20:18 WIB
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Penge...
Setelah tiga tahun, Transit Merkurius terjadi lagi malam ini
Senin, 11 November 2019 - 15:32 WIB
Setelah tiga tahun berselang, peristiwa Transit Merkurius melintasi piringan Matahari dan sejajar de...
Wajah sains Indonesia ada di Cibinong dan Serpong
Jumat, 08 November 2019 - 11:30 WIB
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)