Puluhan warga Green Citayam demo tagih janji pengembang
Elshinta
Selasa, 30 Juli 2019 - 21:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Puluhan warga Green Citayam demo tagih janji pengembang
Pengembang ingkar, puluhan warga Green Citayam tagih janji. Foto: Hendrik Raseukiy/elshinta.com.

Elshinta.com - Puluhan warga dan konsumen perumahan Green Citayam City (GCC) di Desa Jagaraya, Citayam, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menuntut pengembang yakni PT Green Construction City (GCC) melunaskan janjinya menyediakan rumah yang belum dibangun dan fasilitas umum-sosial.

Disebutkan Azis, seorang pemesan rumah di GCC ini, dari dua ribu rumah hanya, sebagian kecil saja yang terealisasi, padahal sebagian besar konsumen sudah membayar uang muka. 

“Rumah saya sudah dua tahun gak ada. Padahal uang sudah saya setor 50 juta. Sedangkan untuk menagihnya, susah banget bisa ketemu sama orang dari pengembangnya,” sebut Azis kepada Reporter Elshinta Hendrik Raseukiy, Selasa, 30 Juli 2019. 

Dijelaskan, pada Minggu (28/7), puluhan warga mendatangi kantor PT GCC menagih janji Direktur Utama, Ahmad Hidayat Assegaf yang merealisasi rumah yang belum dibangun. Selain itu, berkomitmen menyerahkan salinan Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)  dan bukti pembayaran PBB kepada konsumen.  

“Warga juga menagih janji PT GCC yang akan membangun Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial yang menjadi kewajiban pengembang. Namun kedatangan kami ke kantor GCC hanya ditemui oleh beberapa staf dan keamanan. Warga tampak menahan emosi saat mendapat informasi Hidayat Assegaf tidak berada di kantornya,” jelas Azis, profesional di bidang Bisnis Teknologi Informasi.  

Di sini ada warga yang sudah dapat unit. Tapi belum pernah akad. Dan bangunan yang baru selesai 80% padahal sudah 3 tahun kami menunggu,” papar Azis yang bertindak sebagai juru bicara warga.

Seorang warga lain menyebutkan, selain mempersoalkan rumah yang belum ada, dan fasos dan fasum, mareka juga mempertanyakan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) asli. 

“Banyak yang senasib dengan saya. Sudah keluar uang banyak tapi gak jelas. Warga di sini saja yang sudah tinggal diberi HGB palsu. Makanya selain soal Fasum mereka juga menuntun HGB asli,” ungkap warga. 

“Fasum dan Fasos tidak ada dan kami ingin menanyakan HGB asli,” ungkap warga yang tak mau disebutkan namanya.
Sementara itu Aziz, salah satu konsumen GCC mengaku, kedatangannya ke kantor pengembang untuk menagih akad jual beli yang dijanjikan oleh pengembang,“ Aziz menambahkan telah menyetorkan uang sebesar Rp 50 Jt kepada pihak GCC. “Dari tahun ke tahun mereka janji janji mulu, makanya kami kesini. Tapi pemiliknya sedang ke Arab katanya,” jelas Aziz jengkel. 

Pembangunan Perumahan Green Citayam City yang terletak di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, telah tiga kali dihentikan paksa oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.  

Berdasarkan berita pers, pada Maret 2016 Satpol PP Kabupaten Bogor menyegel ratusan unit rumah bersubsidi ini. Ratusan rumah itu berada di Green Citayam City. 

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan pada Satpol PP Bogor saat itu, Agus Ridho penyegelan dilakukan lantaran pihak pengembang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dikonfirmasi, Nukman seorang marketing GCC mengatakan. Soal tuntutan warga ini sedang dalam pengerjaan pengembang. Fasos Fasum, jalanan, taman, dan rumah ibadah sedang dalam pengerjaan. 
 
“Sedangkan soal AJB juga sedang dalam pengerjaan dan proses team legal notaris. Sedang detailnya, dapat lebih dimintai keterangan pada manajemen langsung. Dan team legal juga sedang selesaikan soal surat dan dokumen lainnya. Ini komunikasi antara konsumen dengan developer lebih ditingkatkan,” ujar Nukman.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sempat tergenang, layanan KRL berangsur normal
Minggu, 23 Februari 2020 - 10:26 WIB
Layanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang sempat terganggu akibat genangan pascahujan lebat sejak Sabtu ...
Ini rekayasa pola operasi KRL akibat genangan di Jakarta
Minggu, 23 Februari 2020 - 08:25 WIB
Operator KRL, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan rekayasa pola operasi akibat genangan air...
Farabi El Fouz dapat dukungan parpol non-parlemen untuk calon Walkot Depok
Jumat, 21 Februari 2020 - 20:34 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi El Fouz makin mantap maju sebagai bakal calon wali atau wa...
Water cannon dan raisa disiagakan di Monas jelang Aksi PA 212
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:23 WIB
Terkait aksi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/2) siang, sejum...
Rekayasa lalin diberlakukan terkait aksi PA 212
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:08 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas menyusul aksi unjuk ra...
Cuaca hari ini, hujan masih bayangi Jakarta
Jumat, 21 Februari 2020 - 07:00 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih terjadi di wilayah DK...
Kemenhan segera buka pendaftaran Komcad bukan Wamil
Kamis, 20 Februari 2020 - 20:56 WIB
Dalam menumbuhkan rasa nasionalisme hidup berbangsa dan bernegara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan)...
Polisi alihkan rute lalu lintas jelang aksi reuni 212
Kamis, 20 Februari 2020 - 19:47 WIB
Polda Metro Jaya mengalihkan rute lalu lintas jelang aksi unjuk rasa persaudaraan alumni 212 di seki...
Erick Thohir ingin Telkom percepat transformasi bisnis di era digital
Kamis, 20 Februari 2020 - 16:49 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT Telkom Indonesia Tbk untuk dapat cepat mentransformasikan bisni...
DPR usul RUU Omnibuslaw Law Cipta Kerja tetap diperbaiki
Kamis, 20 Februari 2020 - 16:27 WIB
Draf Rancangan Undang-Undangan (RUU) Omnibus Law telah diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat RI ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)