Mau bisnis kopi? Ini tiga level outlet yang bisa dipilih
Elshinta
Rabu, 31 Juli 2019 - 10:40 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Mau bisnis kopi? Ini tiga level outlet yang bisa dipilih
Ilustrasi kopi. Foto: istimewa

Elshinta.com - Outlet kopi terus menjamur di berbagai kota, dari skala kecil hingga besar. Bisnis ini menjanjikan, mengingat banyak penyuka kopi di seluruh Nusantara. Bagi Anda yang ingin menjajal bisnis ini, ada tiga level outlet yang bisa dicoba. Apa saja?

Niam Muiz, trainer bisnis yang juga Presdir Inspira Consulting menjelaskan terkait tiga level outlet kopi seperti berikut:

Level outlet kopi pesepeda motor

Jenis outlet ini menjaring pasar pesepeda motor yang lewat di outlet tersebut dan sebetulnya merupakan penikmat kopi kelas sachet. Mereka ingin menikmati kopi dalam suatu komunitas yang tidak selalu dikenalnya namun sambil minum kopi dapat bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas dan relatif berbiaya sangat rendah (karena rujukannya berasal dari kopi shacet). Biasanya jenis outlet kopi ini mempunyai lahan parkir sepeda motor yang cukup luas konon dapat menampung ratusan sepeda motor.

Jenis outlet ini sangat happening di sejuta kota besar karena menjadi kesempatan bagi penikmat kopi level bawah yang dapat menjadikan outlet tersebut sebagai ajang gaul. Perhitungan margin keuntungan secara bisnis sangat tipis namun karena jumlah pelanggan yang membludak bisnis ini konon lebih menguntungkan daripada bisnis kuliner yang lebih serius. Ditambah dengan roti panggang dan gorengan serta kacang-kacangan bisnis ini akan menjadi sumber income yang luar biasa.

Hanya saja perlu diperhatikan bahwa outlet level ini harus berada di pinggir jalan dimana sepeda motor berlalu lalang dan bisa terjadi tingkat kejenuhan bisnis berlangsung lebih singkat sehingga pada waktu tertentu outlet ini bisa di dekorasi ulang agar tidak membosankan pelanggan.

Namun secara praktis level ini memiliki profil permodalan yang efektif karena cukup dengan meja dan bangku massal maka si pelanggan sudah tidak keberatan bersempit-sempit dalam outlet sambil menikmati kopi. Adapun jenis kopi yang disediakan umumnya tidak terlalu canggih, hanya kopi-kopi sachet yang beragam ditambah kopi kiloan dalam proporsi tertentu sebagai “kopi premium mereka.”

Outlet level 2 ini umumnya terdapat di kampus-kampus atau pinggir perkantoran

Level ini menjaring pelanggan di sekitar kampus atau pinggiran perkantoran dengan harga kopi yang ditawarkan di atas harga kopi sachet dengan keahlian pelayanan “barista lokal” yang menyiasati penampilan kopi ala Starbuck namun dengan kreasi lokal mereka.

Level outlet ini tidak terlalu mengundang pelanggan terlalu banyak namun biasanya dikenali dapat menyerap pelanggan pada waktu tertentu seperti jam istirahat, jam awal masuk kantor atau jam pulang kantor.

Karena perhitungan keuntungan bisnis yang lebih berlipat daripada outlet kopi level satu, adanya jumlah pelanggan yang lebih terbatas tidak terlampaui mengganggu perhitungan keuntungan level ini, karena sebetulnya sifat permodalannya relatif lebih murah dibandingkan kopi premium.

Desain outlet ini sedikit lebih modis walaupun dibawah level café. Pada umumnya pemilik bisnis kopi ini adalah anak-anak muda. Kita akan segera mengetahui outlet level ini dari dekorasinya yang mengikuti zaman now namun dengan bahan baku yang sederhana. Di pojok tempat yang biasa sewanya relatif lebih miring. Biasanya terlihat bahwa pramusajinya sudah didandani dengan seragam, melakukan pelayanan dengan secara standar keramahan dan biasanya terbuka atas pertanyaan atau pilihan menu.

Perkiraan keuntungan yang diperoleh dari bisnis level dua ini sedikit memerlukan waktu lebih panjang. Namun praktis dapat menjamin keuntungan setelah ia dapat menjaring pelanggan setianya.

Cash flow bisnis ini relatif merata, tidak fluktuatif karena tipe pelanggan setia tersebut. Adapun jenis kopi yang ditawarkan adalah jenis kopi lokal yang sangat beragam namun dengan kualitas medium saja. Dari kopi gayo hingga kopi kental manis, maupun kopi bancai bandung.

Outlet level tiga adalah jenis kopi premium yang menduplikasi gerai kopi internasional

Outlet jenis ini biasanya memiliki daftar harga sedikit lebih miring dari harga kopi internasional, gerai kopi ini berada di mall dan tempat-tempat yang disewa dengan harga premium.

Sangat menarik mengamati bahwa jenis gerai kopi level tiga belakangan ini telah bekerja sama dengan jaringan online untuk pelayanan beli dan antar. Dengan kata lain gerai bisnis level tiga sudah sangat terbuka dengan berbagai teknologi dengan bisnis zaman now yang tidak membatasi pelanggannya di lingkungan sekitar saja namun juga meyakini bahwa mereka dapat memberi daya tarik pada pembeli dengan jangkauan lebih luas.

Perhitungan keuangan dan permodalan dari bisnis ini lebih dari setengahnya digunakan untuk mempercantik gerai dan ongkos sewanya. Dengan profil demikian harus diakui bahwa gerai level tiga memerlukan cukup modal yang besar dan tingkat pengembaliannya jangka panjang.

Mengingat hal demikian maka bisnis ini hanya dapat dilakukan sejauh memiliki barista profesional, senantiasa melakukan inovasi menu dan bila perlu mengembangkan produknya sekurang-kurangnya 3 kali.

Riset kepuasan pelanggan (walaupun secara informal) perlu dilakukan agar dapat mempertahankan retensi pelanggan dan menjamin datangnya pelanggan baru. Dengan kata lain pula gerai level tiga ini perlu dikelola secara dinamis, tidak boleh puas dengan pencapaian yang ada dan senantiasa waspada terhadap naik turun jumlah pelanggan yang merefleksikan kualitas menu maupun produk yang ditawarkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
2020, bagaimana prospek bisnis pakaian?
Rabu, 22 Januari 2020 - 13:48 WIB
Bisnis pakaian memang tak pernah lesu. Para pelaku di industry ini selalu bertumbuh, terlebih di mus...
Jangan waralabakan bisnis, bila Anda belum penuhi syarat ini
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:26 WIB
Syarat bila ingin mewaralabakan usaha adalah bisnis Anda telah “sukses.” Artinya Anda telah paha...
Brand franchise yang Anda pilih baik atau buruk? Selidiki tiga hal ini…
Jumat, 10 Januari 2020 - 11:14 WIB
Konsultan franchise Royandi Junus menjelaskan soal ini. Pertama, pastikan bahwa Anda memang memiliki...
Menjual franchise ke pihak ketiga, bisakah? Ini penjelasannya
Senin, 06 Januari 2020 - 11:06 WIB
Umumnya, bila seorang franchisee ingin menjual bisnis yang sudah dimiliki kepada pihak ketiga, tidak...
Tips sukses bisnis franchise: Jangan jadikan sampingan!
Senin, 23 Desember 2019 - 10:59 WIB
Berbisnis dengan sistem franchise hampir sama dengan berbisnis sendiri. Yaitu Anda perlu bekerja den...
`Kejeblos`, cara lain belajar dari pengalaman untuk pebisnis pemula
Senin, 02 Desember 2019 - 12:05 WIB
Dalam dunia bisnis, pemula juga sebenarnya memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi aset dalam m...
Dear pelaku usaha! Ingat, bisnis itu didikte oleh selera pasar
Jumat, 01 November 2019 - 09:34 WIB
Dalam posisi keseimbangan sebetulnya dalam bisnis, permodalan itu diimbangi dengan seberapa dekat An...
Buka cabang franchise, kapan sebaiknya dilakukan?
Senin, 21 Oktober 2019 - 12:33 WIB
Sebagai pemilik bisnis franchise atau franchisor, saat yang paling tepat membuka cabang baru (outlet...
Plus minus bisnis kreatif, apa saja? Ini jawaban pakar
Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:03 WIB
Selain keunggulan industri kreatif mengenai kemudahan mendapatkan bahan baku dan kesesuaian minat da...
Mengenal beragam kendala dalam bisnis franchise, apa saja?
Senin, 14 Oktober 2019 - 15:07 WIB
Dalam setiap bisnis kendala pasti hadir, termasuk dalam bisnis franchise atau waralaba. Di bisnis fr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV