Kajari Semarang dan anak buah diperiksa terkait kasus pajak bea impor
Elshinta
Rabu, 31 Juli 2019 - 16:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kajari Semarang dan anak buah diperiksa terkait kasus pajak bea impor
Kejaksaan Agung RI. Foto: https://bit.ly/3100Ctk/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)  Semarang DS dan jajarannya diperiksa, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung,  Selasa (30/7) petang sampai malam hari. 

DS yang ditemui wartawan, termasuk Reporter Elshinta, Ronald Steven, usai pemeriksaan memilih bungkan dan meninggalkan Gedung Bundar sekitar pukul 19. 00 WIB. 

"Saya capek," ujarnya singkat kepada wartawan seraya menghindar dari kerumunan wartawan. 

Pengusutan jajaran Kejari Semarang diduga terkait dengan dugaan penyalahgunaan Rentut (rencana tuntutan) Surya Soedarma, terdakwa perkara kepabeanan. 

Surya bin Lie Tjek Jauw (67), pemilik/komisaris sekaligus Direktur Utama PT SSJ, importir perdagangan alat pertukangan, alat bangunan serta spare part sepeda dituntut jaksa penuntut umum selama satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Tetapi, di persidangan majelis hakim memutus dengan hukuman terdakwa dua tahun penjara. Dugaan kerugian negara sekitar Rp34 Miliar.

Ketua Tim Supardi yang sempat ditemui, Selasa malam enggan berkomentar dan beralasan tidak memiliki kewenangan untuk berbicara. 

"Maaf Mas. Saya tidak punya kewenangan. Saya juga tidak tahu," ujarnya. 

Sementara itu Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M.  Adi Toegarisman yang ditemui terpisah mengatakan belum menerima laporan dari tim pemeriksa. 

"Nantilah,  setah terima laporan akan dijelaskan oleh Puspenkum, " ucapnya diplomatis. 

Sebelumnya sempat tersiar khabar akan ada penahanan sampai kemudian pukul 21. 00 WIB wartawan dihimbau untuk menjauh dari Gedung Bundar. 

Selain Dwi,  sejumlah jaksa dan pegawai tata usaha dari Kejari Semarang dan Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Jawa Tengah tengan menunggu giliran diperiksa, di ruang tunggu Gedung Bundar. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masa tahanan Gubernur Kepri nonaktif diperpanjang
Sabtu, 21 September 2019 - 20:49 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa tahanan Gubernur Kepri nonakt...
Empat tahun buron, mantan camat di Deli Serdang berhasil ditangkap
Sabtu, 21 September 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara bersama Intel Kejari Deli Serdang berhasil merin...
KPK: Draf RUU Pemasyarakatan samakan korupsi dengan kejahatan biasa
Jumat, 20 September 2019 - 13:45 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif mengatakan, draf RUU...
Buwas sebut ada pihak yang fitnah Bulog berasnya tidak layak konsumsi
Jumat, 20 September 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengatakan, ada pihak-pihak yang se...
Kata MK soal pengajuan uji materi hasil revisi UU KPK
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan siap menerima pengajuan uji materi hasil revisi...
KPK duga uang suap Menpora mengalir ke pihak lain
Jumat, 20 September 2019 - 06:48 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK mend...
Menteri KKP incar pemodal kapal `illegal fishing`
Kamis, 19 September 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengincar pemilik modal kapal-kapal...
Susi minta serahterimakan enam kapal asing sebelum kabinet baru
Kamis, 19 September 2019 - 17:42 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar enam kapal asing bisa ...
Eggi Sudjana kirim surat ke Presiden minta perlindungan hukum
Kamis, 19 September 2019 - 16:10 WIB
Elshinta.com - Tim pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadhoni Nasution mengatakan, Eggi mengirimkan su...
Gunakan mesin insinerator, BNN musnahkan narkoba jadi uap
Kamis, 19 September 2019 - 16:01 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah material barang bukti penyalahgunaan narkob...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)