BNN sebut ganja tidak sebabkan meninggal tapi bodoh
Elshinta
Rabu, 31 Juli 2019 - 23:14 WIB |
BNN sebut ganja tidak sebabkan meninggal tapi bodoh
Pohon ganja. Foto: Ilustrasi/elshinta.com.

Elshinta.com - Seseorang pengguna ganja tidak serta-merta meregang nyawa ketika menyalahgunakan bahan narkotika itu, tetapi berpotensi besar untuk menjadi bodoh, demikian disampaikan Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Mufti Djusnir.

"Dengan diikatnya gelembung oksigen oleh tetrahydrocannabinol THC (zat dalam ganja), sel otak menjadi mati. (Sel) yang mati tidak bisa diperbaiki dan hanya sisanya yang bisa dipakai. Kalau berkelanjutan memakai ganja, sel mati semakin banyak," ujar Mufti dia saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (31/7).

Mufti mengatakan otak manusia mempunyai gelembung udara yang berisi oksigen. Semakin banyak oksigen di dalam otak, seseorang akan semakin pintar. Begitupula sebaliknya.

Pendapat senada juga diungkapkan ahli medis University of Pennsylvania Perelman School of Medicine Marcel Bonn-Miller.

Bonn-Miller, seperti dilansir laman WebMD, menyampaikan ganja dapat mengganggu kecerdasan intelektual dan fungsi mental remaja karena perkembangan otak pada rentang usia remaja masih terus berkembang.

Penggunaan ganja juga memiliki sederet efek negatif antara lain: depresi, halusinasi, detak jantung menjadi cepat, tekanan darah rendah, dan mempengaruhi penilaian serta koordinasi seseorang. (Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sandiaga: Pelayanan kesehatan warga Jakarta masih memprihatinkan
Sabtu, 21 September 2019 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pelayanan kesehatan untuk...
Ini akibatnya jika tubuh kurang kalsium
Sabtu, 21 September 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Tubuh memiliki cara berkomunikasi dengan Anda dan memberi tahu tentang situasi krit...
Tunggu Presiden soal kepastian kenaikan iuran BPJS Kesehatan
Jumat, 20 September 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menunggu hasil kebijakan ...
Ternyata ini yang jadi alasan `vape` berbahaya
Jumat, 20 September 2019 - 10:33 WIB
Elshinta.com - Sifat iritatif dan oksidatif yang dihasilkan oleh kandungan vape disebut menjadi al...
Naiknya cukai rokok upaya Pemerintah kurangi perokok pemula
Rabu, 18 September 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa naiknya harga cukai rokok sebesar 2...
Pemprov Kepri siapkan masker untuk para pelajar
Selasa, 17 September 2019 - 14:43 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan masker untuk para pelajar untuk mencega...
Dinkes diminta siaga layani masyarakat terdampak asap
Selasa, 17 September 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada Dinas Kesehatan di sejumlah wilayah ter...
Dinkes Kalteng sediakan rumah singgah bagi penderita ISPA
Selasa, 17 September 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan p...
Hati-Hati, lima kebiasaan ini berefek buruk bagi otak
Senin, 16 September 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Pada saat menerapkan gaya hidup sehat, biasanya orang hanya memperhatikan ukuran pin...
Ada 94 kasus baru HIV di Cianjur hingga September 2019
Minggu, 15 September 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat hingga September terdapat 94 orang de...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)