BSSN paksakan RUU Kamtansiber, ICSF: Kinerjanya belum terbukti
Elshinta
Minggu, 11 Agustus 2019 - 09:02 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
BSSN paksakan RUU Kamtansiber, ICSF: Kinerjanya belum terbukti
Ilustrasi. Sumber foto: https://s.id/6aGKQ

Elshinta.com - RUU Keamanan dan ketahanan Siber (Kamtansiber) dinilai akan memicu kontroversi dan kegaduhan di masyarakat.  Langkah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang berencana menggelar simposium untuk mendengar saran dan masukan dari publik dipertanyakan.  Diduga ada kepentingan BSSN di balik gol-nya RUU Kamtansiber.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja mengaku heran dengan rencana BSSN menggelar simposium untuk membahas RUU Keamanan dan Ketahanan Siber. 

Menurutnya, simposium itu merupakan upaya memaksa agar RUU Kamtansiber disahkan pada masa sidang tahun ini. “Terus terang (saya) tidak paham apa yang ada di benak mereka. Tapi terkesan kayak mereka ingin mempercepat ini menjadi UU yang mana semua orang kemarin (menolaknya). Jerry Sambuaga juga mengatakan bahwa tidak mungkin dibahas di masa sidang sekarang,” ujar Ardi dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Minggu (11/8).

“Artinya apa? Saya tidak mengerti dari Komisi I saja mengatakan seperti itu, tapi kenapa kok terkesan kayak dipaksakan gitu,” ujarnya.

Seperti diketahui, ICSF merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di Jakarta, dan memiliki tugas dan misi untuk memberikan solusi, bimbingan, dan solusi Keamanan Cyber ​​dan Ketahanan melalui kolaborasi multi-pihak, pendidikan, relawan kerja, dan pelatihan untuk membantu Sektor Publik dan Swasta, serta Militer Indonesia, dan Mitra Internasional. 

ICSF lahir dari kolaborasi puluhan pakar dari ABGC, yaitu Akademik, Bisnis, Pemerintah, dan multi-stakeholder Masyarakat Sipil. ICSF juga salah satu stakeholder yang ikut berperan dalam terbentuknya BSSN dan juga terlibat dalam penyusunan naskah akademik untuk merumuskan draf RUU Kamtansiber.

Ardi menuturkan RUU Kamtansiber tidak boleh dipaksa untuk disahkan. Sebab, ia berkata banyak pihak tidak mengetahui aspek di dalam RUU tersebut, misal dari pihak asosiasi hingga profesi. “Artinya masih diperlukan waktu untuk membahas ini secara detil dengan semua stakeholder yang ada,” ujar Ardi.

Ardi berkata RUU Kamtansiber berdasarkan draft hanya menguatkan BSSN. Ia menilai hal itu seharusnya tidak boleh terjadi karena hal terkait siber melibatkan banyak pihak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG: Sumut berpotensi panas menyengat tiga hari ke depan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 06:30 WIB
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas menyengat masih berpo...
BMKG: Waspada hujan disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia
Minggu, 17 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi terjadin...
106, 67 juta penduduk Indonesia telah jalani vaksinasi COVID-19
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 23:45 WIB
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan hingga Sabtu siang 106.669.970 (106,67 juta) penduduk In...
Petani kopi arabika organik di Poso bakal dibina pengusaha asal Jerman
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 22:45 WIB
Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah menyepakati kerja sama dengan sejumlah pengusaha a...
Kominfo jabarkan enam strategi antisipasi gelombang tiga COVID-19
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa pemerintah memiliki enam strategi utama untu...
Menteri BUMN: Investasi \
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 22:15 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan nilai investasi Proyek Strategis Nas...
Wamen Parekraf harapkan `Exotic NTT` tingkatkan kunjungan wisatawan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 21:15 WIB
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Angela Tanoesoedibjo mengharapkan pame...
Disbudpar Kudus gelar Festival Kopi Muria untuk promosikan kopi lokal
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 21:01 WIB
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar Festival Kopi Muria sebagai ...
Pimpinan DPRD Surabaya buka layanan cek data dan konsultasi bagi warga
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 20:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengisi masa reses sidang tahun III masa persidangan I tahun ...
Pupuk Sriwidjaja: Program Makmur beri manfaat nyata bagi petani
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:15 WIB
PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, anak perusahaan Pupuk Indonesia, mengungkapkan program Makmur...
Live Streaming Radio Network