Kiri Kanan
Dinkes pastikan stok obat cukup untuk tangani pasien ISPA di Pekanbaru
Elshinta
Selasa, 13 Agustus 2019 - 11:43 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
Dinkes pastikan stok obat cukup untuk tangani pasien ISPA di Pekanbaru
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2YUC4Vr

Elshinta.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Riau memastikan stok obat bagi pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencukupi dan juga seluruh puskesmas yang ada siap menampung dan merawat masyarakat yang terkena ISPA akibat kabut asap.

"Disamping masker, 1.000 kotak disiapkan. Obat-obatan lain seperti obat yang ada di ILFK kita sudah berada di puskesmas, seperti obat batuk, kita sudah siapkan untuk masyarakat. Seluruh puskesmas kita siap menangani korban dampak kabut asap," ungkap Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Senin (12/8).

Lanjut Muhammad Amin, pihaknya telah mengoptimalkan seluruh puskesmas dalam melayani pasien ISPA. "Kita sudah optimalkan puskesmas, dan rata-rata puskesmas sudah ada IGD. Untuk penderita disebabkan kabut asap diutamakan untuk dilayani lebih cepat. Sehingga penanganannya tidak terlambat, itu yang kita harapkan," ujarnya.

Saat ini menurut Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, kondisi udara di Pekanbaru dalam posisi sedang. Puskesmas juga sudah diinstruksikan untuk menangani persoalan dampak dari kabut asap, terutama terhadap lima penyakit yang muncul. "Ada sekitar 1.000 lebih yang kena ISPA. Data pastinya silakan tanya ke bidang P2P," katanya, dilansir dari InfoPublik.

Diketahui, Diskes Kota Pekanbaru memiliki lima puskesmas rawat inap yang dapat melayani masyarakat yang terkena ISPA.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota TNI beri pelayanan kesehatan kepada korban gempa Ambon
Kamis, 21 November 2019 - 20:54 WIB
Elshinta.com - Pasca gempa berkekuatan 6.8 skala richter yang mengguncang Kota Ambon ...
Menkes siap tampung aspirasi publik soal tembakau alternatif
Kamis, 21 November 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dokter Terawan Agus Putranto tidak mau men...
Bappenas kunjungi Langkat bahas penurunan angka stunting terintegrasi
Kamis, 21 November 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Tim Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Badan Perencanaan Pembanguna...
Yuk kenali vitamin F untuk jantung hingga saluran cerna
Selasa, 19 November 2019 - 09:37 WIB
Elshinta.com - Vitamin F, kombinasi dari dua jenis lemak penting, yaitu asam alfa-linolena...
Waspada! Ini indikasi penyebab munculnya keinginan bunuh diri
Minggu, 17 November 2019 - 14:12 WIB
Elshinta.com - Staf Subbagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar...
Persadia Subang raih juara II dalam WDD Tingkat Jabar
Minggu, 17 November 2019 - 00:25 WIB
Elshinta.com - Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Kabupaten Subang mendapat Juara II ...
BPJS nilai wajar bila ada peserta yang turunkan kelasnya
Sabtu, 16 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Rencana Pemerintah untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan, membuat masyarakat menurunkan...
Cegah penyakit, Dirjen Kesmas ajak masyarakat jaga kesehatan lingkungan
Jumat, 15 November 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tar...
Bahaya vape, ada partikel-partikel belum sempurna terbakar masuk dan mengendap dalam organ tubuh
Jumat, 15 November 2019 - 12:08 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan larangan penggunaan va...
Pakar sebut bangkai babi yang dibuang ke sungai bisa picu infeksi
Jumat, 15 November 2019 - 11:58 WIB
Elshinta.com - Pakar yang juga dosen Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Deru Cantik