Meski mulai padam, Karhutla Gunung Ciremai terus dipantau
Elshinta
Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:48 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Meski mulai padam, Karhutla Gunung Ciremai terus dipantau
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono. Foto: Yohanes Charles/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kapolres Majalengka AKBP Mariyono bersama rombongan terus melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Ciremai, Jawa Barat, tepatnya di Posko Satgas Penanggulangan Karhutla Kawasan TNGC, Komplek Perkemahan Cidewata Sadarehe, Kabupaten Majalengka, Selasa (13/8).

Mariyono mengatakan, karhutla yang terjadi di Gunung Ciremai hingga hari ketujuh telah mencapai 398 hektare, meski saat ini titik api sudah mulai padam.

"Alhamdulilah situasi di atas, berdasarkan laporan dari Masyarakat Pecinta Api bahwa titik api sudah padam. Namun, tetap kita terus melakukan pemantauan hingga benar-benar api tersebut padam," ungkapnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Yohanes Charles, Selasa (13/8).

Menurut Mariyono, saat ini helikopter yang melakukan water bombing sudah tidak bisa lagi melakukan pemadaman karena adanya angin dan asap yang dapat mengganggu kegiatan tersebut.

"Ada sekitar 160 personel Polres Majalengka dan ditambah dari TNI 1 SSK serta BPBD maupun masyarakat pencinta api yang telah disiapkan di lokasi kebakaran karhutla," ujarnya.

Kapolres menambahkan bahwa untuk langkah ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penanggulangan segera agar bencana asap ini dapat selesai. "Kami juga mengimbau kepada warga masyarakat, dengan adanya kebakaran hutan ini, agar mewaspadai adanya satwa yang turun ke permukiman," tukasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Asap semakin pekat, jarak pandang Kota Pekanbaru memburuk
Jumat, 20 September 2019 - 11:14 WIB
Elshinta.com - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih pekat menyelimuti Kota Pekanba...
Dua pekan, kabut asap diharapkan sudah bisa diatasi
Jumat, 20 September 2019 - 07:57 WIB
Elshinta.com - Gangguan kabut asap pada dunia penerbangan Tanah Air diharapkan sudah bisa diatasi ...
Status tanggap darurat bencana karhutla ditetapkan di Kalteng
Jumat, 20 September 2019 - 07:45 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat benca...
Kabut asap serang Aceh, mulai ganggu penerbangan
Jumat, 20 September 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kabut asap sudah m...
`Mencekam`, kebakaran lahan nyaris hanguskan sekolah dan rumah warga
Jumat, 20 September 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Kebakaran lahan terjadi di Perumahan Betang Raya Jalan Jenderal Sudirman Km 6,5 Sam...
Atap SD ambruk, Bupati Purwakarta instruksi turunkan tim audit
Kamis, 19 September 2019 - 17:31 WIB
Elshinta.com - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Anne Ratna Mustika menginstruksikan Inspektorat Daer...
Kebakaran menuju puncak Gunung Semeru berhasil dipadamkan
Kamis, 19 September 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengungkapkan kebakar...
Seorang bujangan di Malang ditemukan tewas membusuk
Kamis, 19 September 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Seorang pria yang hidup seorang diri, Donny Effendi (41), warga Jalan Salahutu Tida...
Penanganan karhutla Riau, Pertamina dukung BNPB
Kamis, 19 September 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Untuk mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menanggulangi ke...
Korban meninggal akibat miras oplosan di Malang bertambah satu
Rabu, 18 September 2019 - 16:47 WIB
Elshinta.com - Firnanda Triprasetyo (16), warga Jalan Simpang Candi, Mojolangu, Kota Malang, Jawa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)