Panglima TNI tinjau lokasi karhutla di Riau
Elshinta
Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:28 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Panglima TNI tinjau lokasi karhutla di Riau
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, beserta rombongan meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Peninjauan langsung kebeberapa lokasi yang terdampak Karhutla melalui udara menggunakan Heli EC-725, Heli NAS 332 Superpuma, Heli Bell Polri dan Heli Bell BNPB bertolak dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru menuju Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kemudian dilanjutkan ke Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan ke Technopark, Selasa (13/8).

Di hadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan hasil peninjauan dari udara terlihat bahwa titik-titik api itu tersebar, tapi tidak semuanya terbakar, hanya sebagian kecil, dan asapnya saja juga tidak begitu besar. “Namun harus kita waspadai agar tidak melebar kebagian lain,” ucapnya seperti dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menilai bahwa penggunaan heli untuk  pemadaman Karhutla dengan cara Water Boombing cukup efektif.  Satu heli bisa mengangkut hampir 10 ton air satu kali naik dalam bentuk bola-bola air.  Setiap bola tersebut berkapasitas 108 liter yang dapat membasahi area kurang lebih 33 m2.
 
“Sehingga ini terus kita siapkan, dan latih pilotnya supaya bisa masuk ke titik api sesuai dengan keinginan. Namun, apabila kemarau panjang berlangsung sampai akhir bulan September dan heli tidak mencukupi, maka kita akan segera luncurkan pesawat Hercules,” katanya. 

Panglima TNI juga mengatakan bahwa alternatif lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pekanbaru bisa dilakukan dengan hujan buatan melalui  Teknik Modifikasi Cuaca (TMC).  “TMC tergantung awan, kalau ada awan akan kita siram dengan Natrium Clorida (NaCl),” ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gempa bermagnitudo 6,4 guncang Maluku Tenggara Barat
Minggu, 22 September 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan Magnitudo (M) 6,4 terjadi di wilayah Maluku Tenggara Barat pada Minggu...
TMC masih terus dilakukan di langit Kalimantan dan Riau
Sabtu, 21 September 2019 - 13:48 WIB
Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan operasi Teknologi Modifi...
Pasca-gempa M 4,2 di Lebak, BPBD belum terima adanya laporan kerusakan
Sabtu, 21 September 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak,...
BMKG deteksi 1.182 titik panas di Sumatera
Sabtu, 21 September 2019 - 10:48 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.182 titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau ...
Krisis air bersih landa 19 kecamatan di Lebak
Sabtu, 21 September 2019 - 09:28 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan sebanyak 19 ...
Gempa M 5,1 guncang Halmahera Selatan, tak berpotensi tsunami
Sabtu, 21 September 2019 - 06:35 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah terjadi gempa...
Gempa bermagnitudo 4,3 guncang Kaimana Papua Barat
Sabtu, 21 September 2019 - 06:16 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 mengguncang Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua ...
21 September 2016, banjir bandang di Garut diyakini terparah sepanjang sejarah
Sabtu, 21 September 2019 - 06:16 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, menyatakan banjir bandang di...
Lava pijar Gunung Semeru ancam aktivitas warga  
Jumat, 20 September 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Keluarnya lava pijar dari puncak Gunung Semeru dapat membahayakan aktivitas masyarak...
Sumsel siapkan dana Rp4 miliar untuk insentif Satgas Karhutla
Jumat, 20 September 2019 - 12:38 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan dana untuk insentif bagi Satuan Tuga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)