Tersangka pelaku pembakaran hutan jumlahnya sudah 60-an
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 11:26 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Tersangka pelaku pembakaran hutan jumlahnya sudah 60-an
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2TzF18G

Elshinta.com - Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan. Sebanyak 60 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Demikian dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).
 
Ia menyebutkan, hingga kini ada 60 tersangka dari 68 kasus. Satu korporasi juga sudah dijadikan tersangka.

“Penegakan hukum terus sampai hari ini. Ada 68 kasus, 60 tersangka, 1 korporasi yang ditangani Polda Riau, yang lain masih proses,” ungkapnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Selain itu, Kapolri telah membentuk tim pemantau penanganan karhutla. Tim tersebut mulai bekerja dan akan mengevaluasi penanganan karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

“Pak Kapolri sudah menerbitkan surat perintah, sudah ada 6 tim yang ditunjuk untuk melakukan asistensi, kepada Polda Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Tim ini hari ini (Rabu) sudah bergerak semuanya untuk mengecek dan evaluasi sejauh mana penanganan karhutla di tiap-tiap provinsi,” ucap Dedi.

Satgas Karhutla juga tetap mengantisipasi kembali meningkatnya titik panas yang memicu kebakaran. Hal itu mengingat faktor iklim dan musim kemarau yang masih berlangsung.

“Ini kan karena musim kemarau Elnino, Elnino ini kan kering dan panjang. Dikhawatirkan September sampai Oktober menjadi puncak dari musim kemarau Elnino. Itu terus kita antisipasi di bulan-bulan yang punya tingkat kekeringan yang sangat tinggi, itu sangat diantisipasi,” pungkasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masa tahanan Gubernur Kepri nonaktif diperpanjang
Sabtu, 21 September 2019 - 20:49 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa tahanan Gubernur Kepri nonakt...
Empat tahun buron, mantan camat di Deli Serdang berhasil ditangkap
Sabtu, 21 September 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara bersama Intel Kejari Deli Serdang berhasil merin...
KPK: Draf RUU Pemasyarakatan samakan korupsi dengan kejahatan biasa
Jumat, 20 September 2019 - 13:45 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif mengatakan, draf RUU...
Buwas sebut ada pihak yang fitnah Bulog berasnya tidak layak konsumsi
Jumat, 20 September 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengatakan, ada pihak-pihak yang se...
Kata MK soal pengajuan uji materi hasil revisi UU KPK
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan siap menerima pengajuan uji materi hasil revisi...
KPK duga uang suap Menpora mengalir ke pihak lain
Jumat, 20 September 2019 - 06:48 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK mend...
Menteri KKP incar pemodal kapal `illegal fishing`
Kamis, 19 September 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengincar pemilik modal kapal-kapal...
Susi minta serahterimakan enam kapal asing sebelum kabinet baru
Kamis, 19 September 2019 - 17:42 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar enam kapal asing bisa ...
Eggi Sudjana kirim surat ke Presiden minta perlindungan hukum
Kamis, 19 September 2019 - 16:10 WIB
Elshinta.com - Tim pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadhoni Nasution mengatakan, Eggi mengirimkan su...
Gunakan mesin insinerator, BNN musnahkan narkoba jadi uap
Kamis, 19 September 2019 - 16:01 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah material barang bukti penyalahgunaan narkob...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)