Projo: Wacana Pilpres oleh MPR bentuk perampasan kedaulatan rakyat
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Projo: Wacana Pilpres oleh MPR bentuk perampasan kedaulatan rakyat
Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Wacana mengenai kemungkinan Pilpres akan kembali dilakukan oleh MPR mendapat penolakan keras dari ormas Projo.  "Wacana itu puritan, terbelakang dan tidak produktif bagi perkembangan dan kemajuan demokrasi. Jika Pilpres di lakukan MPR itu sama saja dengan merampas dan merampok Hak Rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Kami pasti  tegas menolaknya, " ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo kepada media, Kamis (15/8 ).

Budi Arie menilai, wawasan itu sangat  merendahkan kecerdasan rakyat. Sebab, proses demokrasi justru membentuk rakyat menjadi semakin cerdas dan pintar. Menurutnya, Pilpres 2014 dan 2019 telah menghasilkan pemimpin rakyat. Pemimpin yang bertekad mengabadikan dirinya untuk rakyat. Dan banyak tokoh dan pemimpin daerah yang baik pun berasal dari proses pemilihan  langsung oleh rakyat. 

"Jangan ciderai, sakiti dan merendahkan hati dan pikiran rakyat," jelas Budi yang juga Dewan Penasehat Iluni UI. 

Meski demikian, Budi Arie memang mengakui bahwa proses Pilpres ke depan harus ada perbaikan di sana- sini. Namun, wacana Presiden dipilih oleh MPR adalah sangat menyesatkan. "Jangan mengebiri dan memasung serta merampas hak- hak dan kedaulatan politik rakyat," tegas aktivis mahasiswa UI 98 ini.

Budi Arie juga mengatakan, sirkulasi dan suksesi kepemimpinan nasional harus tetap melibatkan rakyat tanpa terkecuali. "Kami akan bergerak  melawan gagasan-gagasan yang menghancurkan demokrasi dan mengebiri hak- hak rakyat, " pungkasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pembentukan Kabinet pasca bubarnya RIS
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:47 WIB
Setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) beberapa kabinet telah bekerja untuk menjalan...
Menteri ATR/BPN RI hadiri rakor penyelesaian sengketa tanah di Sumut
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:56 WIB
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri Rapat Koordinasi penanganan dan penyelesaian masalah pe...
 Kader parpol di Subang bantu kabupaten tetangga di Pilkada 2020   
Selasa, 28 Juli 2020 - 15:46 WIB
Dalam proses pemilihan kepala daerah setiap calon akan berusaha untuk memenangkan pemilihan umum ter...
Kabinet Ampera I di masa Orde Baru 
Selasa, 28 Juli 2020 - 08:13 WIB
Pada awal berdirinya, Masa Orde baru menjadi titik kebangkitan bangsa Indonesia, karena memang pada ...
PDIP respon soal Gibran akan melawan kotak kosong di Pilkada Solo
Jumat, 24 Juli 2020 - 21:48 WIB
 Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait tudingan bahwa bakal ca...
 Pelantikan pertama pejabat Subang dilakukan secara virtual
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:56 WIB
Bupati Subang, H. Ruhimat melakukan pelantikan secara virtual kepada 137 orang pejabat dari eselon ...
 KPU berlakukan WFH setelah satu pegawai positif COVID-19
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:27 WIB
Komisi Pemilihan Umum memberlakukan work from homeatau bekerja dari rumah untuk sebagian besar pega...
 Koalisi Nasdem, Demokrat dan PKB usung Dadang dan Sahrul Gunawan
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:11 WIB
 Isu calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung pada Pilkada serentak 2020 yang diusung Parpol kian mema...
Presiden Jokowi bubarkan 18 tim kerja, badan, dan komite
Senin, 20 Juli 2020 - 21:57 WIB
Presiden RI Joko Widodo resmi membubarkan 18 tim kerja, badan, dan komite yang berdiri berdasarkan k...
Viva Yoga: PAN dukung pemerintah wujudkan tujuan pembangunan
Senin, 20 Juli 2020 - 21:46 WIB
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyebutkan salah satu poin yang disampaikan Ketua Umum DPP P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV