Deputi IV Kemenpora Mulyana dituntut 7 tahun penjara
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 19:36 WIB |
Deputi IV Kemenpora Mulyana dituntut 7 tahun penjara
Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dituntut 7 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (15/8). Sumber foto: https://s.id/6e3FA

Elshinta.com - Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dituntut 7 tahun penjara karena dinilai terbukti menerima suap berupa satu unit mobil Fortuner, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 senilai total sekira Rp900 juta.

"Meminta majelis hakim agar menyatakan terdakwa Mulyana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan hukuman pidana selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan," kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Ronald Worotikan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (15/8).

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pertama dari pasal 12 huruf a atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

JPU KPK juga tidak mengabulkan permintaan Mulyana untuk mendapatkan status sebagai pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum atau "justice collaborator" (JC). "Terkait permohonan penetapan 'justice collaborator' yang diajukan oleh terdakwa kepada pimpinan KPK, dapat kami sampaikan bahwa terdakwa cukup kooperatif mengakui perbuatannya dalam proses persidangan sehingga membantu penuntut umum membuktikan perkara ini. Terdakwa selaku penyelenggara negara merupakan penerima hadiah sehingga sesuai dengan aturan SEMA No 4 tahun 2011 maka permohonan 'justice collaborator' yang diajukan terdakwa belum memenuhi syarat untuk dapat dikabulkan," tambah jaksa Ronald.

Dalam perkara ini, Mulyana dinilai terbukti menerima "commitment fee" sejumlah satu unit mobil Fortuner VRZ TRD nomor polisi B 1749 ZJB, uang Rp300 juta, satu ATM dengan saldo Rp100 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy.

Tujuan pemberian hadiah tersebut adalah agar Mulyana membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora tahun 2019, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK masih tunggu draf revisi RUU KPK dari Menkum HAM
Senin, 16 September 2019 - 13:18 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan, KPK masih menun...
KPK panggil lagi Ketua Fraksi Golkar DPR
Senin, 16 September 2019 - 11:44 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, Penyidik...
PDIP minta semua pihak lihat revisi UU KPK dengan jernih
Senin, 16 September 2019 - 11:22 WIB
Elshinta.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap merasa bahwa pemberantasan dan p...
Yusril: Penyerahan mandat KPK bisa buat Presiden terjebak
Senin, 16 September 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Penyerahan mandat atau tanggung jawab pengelolaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK...
3 pimpinan mundur, FLHI sampaikan tiga hal
Minggu, 15 September 2019 - 20:02 WIB
Elshinta.com - Terkait dengan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan mandat pen...
Ahli hukum sebut revisi UU KPK hal yang wajar
Minggu, 15 September 2019 - 14:04 WIB
Elshinta.com - Ahli Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Effendy Saragih mengatakan usulan revis...
Polisi periksa 54 saksi kasus dugaan korupsi Alkes di Padang
Sabtu, 14 September 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) RSUD dr Rasidin,  Ke...
3 pimpinan mundur, FLHI: Tunjuk Plt atau lantik komisioner KPK baru
Sabtu, 14 September 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Pasca Komisi III DPR RI memilih dan memutuskan lima komisioner baru KPK periode 2019...
Revisi UU harus tekankan program pencegahan dan otoritas KPK
Jumat, 13 September 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Juajir Sumardi mengatakan...
Terkesan terburu-buru, PSI tolak pengesahan RKUHP
Jumat, 13 September 2019 - 21:34 WIB
Elshinta.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak keras rencana pengesahan RKUHP yang kesan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once