Bawa burung dilindungi, mantan nahkoda dan delapan ABK dihukum delapan bulan penjara
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 21:19 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
Bawa burung dilindungi, mantan nahkoda dan delapan ABK dihukum delapan bulan penjara
Sumber foto: Elshinta/Amsal

Elshinta.com - Terbukti bersalah membawa puluhan burung yang dilindungi dari Ambon, mantan nahkoda Zulkifli bersama delapan mantan ABK, Tug Boat Kenari Djaja milik PT Tjipta Rimba Djaja yang dihukum selama delapan bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan.

Dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan juga membebankan kesembilan terdakwa membayar Rp5 juta atau digantikan dengan kurungan selama dua bulan. Para terdakwa dalam kasus ini terbukti melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c jo pasal 40 ayat (2) UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal.

Hakim menyebutkan para terdakwa ditangkap Tim Patroli Laut KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan ketika melakukan patroli rutin pengawasan antar pulau pada hari Sabtu, 13 April 2019 lalu. Saat melakukan pemeriksaan Tug Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Ambon-Belawan kemudian diperiksa dan ditemukan 28 ekor burung yang masuk kategori satwa dilindungi pada kamar tidur Anak Buah Kapal (ABK) yang disembunyikan di dalam dinding kamar ABK.

Meski para terdakwa mengakui kalau burung tersebut dibeli dengan harga Rp500 ribu hingga Rp2 juta perekornya dari warga setempat untuk dipelihara akan tetapi burung tersebut adalah hewan yang dilindungi. Adapun 28 ekor burung yang terdiri dari 23 ekor Burung Nuri Ambon (Alisterus amboinensis), seekor Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory), empat ekor Burung Kakaktua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) tersebut kini telah disita negara yang telah dititipkan ke Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumatera Utara, dan telah dilepaskan ke habitat aslinya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK: Draf RUU Pemasyarakatan samakan korupsi dengan kejahatan biasa
Jumat, 20 September 2019 - 13:45 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif mengatakan, draf RUU...
Buwas sebut ada pihak yang fitnah Bulog berasnya tidak layak konsumsi
Jumat, 20 September 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengatakan, ada pihak-pihak yang se...
Kata MK soal pengajuan uji materi hasil revisi UU KPK
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan siap menerima pengajuan uji materi hasil revisi...
KPK duga uang suap Menpora mengalir ke pihak lain
Jumat, 20 September 2019 - 06:48 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK mend...
Menteri KKP incar pemodal kapal `illegal fishing`
Kamis, 19 September 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengincar pemilik modal kapal-kapal...
Susi minta serahterimakan enam kapal asing sebelum kabinet baru
Kamis, 19 September 2019 - 17:42 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar enam kapal asing bisa ...
Eggi Sudjana kirim surat ke Presiden minta perlindungan hukum
Kamis, 19 September 2019 - 16:10 WIB
Elshinta.com - Tim pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadhoni Nasution mengatakan, Eggi mengirimkan su...
Gunakan mesin insinerator, BNN musnahkan narkoba jadi uap
Kamis, 19 September 2019 - 16:01 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah material barang bukti penyalahgunaan narkob...
KPK periksa mantan Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko PT GI
Kamis, 19 September 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan,  KPK memeriksa mantan Direktur Strategi...
Jadi tersangka, Imam Nahrawi mengundurkan diri
Kamis, 19 September 2019 - 12:54 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi sudah menyerahkan surat pengund...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once