Diduga ada cairan, satu truk koper jemaah dikembalikan
Elshinta
Jumat, 16 Agustus 2019 - 13:49 WIB |
Diduga ada cairan, satu truk koper jemaah dikembalikan
Petugas menimbang koper jemaah haji di pemondokan jemaah di Mekkah, Arab Saudi. Koper jemaah selanjutnya akan dipindai menggunakan sinar x oleh petugas maskapai. Sumber Foto: https://bit.ly/31KaMyJ

Elshinta.com - Satu truk koper jemaah haji dalam Kelompok Terbang SUB 1 (Surabaya-1) dikembalikan ke pondokan jemaah oleh maskapai yang menduga ada cairan yang dimasukkan ke dalam koper-koper tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Subhan Cholid di Kota Mekkah, Jumat (16/8).

"Ketika selesai dilakukan penimbangan lalu bagasi itu dibawa ke gudang untuk di x-ray itu ada satu truk dari Surabaya 1 lalu kemudian dikembalikan ke hotel untuk dibongkar sendiri oleh jemaah," kata Subhan, seperti dikutip Antara

Ia mengatakan, keberadaan cairan dalam bagasi jemaah menjadi selalu persoalan setiap tahun. Di antara jemaah ada yang menyelipkan botol atau jeriken berisi air zam-zam di antara barang bawaan di dalam koper mereka.

"Ada yang dalam botol lalu dibungkus sajadah sampai lima biji, ada jeriken yang dibungkus kain ihram sampai tiga lembar. Karena itu alasannya takut pecah, netes, jadi kalau satu jeriken dibungkus dengan tiga lembar kain ihram, kalau pun pecah akan tertampung terserap di kain ihramnya sendiri. Tapi ini tetap berbahaya," katanya.

Keberadaan zat cair dalam koper akan terdeteksi dalam pemeriksaan menggunakan sinar X meski dibungkus berlapis-lapis.

Koper yang terdeteksi memuat zat cair akan dikembalikan ke pondokan jemaah agar jemaah bisa mengeluarkannya sendiri dari koper.

Menurut Subhan, jika jumlah orang yang kopernya dikembalikan banyak maka hal itu akan sangat mengganggu proses pemulangan jemaah secara umum.

Untungnya sekarang proses pengecekan koper dilakukan 48 jam sebelum pesawat tinggal landas. "Ini masih lebih bagus karena masih ada waktu untuk jemaah membongkar sendiri dan menata kembali koper-koper tersebut lalu kemudian dikirimkan lagi ke gudang," kata Subhan.

Ia menambahkan, kalau saat puncak pemulangan jemaah maskapai tidak punya waktu dan tenaga untuk membongkar apalagi mengembalikan koper jemaah ke hotel, maka koper-koper tersebut akan dibongkar paksa di bandara oleh petugas bandara.

"Kalau dibongkar paksa dan tidak bisa juga maka tidak akan diangkut oleh maskapai dan dikembalikan. Risikonya barang tersebut tidak akan kembali bersamaan dengan jemaah," katanya.

Kalau banyak koper yang harus dibongkar, ia melanjutkan, tidak akan ada cukup ruang dalam pesawat untuk mengangkutnya secara bersamaan sehingga mungkin maskapai akan memulangkan koper secara bertahap dengan menitipkannya ke kloter-kloter jemaah yang selanjutnya berangkat Tanah Air.

"Dan itu akan sangat lama selesainya, bisa jadi jemaah sampai rumah barangnya satu bulan kemudian baru akan sampai karena masalahnya hanya terdapat air di koper itu," katanya.

Kondisi yang demikian juga berpotensi menimbulkan keterlambatan penerbangan jemaah dalam kloter-kloter berikutnya.

Sampai dua hari menjelang kepulangan jemaah gelombang pertama ke Tanah Air, penimbangan koper jemaah sudah mulai dilakukan di pondokan jemaah di Mekkah. Koper setiap anggota jemaah menurut ketentuan beratnya tidak boleh melebihi 32 kg.

"Kemarin sudah dilakukan pengangkutan dan penimbangan untuk 15 kloter. Salah satu yang diwanti-wanti dan selalu kita sosialisasikan kepada jemaah itu agar tidak memasukkan zat cair ke dalam koper besar dalam jumlah yang banyak," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korea Selatan laporkan 123 kasus baru corona, empat meninggal
Minggu, 23 Februari 2020 - 11:55 WIB
Korea Selatan memastikan empat orang meninggal dan 123 orang lagi tertular virus corona, COVID-19, s...
Sekjen PBB minta pertempuran di Idlib Suriah dihentikan
Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:39 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Jumat meminta agar segera diber...
Tiongkok temukan lonjakan kasus virus corona di penjara
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:57 WIB
Virus corona menginfeksi 234 orang di dua penjara di luar provinsi Hubei. Akibat kasus ini, pejabat ...
Dubes Tiongkok: Semakin banyak pasien sembuh dari virus corona
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:07 WIB
Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Deng Xijun menyebut semakin banyak pasien yang dinyatakan sembuh da...
362 kru WNI Kapal Pesiar Westerdaam dipastikan dalam keadaan sehat
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:04 WIB
Sebagai upaya dalam memberikan perlindungan bagi para warga negara Indonesia (WNI), khususnya di lua...
Positif, ada Polisi Hong Kong tertular virus corona
Jumat, 21 Februari 2020 - 12:52 WIB
Satu polisi Hong Kong dipastikan tertular virus corona baru COVID-19, kata otoritas pada Jumat (21/2...
Penyebaran COVID-19 ternyata lebih mirip Flu daripada SARS
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:48 WIB
Para ilmuwan di Tiongkok mengatakan penyebaran virus corona baru lebih mirip influenza daripada viru...
Presiden: KBRI pantau WNI positif corona di kapal Diamond Princess
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:16 WIB
Presiden RI Jokowi mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang terus memantau warg...
Negosiasi gagal, perang Turki dan Suriah di ambang mata
Kamis, 20 Februari 2020 - 13:34 WIB
Operasi militer Turki untuk memukul mundur serangan pasukan pemerintah Suriah terhadap pemberontak d...
Delapan orang tewas dalam penembakan di Frankfurt 
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:45 WIB
Delapan orang tewas dalam dua penembakan di dekat Kota Frankfurt, Jerman, pada Rabu (19/2).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)