Dari jadul jadi mantul, kurikulum pendidikan vokasi terkini dibuat selaras dengan kebutuhan industri
Elshinta
Kamis, 15 Agustus 2019 - 14:34 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Dari jadul jadi mantul, kurikulum pendidikan vokasi terkini dibuat selaras dengan kebutuhan industri
Menciptakan SDM yang adaptif dengan industri melalui pendidikan vokasi. Foto: Elshinta.com/Reza H

Elshinta.com - Pemerintah semakin fokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam upaya menopang implementasi industri 4.0. Langkah strategis ini diharapkan dapat memacu produktivitas dan inovasi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Demi mewujudkannya, Kemenperin telah menjalankan berbagai program dalam upaya pengembangan SDM industri kompeten. Langkah strategis itu antara lain melalui pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi yang menerapkan sistem ganda (praktik dan teori).

Kemenperin juga telah meluncurkan program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri di beberapa wilayah Indonesia. Selanjutnya, diklat 3in1, pembangunan infrastruktur dan sertifikasi kompetensi, serta mencetak SDM industri 4.0.

Program tersebut sejalan dengan penerapan roadmap Making Indonesia 4.0, yang salah satu prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM. Merujuk arah peta jalan tersebut, Indonesia berencana untuk merombak kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada bidang ScienceTechnologyEngineeringArts, dan Mathematics (STEAM).

Di era industri 4.0, penggunaan teknologi yang diperlukan seperti yang berbasis pada artificial intelegent, internet of things, wearable (augmented reality atau virtual reality), advance robotic hingga 3D printing.

Menghadapinya, jalan satu-satunya yang bisa ditempuh adalah melalui investasi dengan meningkatkan SDM yang berkualitas melalui beragam pendidikan vokasi. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PoliMedia Kreatif yang concern membangun lulusannya agar bisa adaptif dengan kebutuhan industri, termasuk industri 4.0.

Direktur PoliMedia Kreatif Jakarta, Dr. Purnomo Ananto, MM melihat jika SDM di era revolusi industri 4.0 ini menjadi hal yang sangat penting. Di era ini, seharusnya pembangunan hendaknya lebih mengandalkan pada kekuatan manusia yang mampu menguasai, mengembangkan, dan memanfaatkan kecakapan (vocational skill) yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai pucuk pimpinan di PoliMedia Kreatif, dirinya berkomitmen untuk mewujudkan PoliMedia sebagai perguruan tinggi vokasi yang cerdas, kreatif, dan inovatif pada 2021.

“Para mahasiswa di kampus belajar digital printing, misalnya, tapi tidak ada mesin digital printing untuk praktiknya. Padahal selain teori, para mahasiswa ini memerlukan praktik. Mahasiswa harus bisa mengoperasikan mesinnya,” kata Purnomo.

Dirinya juga mendorong agar para mahasiswa dan dosen terus belajar dalam meningkatkan skill-nya guna memahami penggunaan internet of things technology atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri. Sehingga pelaksanaan pendidikan vokasi ini bisa link and match dengan industri.

Dengan cara yang ditempuhnya, akhirnya PoliMedia menunjukkan tajinya sebagai pendidikan vokasi berkelas di Jakarta.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang dirancang secara khusus untuk menyediakan berbagai program studi yang relevan dengan dunia industri kreatif, akhirnya teknologi cetak (grafika) PoliMedia semakin eksis.

Diketahui, PoliMedia memiliki 3 jurusan, yakni jurusan Desain yang meliputi program studi (prodi) desain grafis, multimedia, fashion design, game technology, dan animasi. Lalu, ada jurusan Penerbitan yang memiliki empat program studi: penerbitan, periklanan, penyiaran, dan fotografi. Jurusan berikutnya adalah Teknik Grafika yang baru memiliki satu program studi; teknik kemasan.

“Prodi-prodi yang ada di PoliMedia ini semuanya mengarah ke industri 4.0. Semua prodi yang ada itu kekinian semua. Prodinya sulit ditemukan di kampus umum lain. Bahkan, kami juga akan segera buka prodi kuliner dan perhotelan.”

Diakuinya, saat ini prodi yang masih menjadi primadona adalah desain grafis dan printing. “Printing kami the best lah di Asia Tenggara,” imbuhnya.

Saking diakuinya, banyak universitas terkemuka melakukan studi banding ke PoliMedia. Salah satunya UGM Press dan Universitas Teknologi Malaysia (UTM). “UTM datang ke kami, studi banding terkait printing. Padahal di sana alatnya canggih-canggih, sementara mesin kami itu tua-tua tapi (masih) bisa hidup semua.”

“Tentu semua pencapaian ini tidak ada yang sim salabim. Semua butuh proses. Politeknik yang sebelumnya sering dianggap sebagai perguruan tinggi kelas dua, pelan-pelan berubah. Sekarang di kami ada prodi yang calon mahasiswanya 1 berbanding 10, sehingga kami bisa lebih leluasa dalam memilih mahasiswa yang lebih baik. Minat calon mahasiswa untuk berkuliah di PoliMedia sudah semakin tinggi,” bebernya.

Bicara profil lulusan, ia berbangga lantaran sebanyak 86% lulusannya diserap oleh industri, 5% memilih menjadi wirausaha, dan selebihnya melanjutkan kuliah.

Tingginya angka lulusan yang diserap oleh industri ini, diakuinya, karena dalam penyusunan kurikulum, pihaknya juga turut melibatkan pelaku dari industri. Baginya, hal ini cukup penting agar kurikulum bisa match dengan kebutuhan industri.

“Dalam menyusun kurikulum kami undang praktisi dan asosiasi agar bisa nyambung dengan industri. Kalau tidak, nanti ada mata kuliah yang ternyata di industri tidak dibutuhkan, buat apa?”

Terlebih, di era industri 4.0 ini, dengan perubahan yang super cepat dalam dunia kerja yang disebabkan pengaruh teknologi, maka kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi dituntut harus selalu beradaptasi dengan segala kondisi, perubahan, dan kebutuhan dunia kerja.

Ke depan, lulusan pendidikan vokasi yang siap kerja ini dipastikan akan semakin dilirik dan dibutuhkan oleh industri. Sebab Kementerian Perindustrian juga semakin memprimadonakan Politeknik.

Bakna saat ini sedang diupayakan agar lulusan Politeknik bisa mencapai angka 1 juta orang setiap tahunnya. Termasuk SMK-SMK yang diupayakan jumlahnya lebih banyak di masa mendatang.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah dorong transformasi TV digital
Jumat, 20 September 2019 - 15:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mendorong...
Udang cantik endemik Sulawesi terancam punah
Selasa, 17 September 2019 - 15:42 WIB
Elshinta.com - Sulawesi mempunyai udang endemik yang masuk ke dalam daftar spesies kritis yang ter...
Cegah karhutla, BPPT tawarkan inovasi BioPeat
Selasa, 17 September 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi BioPeat untuk me...
Tidak hanya memainkannya, Menkominfo dorong anak muda buat gim
Sabtu, 14 September 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Industri gim dan esports di Indonesia memiliki potensi yang besar. Untuk Menteri Komu...
Menkominfo: BJ Habibie menginspirasi konsep leapfrog
Kamis, 12 September 2019 - 08:58 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengakui bahwa konsep `l...
Gerakan Siberkreasi tumbuhkan produktivitas warganet Indonesia
Rabu, 11 September 2019 - 17:49 WIB
Elshinta.com - Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi merupakan gerakan sinergis yang mendor...
AMMDes ambulance feeder dan penjernih air dapat apresiasi Menkes
Selasa, 10 September 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) mendapat apresiasi dari Kem...
Dongkrak ekonomi di era industri 4.0, RI makin `gercep`
Kamis, 05 September 2019 - 09:44 WIB
Elshinta.com - Pemerintah bertekad semakin gerak cepat (gercep) untuk memasuki era industri 4.0 me...
Menristekdikti sebut lima PTN akan berkolaborasi kembangkan mobil listrik
Selasa, 03 September 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengata...
Peringati HUT ke-1 MTCRC, RI-Korea gelar aksi bersih pantai Cirebon 
Selasa, 03 September 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) merupakan lembaga riset intern...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)