Industri menolak penggabungan produksi rokok diterapkan
Elshinta
Jumat, 16 Agustus 2019 - 16:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Industri menolak penggabungan produksi rokok diterapkan
Ilustrasi. Foto: www.pojoksatu.id/elshinta.com.

Elshinta.com - Industri menolak wacana penggabungan produksi rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) pada kebijakan cukai ke depan.

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya Sulami Bahar menyatakan tidak setuju terhadap wacana penggabungan volume produksi rokok SKM dan SPM untuk diterapkan pada kebijakan cukai yang akan datang. Penggabungan volume produksi SKM dan SPM yang merupakan bagian dari wacana penyederhanaan cukai hasil tembakau dinilai akan menciptakan persaingan tidak sehat diantara industri tembakau. “Kami sangat tidak setuju dengan penggabungan volume produksi SKM dan SPM maupun simplifikasi, karena sangat memberatkan industri, terutama industri kecil,” ucapnya kepada media, Jumat (16/8).
 
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pada industri golongan menengah dan kecil dimana volume produksinya masih rendah, penggabungan SKM dan SPM akan memaksa mereka naik ke golongan yang lebih tinggi, sehingga tarif cukai dan Harga Jual Eceran (HJE) menjadi ikut melonjak. “Dalam konteks persaingan usaha, dampak tersebut akan melemahkan pemain di industri kecil dan menengah, namun menguntungkan industri besar yang sudah dominan di segmen SKM maupun SPM,” ucapnya kepada media.
 
Ia menyatakan bahwa sebaiknya pemerintah juga tidak menerapkan penyederhanaan cukai tembakau, menurutnya struktur tarif cukai tembakau pada saat ini yang terdiri dari 10 (sepuluh) golongan sudah mencerminkan kondisi IHT yang terdiri dari 437 pelaku industri dengan rentang variasi produksi sangat variatif dan luas. “Simplifikasi struktur tarif cukai akan menyebabkan terpukulnya pabrik golongan kecil dan menengah, yang akan berakibat pada hilangnya lapangan pekerjaan dan semakin maraknya rokok ilegal,” terangnya.
 
Tenaga kerja juga menjadi perhatian Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM-SPSI). Ketua FSP RTMM-SPSI Sudarto mengatakan, “Regulasi yang dikeluarkan Pemerintah atas tembakau akan berdampak pada keberlangsungan perusahaan hasil tembakau. Jumlah industri hasil tembakau yang makin berkurang, tentu akan mempengaruhi tenaga kerja yang ada,” jelasnya.
 
Sebelumnya, penolakan penggabungan volume juga pernah disampaikan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).
 
Gapero memberikan beberapa saran kepada pemerintah untuk kebijakan cukai di tahun 2020. Pertama, Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang merupakan industri padat karya perlu di berikan insentif tambahan dalam bentuk perluasan batas jumlah produksi khususnya industri golongan II dan III; serta preferensi tarif cukai dan HJE untuk semua golongan. Kedua, kenaikan tarif dan HJE berdasarkan pada inflasi. Ketiga, pengendalian Harga Transaksi Pasar (HTP) dengan pembatasan minimum 85
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah melemah seiring koreksi mata uang regional
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:31 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (21/1) pagi, melemah seir...
Hari ini, IHSG diprediksi berlanjut melemah
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:03 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/1) hari ini, diprediksi ma...
Pertamina tunggu regulasi pemerintah terkait elpiji subsidi 
Senin, 20 Januari 2020 - 19:57 WIB
PT Pertamina (Persero) masih menunggu regulasi pemerintah terkait wacana kenaikan harga elpiji subsi...
 Ponpes Al-Mizan jalin kemitraan dengan pengusaha Singapura dan Brasil
Senin, 20 Januari 2020 - 19:07 WIB
Pondok pesantren tidak hanya fokus di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Tapi juga memperkuat ket...
Rupiah rebound dan ditutup menguat ke Rp 13.639 per dolar AS
Senin, 20 Januari 2020 - 18:08 WIB
Rupiah berhasil mengawali pekan ini dengan sempurna. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutu...
IHSG melorot 0,74% ke 6.245 pada akhir perdagangan awal pekan ini
Senin, 20 Januari 2020 - 16:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 46,61 poin atau 0,74% ke 6.245,04 pada akhir perd...
Pacu produksi pertanian dengan Gratieks, pengamat: Programnya realistis
Senin, 20 Januari 2020 - 16:49 WIB
Target tiga kali ekspor selama lima tahun ke depan yang dicanangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahr...
Senin siang, Rupiah mulai berbalik menguat ke level Rp 13.643 per dolar AS 
Senin, 20 Januari 2020 - 13:36 WIB
Rupiah masih bergerak sideways. Senin (20/1) pukul 11.45 WIB, rupiah di pasar spot berbalik arah set...
IHSG menutup perdagangan sesi I dengan penurunan 0,47%
Senin, 20 Januari 2020 - 13:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun makin dalam hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini. S...
Erick Thohir tanggapi santai teror terkait Jiwasraya dan Asabri
Jumat, 17 Januari 2020 - 21:10 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menganggap teror dan ancaman yang menghampirinya terka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV