Ternyata menjaga janji berpengaruh pada kepribadian anak kelak loh
Elshinta
Senin, 19 Agustus 2019 - 11:45 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Ternyata menjaga janji berpengaruh pada kepribadian anak kelak loh
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2HdLeSD

Elshinta.com - Disadari atau tidak, orang tua sering menjanjikan sesuatu kepada anaknya. Misalnya diajak bepergian, membelikan mainan atau makanan dan minuman kesukaan mereka.

Namun terkadang, orang tua harus mengingkari janjinya itu. Terlihat sepela padahal, menjaga janji bisa berpengaruh pada kepribadian anak kelak.
 
Mengapa? Karena anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji dan anak sangat menghormati orang-orang yang menepati janji. Sebenarnya memberi janji tak selalu buruk, ada juga manfaatnya.
 
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan berhubungan memberikan janji kepada anak:
 
Jangan:
 
Umbar janji
Sebaiknya jangan pernah mengumbar janji pada anak dengan tujuan agar mau menuruti permintaan orang tua seperti selalu belajar, segera mandi, selalu belajar, atau tidak banyak bermain game.
 
Ingkari janji
Janji pada anak yang diingkari sudah pasti membuat mereka merasa sakit hati dan kecewa. Pikirlah terlebih dulu sebelum berjanji apakah orang tua benar-benar bisa memenuhi janji tersebut.
 
Anak menjadi peniru
Salah satu akibat mengabaikan janji pada anak adalah anak bisa menjadi meniru sikap tersebut. Bila orang tua sering tidak menepati janji maka anak akan membangun pribadinya melalui proses meniru apa saja yang dilakukan orangtuanya.
Bahkan memengaruhi pembentukan karakternya kelak, di mana ia bisa melanggar janji dengan orangtua atau orang sekitarnya.
 
Anak menjadi pembohong
Saat orang tua sudah terlanjur memberi janji dan ternyata tidak ditepati, orang tua menjadi pusing ketika anak terus menagih janji tersebut.
Anak pun menjadi berpikir bahwa orang tuanya suka berbohong sehingga akan menimbulkan  konsep moral yang tidak baik di mata anak.
 
 
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2THFp56
 
Lakukan:
 
Percaya dan hormat
Ketika orang tua menepati janji dengan anak, orang tua membantu mereka mengembangkan pemahaman tentang kepercayaan dan bisa menghormati orang lain.
 
Hal ini untuk menunjukkan bahwa orang tua adalah sosok yang jujur dan bisa dipercaya, itu membantu menciptakan rasa aman bagi anak.
Mengakui kesalahan

Orangtua seharusnya tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan yang dibuat. Mengakui dengan jujur dan ceritakan alasan yang logis tetapi sederhana agar anak mudah memahami alasannya. 
Dengan demikian Anda memberikan contoh kepada anak untuk melakukan hal yang sama ketika mereka melanggar janji.
 
Minta maaf
Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf dengan tulus. Lebih bagus lagi kalau disertai pelukan.

Beri penjelasan
Berikan pengertian dengan menjelaskan mengapa telah melanggar janji. Katakan dengan alasan yang masuk akal, tidak berbelit, dan tidak menyalahkan orang lain.
 
Tepati janji
Menepati janji merupakan salah satu cara tepat untuk membentuk karakter anak yang baik dan bisa menghargai makna dari sebuah janji itu.
 
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NizWQX 
 
Mengerti Perasaan Anak
Tunjukkan kepedulian orang tua dengan menanyakan perasaan anak dan mereka bebas untuk mengekspresikan perasaannya tanpa perlu takut dimarahi.
Kemudian, orang tua bisa mengarahkan perasaan anak untuk bisa menjadi positif kembali, agar kekecewaan tidak berlarut-larut.
 
Diskusi
Diskusikan secara terbuka dengan anak apa yang harus orang tua lakukan karena telah lalai menepati janji.
Salah satu yang bisa ditawarkan adalah jadwal ulang janji misalnya jika janji akan pergi ke luar kota.
 
 
 
 
 

 
 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saat anak tidak mau mendengarkan perkataan orang tua, apa yang harus dilakukan?
Jumat, 20 September 2019 - 13:17 WIB
Elshinta.com - Alasan utama anak enggan mendengarkan karena tidak menyukai apa yang orang tua sampai...
Ingin melatih anak agar memiliki rasa percaya diri? Ini caranya
Senin, 16 September 2019 - 14:44 WIB
Elshinta.com - Sebagai orang tua tentu sangat senang melihat anaknya memiliki rasa percaya diri dan ...
Mengapa anak senang memukul saat marah? Mungkin ini alasannya
Rabu, 11 September 2019 - 14:35 WIB
Elshinta.com -  Refleks anak saat marah bermacam-macam. Salah satunya memukul atau menendang orang ...
Ini cara agar anak tidak mudah menyerah
Rabu, 04 September 2019 - 12:38 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya menjadi sosok pribadi yang mandiri d...
7 hal yang bisa dilakukan orang tua agar anak bahagia
Jumat, 30 Agustus 2019 - 15:10 WIB
Elshinta.com - Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya merasa bahagia. Tak jarang karena in...
Ini alasan anak memilih simpan rahasia
Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com -  Semakin bertambah usia anak maka bertambah pula perubahan yang terjadi. Salah satun...
Pemenuhan hak anak salah satu kunci SDM unggul
Senin, 19 Agustus 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Pribudi...
Ini beberapa tips hadapi KDRT menurut psikolog
Senin, 19 Agustus 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Psikolog Rahmadani Hidayatin mengungkapkan beberapa cara untuk menghadapi kasus kek...
Ternyata menjaga janji berpengaruh pada kepribadian anak kelak loh
Senin, 19 Agustus 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Disadari atau tidak, orang tua sering menjanjikan sesuatu kepada anaknya. Misalnya di...
Ingin jadi contoh yang baik, orang tua jangan lakukan hal ini
Jumat, 09 Agustus 2019 - 09:06 WIB
Elshinta.com - Menjadi orang tua berarti harus siap belajar dan mengajar seumur hidup karena anak di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)