Ini yang akan terjadi pada kulit saat kita stres
Elshinta
Selasa, 20 Agustus 2019 - 11:10 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Sigit Kurniawan
 Ini yang akan terjadi pada kulit saat kita stres
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2TLspv4

Elshinta.com - Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah. Jika masalah tersebut tak segera terselesaikan maka akan menumpuk dan bisa menyebabkan stres. Padahal stres tidak baik bagi kesehatan, mulai dari gangguan makan, gangguan tidur hingga masalah kesehatan seperti masalah kulit.

Saat stres, produksi hormon cortisol akan meningkat yang menyebabkan tubuh memproduksi minyak lebih banyak. Produksi minyak yang berlebihan pada kulit dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit, seperti jerawat, psoriasis, gatal, keriput, dan masalah kulit lainnya.
 
Orang yang mengalami stres, tubuh akan menunjukkan tanda-tanda melalui penampilan kulit. Stres kronis yang berkelanjutan dapat membuat usia kulit terlihat 3 sampai 6 tahun lebih tua.
 
Kulit tidak hanya berkeriput tapi juga kering dan mengalami dehidrasi. Stres dapat menyebabkan kulit berhenti berfungsi sebagaimana mestinya.
 
Selain dapat berubah dari kulit bercahaya menjadi kusam, dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa masalah kulit yang bisa muncul karena stres:
 
Jerawat
Ini yang paling sering dijumpai. Saat stres tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan peningkatan produksi minyak pada kulit. Minyak berlebih ditambah dengan kulit yang kurang bersih akan menyebabkan jerawat.
 
Dermatitis atopic
Merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan gatal, kemerahan serta kulit terasa kering. Saat tubuh berpikir berada di bawah tekanan, ia berusaha untuk mendinginkan dirinya sendiri.
 
Maka jika tubuh tidak diisi kembali dengan air, kulit akan mengalami kekeringan.Stres adalah salah satu faktor pemicunya karena bisa menyebabkan reaksi peradangan pada kulit dan kemudian menjadi dermatitis atopik.
 
Urtikaria
Urtikaria atau biduran ditandai dengan bentol pada kulit dan berwarna kemerahan yang terasa gatal. Saat stres tubuh akan mengeluarkan zat kimia yang disebut neuropeptida. Zat tersebut menyebabkan respon tubuh menjadi lebih rentan dan sensitif.
 
Psoriasis
Psoriasis adalah masalah kulit yang ditandai dengan bercak kemerahan pada kulit yang gatal dan bersisik. Psoriasis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kekebalan tubuh. Karena saat stres daya tahan tubuh terganggu, maka dapat memicu psoriasis.
 
Neurodermatitis
Neurodermatitis disebut juga lichen simplex chronicus. Masalah kulit ini ditandai dengan bercak kulit yang terasa gatal dan semakin gatal jika digaruk. Stres merupakan salah satu faktor pemicunya karena stres bisa memicu peradangan pada kulit.


Stres juga akan menyebabkan kulit kepala menjadi lebih berminyak dan bersisik yang bisa menyebabkan munculnya ketombe. Kondisi yang lebih parah adalah rambut rontok. Hal ini bisa memicu timbulnya kebotakan.
 
Oleh sebab itu saat stres cobalah untuk relaksasi dan menenangkan pikiran. Tetaplah merawat kulit seperti yang biasa dilakukan sehari-hari, walaupun tubuh terasa lelah akibat stres.  Olahraga secara teratur sangat baik untuk menghilangkan stres, juga baik untuk kesehatan kulit dan tubuh.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Apakah semua pria mengalami krisis paruh baya?
Selasa, 26 Mei 2020 - 23:15 WIB
Krisis paruh baya atau midlife crisis dialami oleh orang berumur 40 hingga 50-an. Keresahan orang ya...
Dua hari berturut-turut DIY tanpa penambahan kasus positif COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:55 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan selama dua hari beturut-turut hingga Selasa tidak ...
Usai sakit lambung boleh makan pedas lagi? ini kata dokter
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:15 WIB
Para dokter kerap mendapatkan pertanyaan dari pasien sakit lambung, apakah boleh kembali menyantap m...
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah menjadi 209 orang
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:56 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang terko...
Rapid test massal di fasum Ponorogo, 36 orang reaktif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:47 WIB
Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test massal. Mereka menyasar titik–tit...
Mengapa pria dianggap lebih sering memikirkan seks daripada wanita?
Selasa, 19 Mei 2020 - 23:15 WIB
Kebanyakan orang menganggap wajar jika pria lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Bahkan, ko...
 60 personil SAR Jayapura lakukan rapit test Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Sebanyak 60 orang personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura mengikuti rapid test mass...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV